
Akhirnya hari Minggu pun tiba. Ya, apalagi kalau bukan hari ulang tahun Sisi. Acara akan dimulai tepat jam 10 pagi.
Sejak subuh para panitia beserta petugas hotel sudah mengecek kembali persiapan acara itu. Dan merampungkan sisa dekorasi yang belum selesai. Dari jam 7 pagi Nyonya Raisa sudah ngoceh-ngoceh kepada para panitia dan petugas hotel karena dia panik dan takut kalau-kalau persiapan untuk acara ulang tahun mewah putri semata wayangnya tidak sempurna. Bisa-bisa dia akan malu pada kolega-kolega pentingnya.
"Makanannya sudah beres semua kan?"
"Kue ulang tahunnya sudah siap?"
"Dekorasi di sebelah sana sudah selesai kan?"
"Bunga-bunga untuk sebelah situ sudah selesai?"
Dan maaasih banyak lagi.
Acara ulang tahun Sisi diadakan di sebuah ballroom hotel bintang 5 di Jakarta. Yang depannya menghadap langsung pada sebuah kolam renang yang juga sudah di-booking untuk acara itu.
Pesta ulang tahun Sisi berkonsep elegant classic. Dekorasi nya tampak mewah dengan perpaduan warna ivory dan gold. Di sudut lain, dekorasi nya bernuansa putih dihiasi daun serta bunga yang memiliki warna merah, peach, dan putih. Meja jamuan makanan berhiaskan bunga mawar berwarna ungu dan pink lengkap dengan lilin dan gold brass glass. Aneka hidangan makanan lengkap mulai dari Indonesia food, Western food, Japanese food, dan Chinese food. Dan tentunya yang paling penting dalam acara itu adalah sebuah kue ulang tahun mewah dengan 7 tingkat berwarna putih bertuliskan angka 20 sesuai angka ulang tahun Sisi. Kue ulang tahun itu bertabur berbagai hiasan mahal seperti batu berlian, rubi, zamrud, dan safir. Maka tak heran harga kue ulang tahun itu sangat fantastis yaitu mencapai 800 juta!
Bahkan untuk acara itu sudah disiapkan souvenir fantastis untuk para tamu undangan. Yaitu sebuah tas Gucci Marmont original yang harganya jangan ditanya lagi.
Dan kabarnya, untuk menyiapkan acara ulang tahun yang sangat mewah dan spektakuler untuk putri tunggalnya itu, Nyonya Raisa menghabiskan dana hingga mencapai 50M !
Akhirnya waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Satu per satu tamu undangan mulai berdatangan. Sisi yang hari itu menjadi ratu di acara pesta ulang tahunnya, tampil begitu cantik dan memesona. Bahkan ia menjadi pusat perhatian. Dengan balutan gaun off shoulder berwarna pink yang menjuntai sampai ke bawah kakinya. Rambutnya ditata sederhana namun tak mengurangi pesona kecantikannya. Dengan make up natural namun flawless yang menambah kesan anggun pada penampilannya.
MC pada acara ulang tahunnya pun mampu menciptakan suasana menjadi hidup dan meriah.
Kolega-kolega mama dan papa Sisi yang hadir tampak begitu menonjol diantara para tamu undangan lain dikarenakan pakaian mewah yang dikenakan mereka. Tak lupa tentengan kado di tangan mereka dengan nominal harga yang jangan ditanyakan lagi. Bahkan ada yang senilai satu buah mobil.
Lagu Jamrud berjudul "Selamat Ulang Tahun" menggema di seluruh ruangan ballroom. Seorang penyanyi wanita dan seluruh tamu undangan menyanyikan lagu itu dengan kompak.
Smoga Tuhan, melindungi kamu,
Serta tercapai semua angan dan cita-citamu
Mudah-mudahan diberi umur panjang
Sehat selama-lamanya
Selamat ulang tahun yaaa...
Semoga panjang umur selalu
__ADS_1
Selamat ulang tahun...
Selamat ulang tahun...
