
Di depan sebuah club malam, pukul 22.56 WIB.
"Lepasin!! Brengsek!!" seorang wanita meronta berusaha menghindari 2 orang lelaki yang ingin menciumnya.
Plak! Lelaki jangkung yang berbadan kurus, menampar pipi wanita itu.
"Gak usah sok suci lo! Lo tuh cuma perempuan murahan!" makinya. Dia tersenyum sinis.
Wanita itu mengusap pipinya yang memerah.
"Brengsek kalian!! Gue cuma kerja disitu!!" wanita itu balas memaki.
Plak!! Lelaki jangkung itu menamparnya lagi, kali ini lebih keras.
"Lo tuh cuma ******!! Kita tau lo itu bisa di-booking!!" umpatnya lagi sambil menjambak rambut wanita itu.
Wanita itu meringis kesakitan. "Tolong lepasin saya..." mohonnya dengan air mata mulai berlinang.
Kedua lelaki itu tersenyum miring. Menatap wanita itu dari atas sampai bawah dengan tatapan siap memangsa. Lekuk tubuh wanita itu tentu saja sangat menggiurkan untuk 2 lelaki hidung belang itu. Apalagi wanita itu memakai dress mini super ketat di atas paha, dengan punggung terbuka dan belahan dada rendah, menampilkan kemolekan tubuhnya yang putih mulus.
Lelaki satu lagi yang bermata sipit, mengunci kedua lengan wanita itu dari belakang. Sedang lelaki jangkung itu mulai ******* bibir wanita itu dengan kasar sambil menjambak rambutnya.
Wanita itu terus meronta-ronta sambil berlinang air mata.
Kemudian tangan lelaki jangkung itu beralih meremas dan menggerayangi bagian dadanya.
"Saya mohon lepasin saya..." ibanya dengan air mata yang sudah membentuk anak sungai di kedua pipinya.
__ADS_1
Plak!!
"Diem lo!!" bentak lelaki jangkung itu.
"Gantian dong man..." ucap lelaki bermata sipit.
Lelaki bertubuh jangkung itu tersenyum menyeringai. "Sabar dong man... Gue belum puas sama si ****** ini,"
Kedua lelaki itu tertawa sumbang. Membuat tubuh wanita itu makin bergetar ketakutan.
*****
Fahri melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang di atas jalan raya yang mulai sepi. Waktu menunjukkan hampir jam 11 malam.
Hari ini dia pulang begitu larut dari kampus karena tempatnya mengajar masih mengurus akreditasi.
Fahri mengerem mobilnya dengan perlahan. Dengan ragu ia menimbang-nimbang, apakah harus menolong wanita itu. Dia berdecak, sebelum akhirnya menepikan mobil dan mematikan mesinnya. Lalu turun keluar dari mobilnya.
Wanita itu menyadari kalau Fahri tengah berjalan menghampiri ke arahnya. Wajahnya seperti menampakkan kelegaan.
"Mas Fahriii, tolong saya...!!" teriak wanita itu ketakutan.
Kedua lelaki itu langsung menghentikan aksinya. Lalu menoleh secara bersamaan ke arah Fahri.
"Tolong lepasin dia. Saya gak suka kekerasan," ujar Fahri tenang.
Kedua lelaki itu tersenyum sinis.
__ADS_1
"Siapa lo!?? Mau sok-sokan nyelamatin si ****** ini!! Mau jadi pahlawan kesiangan loo!!?" maki lelaki jangkung.
"Saya udah bilang gak suka kekerasan. Tolong lepasin dia," Fahri masih berucap dengan tenang tanpa takut sedikitpun.
Kedua lelaki itu tersenyum sinis lagi.
"Banyak omong lo!!" lelaki jangkung itu merangsek maju ke arah Fahri, dan melayangkan tinjunya.
Namun dengan gesit Fahri mampu berkelit dan berhasil mengunci kedua lengan lelaki itu.
"Padahal saya udah bilang gak suka kekerasan. Tapi kalau kalian memaksa, terpaksa saya harus pakai kekerasan..." ujarnya pelan dan tajam.
Lalu tangannya mencengkram kerah baju lelaki jangkung itu, dan dengan gerakan cepat meninju perut lelaki itu dengan satu lututnya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continued...