
Waktu bergulir begitu cepat. Bulan demi bulan berlalu. Pagi ini, tepatnya di hari Minggu, usai Fahri dan Dira sarapan bersama seperti biasa. Dira memutuskan untuk kembali ke kamar sambil rebahan di atas tempat tidur. Sedang sang suami, seperti biasa, menyelesaikan sisa pekerjaannya menggunakan laptopnya di ruang tengah.
Dira memainkan hp-nya sambil meng-scroll ke atas dan bawah. Iseng melihat-lihat sosial medianya. Hmm, bosen. Gak ada yang menarik, gumamnya dalam hati.
Tiba-tiba sebuah nama di kontak-nya muncul di layar hp. Ya, ada panggilan masuk. My Beloved Dad's calling...
Dengan mata berbinar dan penuh semangat Dira segera mengangkat telepon dari sang papa, "Halloooo Assalamu'alaikuumm Papakuuuu...!"
"Wa'alaikumsalam, Sayang..." jawab Papa di seberang sana. "Apa kabar Sweety...?"
"Alhamdulillah kabar Dira saangaaaaatttt baik Papakuu Sayaang. Hehehe... Papa sendiri gimana kabarnyaaa?"
"Alhamdulillah Papa dan Mama juga disini baik-baik aja Sayang..."
"Alhamdulillaaahhh kalo gitu. Dira seneng banget dengernya. Oya ngomong-ngomong, kenapa Pa nelpon? Tumben... Hehehee."
Papa tertawa kecil, "Kabar suami kamu gimana, Nak?"
"Yeee si Papa. Ditanya malah nanya balik."
Papa tertawa nyaring.
"Alhamdulillah Mas Fahri juga sehat-sehat ajaaa koookk Paaa."
"Syukurlah kalo begitu. Hmm... Gini lho Sayang. Besok, rencananya, Papa dan Mama mau pulang ke Jakarta. Karena Papa dapat jatah cuti sekitar 2 minggu..."
"Waaaaahhh, reaaalllyy Paaaa...????" pekik Dira heboh dan kegirangan. Ya gimana gak girang cobaaa...?? Karena udah ada sekitar 2 tahunan kali, dia gak ketemu mama papa nya itu.
Papa tertawa kecil, "Iya Sayang... Ngapain juga kali Papa bohongin kamu. Emang disangkanya Papa kamu ni lagi nge-prank, apa...?"
"Idiiiihhh dasar yaa si Papaaa... Model papa-papa gahool zamaan knoww... Abis tau-tauan nya gitu. Istilah prank,"
"Hahahahaha... Gak papa dong Sayang, sekali-kali Papa kamu ini gaul. Masa ketinggalan jaman mulu, sih...?"
"Ahaha... Serah Papa deh. Yang penting Papa seneng, hihii..."
Papa tertawa lagi. "Oya ngomong-ngomong Sayang. Besok kamu dan Fahri bisa tolong jemput kami di bandara, gak...?"
"Okee, siiipp. Bisaa kookk. Nanti aku bilang sama Mas Fahri...! Nanti Papa kabarin aja ke kita nyampe bandara nya kira-kira jam berapa,"
"Okee deeh Sayaang. Makasih ya, Nak. Salam buat suami kamu."
"Iyyaaa Paaa. Salam juga ya buat Mama."
"Iya Nak. Yaudah ya Sayang. Sampe disini dulu. Assalamu'alaikum,"
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam Paaaaa,"
Dira pun mematikan telelpon dengan perasaan yang begitu berbunga-bunga. Sudah tak sabar ingin berjumpa dengan kedua orang terkasihnya itu.
*****
"Mmaassss..." Dira menghampiri Fahri yang masih berada di ruang tengah sambil bekerja di depan laptopnya itu, dengan suara mendayu-dayu.
Fahri menoleh sekilas, "Kamu kenapa senyam-senyum begitu? Mas jadi ngeri deh."
"Iih, Mas...!" dumel Dira sambil duduk di sebelah suaminya.
"Hehehe... Iya...Iya... Kenapa siih, Sayaaang...? Duniakuuu... Semestakuuuuu..."
"Preeeetttt, lebaaayyy...!"
Fahri malah ketawa ngakak.
"Mas, serius ih...!"
Akhirnya Fahri menghentikan aktifitasnya sejenak lalu mengalihkan perhatiannya pada sang istri. "Iya... Iya... Kenapa sih, Sayang...?"
"Hmmm... Mas. Tau gak? Siapa yang barusan nelepon akuuu...??"
"Iiiihhh Mmaaasss Fahriiii... Gak lucuuuuuuu...!" Dira mulai melotot.
"Hahahahaha. Ya lagian kamu lucu banget sih. Emang Mas paranormal apa yang bisa nebak-nebak siapa yang tadi telepon kamu...?"
Dira makin mengerucutkan bibirnya.
"Tuuh, kan. Mulai deh. Bibir gak usah dimonyong-monyongin gitu. Minta dicium ya?" Fahri ketawa geli.
"Mmaass, seriuss iihhh...!"
"Ya Mas dua rius...! Lagian sebenernya kamu tuh mau ngomong apa siihh sama Maaas...?"
"Oke. Oke. Gini looh Maass. Jaadiiiiiii... Tadi tuuh yang nelpon akuuuuu jeng... jeng... jeng..." ucap Dira dibuat sedramatisir mungkin, "...Paaaapaaaa...! Dan tau gak Mas. Dan yang lebih bikin aku seneng lagiiii... Besok Mama Papa mau ke Jakarta...! Karena Papa dapet jatah cuti 2 mingguan...!" ceritanya antusias.
Fahri tertawa kecil melihat ekspresi istrinya yang begitu lucu saat bercerita itu.
"Mas, truss Papa Mama minta tolong untuk jemput mereka besok, di bandara. Mas Fahri bisa kaaannn...?" Dira menatap Fahri dengan tatapan memelas bintang-bintang ala Shinchan.
"Iyyyaaa Sayaanggg. Bisa kook...! Dan pasti akan Mas usahain."
Dira memekik girang, "Makasiiihhh Sayaaangg." mencium kedua pipi Fahri dengan gemas.
__ADS_1
Lalu Dira ngabur lagi ke dalam kamar. Meninggalkan Fahri yang terbengong.
.
.
.
.
.
.
.
Haloo Para readers setiaakuu..!😊😊
Mudah-mudahan masih ada yang menanti kelanjutan cerita Dira dan Fahri yaa😁😆
Oya, ngomong-ngomong ini Karya pertamakuu.
Minta dukungan kalian yaa. Terus tinggalin jejak...!!
Like, komen, vote, rate5, and share...!!
Ayooo dong dukung penulis, minimal tinggalin like sama rate5, gak nyampe 1 menit kook sayang2 kuh😍😘
Dan juga kritik n saran yg membangun juga aku tungguu yaaa...!
Terima kasiiihhhh❤❤
.
.
.
.
Sedikit pengumuman lagii Sayang2 kuuh😍.
Teruntuk readers setiaku, maaf kalo selama bulan Ramadhan ini, author gak bisa up date terlalu banyak episode per harinya.
Harap dimaklumi, karena keadaan author yang agak lemes ini saat puasa, jadi nggak terlalu bisa banyak berpikir untuk mendapatkan ide-ide😂😆😆
__ADS_1