Sisi tersenyum bahagia sambil ikut bertepuk tangan di depan kue ulang tahun mewahnya.
"Yaaaaa... Akhirnya acara yang kita tunggu-tunggu tiba jugaaaaa...! Ayo potong kue-nya Nona Sisi...!" teriak sang MC lantang dengan mic di tangannya.
Sisi berjalan perlahan dan kini berdiri di samping kue ulang tahun raksasanya. Dia mengambil pisau yang terletak di samping kue ulang tahun itu, lalu dengan hati-hati memotongnya dari atas. Tak sedikit para tamu undangan yang terpukau dan mengabadikan momen itu.
"Potongan pertama untuk siapa niiiihhhh...? Pastinya untuk seseorang yang spesial di hati doooongggg...?" sang MC berseru lagi dengan heboh.
Sisi-pun berjalan sambil memegang potongan pertama kue ulang tahunnya. Lalu memberikannya pada sang mama yang berdiri tak jauh darinya.
Nyoya Raisa pun tersenyum manis sambil menerima potongan pertama kue ulang tahun itu. "Terima kasih Sayang..." ucap Nyonya Raisa sambil mencium kedua pipi sang putri. Yang dibalas Sisi dengan senyum yang tak kalah manis.
Dan tepuk tangan pun menggema di seluruh penjuru ballromm.
"Potongan yang kedua untuk siapaaa niiiiihhhhh...?" seru sang MC lagi.
Sisi mengedarkan pandangannya. Dia begitu kecewa karena sang papa tak hadir di hari pentingnya ini. Dan kekecewaannya makin bertambah begitu menyadari sejak tadi batang hidung Adit tak nampak. Namun tidak mungkin juga dia memberikan potongan kedua kue ulang tahunnya pada Adit. Karena itu pasti akan membuat Dira curiga dan bertanya-tanya tentang apa yang terjadi sebenarnya antara mereka berdua. Akhirnya Sisi memberikan potongan kedua kue ulang tahunnya pada sang sahabat tersayang. Oya, ngomong-ngomong Dira sudah datang sejak jam 9 pagi bersama Fahri lalu dengan hebohnya memeluk Sisi sambil mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya berkali-kali.
Dira yang diberikan potongan kedua kue ulang tahun Sisi tampak begitu sumringah lalu memeluk Sisi erat. "Makasiiiiihhhhh Sayangkuuuuu..!" seru Dira heboh yang dibalas senyuman lebar dari Sisi.
Dan tepuk tangan pun menggema lagi.
Dan acara selanjutnya yaitu para tamu yang menikmati berbagai jamuan lezat yang sudah disediakan. Sambil disuguhi alunan lagu yang dinyanyikan oleh sang penyanyi dalam acara pesta tersebut.
Sisi sebenarnya sangat kecewa. Dia sangat berharap di hari jadinya ini papa-nya bisa pulang dan hadir dalam pesta ulang tahunnya. Namun sepertinya harapan tinggal harapan.
Akhirnya Sisi memilihn untuk berbincang-bincang dengan teman-teman kuliahnya.
SET!
Tiba-tiba sebuah tangan menariknya sebelum Sisi sempat protes. Kemudian membawanya keluar dari ballrom hotel menuju sebuah taman sepi.
"Mas Adiiitttttt...!???" dia tercekat beberapa saat. Lalu sedetik kemudian dia menubruk tubuh Adit dengan pelukan. Dan itu sukses membuat Adit membeku sepersekian detik.
Namun beberapa saat kemudian dia buru-buru tersadar dan segera melepas pelukannya dari Adit. Wajahnya sudah merah bagai kepiting rebus.
"Ma-maafin aku..." ucapnya gugup.
Namun Adit malah menyunggingkan senyum sangat lebar. "Gak papa kok..." sahutnya sambil mengelus puncak kepala Sisi. Dan kali ini Sisi yang dibuat berdebar tak karuan.
"Maafin Mas Adit ya karena dateng telat..." ucapnya lembut.
Sisi mengangguk sambil tersenyum. "Sisi kira Mas Adit gak bakal dateng..."
Adit tersenyum lagi, "Gak mungkin lah aku gak dateng di hari jadi cewek yang aku-" Adit buru-buru sadar dan segera menghentikan kalimatnya. Hampir saja dia keceplosan.
"Cewek yang aku apa Mas?" Sisi penasaran.
"Maksud aku di hari jadi sahabat kesayangan dari adik aku!" kilah Adit gugup.
"Oh," hanya kata itu yang keluar dari mulut Sisi, seolah berusaha menutupi rasa kecewanya.
"Si," cetus Adit yang mau gak mau memaksa Sisi memasang tampang baik-baik saja di hadapan Adit, walau jauh di lubuk hatinya dia kecewa.
"Ini hadiah buat kamu," ujar Adit sambil menyodorkan sebuah paper bag berwarna pink. Sisi-pun meraihnya sambil tersenyum.
"Thanks Mas Adit..."
Adit mengangguk sambil tersenyum.
__ADS_1
"Oya, kamu buka aja hadiahnya sekarang,"
Mata Sisi tiba-tiba berbinar. "Seriusan gak papa aku buka kadonya sekaraaangg...??"
Adit mengangguk lagi.
Dengan tak sabar Sisi pun segera membuka paper bag itu. Dan ternyata Adit tidak membungkus lagi hadiahnya dengan kertas kado. Dilihatnya sebuah kotak perhiasan cantik berwarna biru navy. Matanya makin berbinar-binar.
Segera diambilnya kotak perhiasan itu dengan wajah berseri, "Apa ini Mas?" ucapnya tak sabar. Dia pun segera membuka kotak perhiasan itu. Dan mulutnya sedikit terbuka ketika sebuah kalung berlian cantik warna putih terpampang di depan matanya.
"OMG... Ini cantik bangettttt Mas..." dia tak berhenti terpukau.
"Kamu suka...?"
"Banget!" jawabnya mantap.
Yang membuat Adit tersenyum begitu sumringah.
"Mau aku pakein?"
Sisi mengangguk.
Adit-pun dengan hati-hati mengambil kalung berlian itu dari kotak perhiasan yang dipegang Sisi. Kemudian berjalan ke belakang Sisi. Dan dia meneguk salivanya ketika melihat tengkuk putih mulus Sisi.
Astaga! Gue mikir apa sih. Dasar otak mesum!
Adit buru-buru tersadar sebelum fantasinya semakin liar.
Dengan perlahan dia memakaikan kalung cantik itu di leher Sisi.
"Kalung cantik untuk bidadari cantik..."
Dan ucapan Adit itu sukses membuat Sisi tersipu lagi.
Lalu entah keberanian darimana, Sisi tiba-tiba membalikkan badannya dan dengan gerakan cepat mengecup pipi Adit. Dan lagi-lagi itu sukses membuat Adit membeku. Sampai-sampai mulutnya sedikit terbuka.
Dan untuk beberapa saat, atmosfer diantara mereka berdua begitu kikuk.
Lalu Adit yang akhirnya tersadar dari buaiannya, memberanikan diri meraih kedua tangan Sisi.
Oke, saat ini juga, gue harus mengutarakan isi hati gue sama Sisi! Tunjukkin kalo lo itu laki-laki sejati Dit! Adit bergumam dalam hati.
"Si... ada yang pengen Mas Adit sampein ke kamu..." suara Adit nyaris seperti bisikan.
Sedangkan Sisi yang berada di hadapannya rasanya hampir pingsan karena tak mampu mengontrol detak jantungnya yang berdentum tak karuan.
"Sebenernya Mas Adit..."
"Sisi!"
Tiba-tiba sebuah suara mengagetkan mereka berdua. Yang refleks membuat Adit melepaskan tangannya pada tangan Sisi.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Gimana-gimana Gaeess? Part yang ini seru gak? SPAM KOMEN yang banyak PLIISSSS! Dan tekan Tombol LIKE juga ya! Biar aku makin semangat UP episodenya. Ditunggu!😘😘😘😘😘