
Seorang gadis cantik yang mengenakan setelan blouse putih dan rok tutu mutiara berwarna hitam di atas lutut, tengah berdiri bersandar di pintu mobil bagian kirinya sambil melipat tangan di depan dada.
Tak lama berselang, seorang lelaki dengan tubuh tinggi besar dan warna kulit kecoklatan serta mengenakan pakaian serba hitam, berjalan menghampiri gadis itu.
Gadis itu langsung menegakkan tubuhnya. Kini kedua orang itu sudah berdiri berhadapan tepat pada satu garis lurus.
"Cari info sebanyak-banyaknya tentang perempuan ini." ucap Sisi dengan mimik serius, menatap lelaki bermata pekat di depannya. "Ini fotonya," lanjutnya sambil menyerahkan selembar foto.
"Dan juga cari tau, apakah dia punya hubungan sama lelaki ini." tambahnya lagi sambil menyodorkan sebuah foto bergambar laki-laki. Foto yang tak lain gambar wajah Fahri.
Ya, gadis itu menyewa seorang mata-mata.
"Kalo lo berhasil cari tau semuanya, gue kasih imbalan 25 juta."
"Ini uang mukanya dulu, 5 juta." ujar Sisi sambil menyodorkan sebuah amplop cokelat tebal.
Lelaki itu meraih amplop cokelat yang disodorkan Sisi, "Siap Nona!" tercipta senyum menyeringai dari bibirnya.
*****
Besoknya.
Dira berjalan keluar dari gerbang kampusnya. Dia berdiri di halte depan kampusnya seperti biasa. Menunggu taksi online yang telah dia pesan.
Namun tak berapa lama kemudian, sebuah mobil berhenti tepat di depannya. Seseorang keluar dari situ dan menarik paksa gadis itu masuk ke dalam mobil sebelum dia sempat memberontak.
"Mas Fahri...??" Dira menahan napasnya seraya membulatkan kedua matanya.
__ADS_1
Lelaki di sebelahnya tak menghiraukannya dan terus fokus menyetir.
"Turunin aku Mas!" pekik Dira menahan emosi.
Lelaki itu tetap tak bergeming dan kini malah menambah kecepatan laju mobilnya.
Membuat gadis itu membungkam mulutnya dengan perasaan ketar-ketir.
Tak berapa lama kemudian, Fahri menepikan mobilnya di tepi jalan yang sepi.
Lelaki itu membalikkan tubuhnya menghadap sang istri. Membuat Dira gugup seketika dan meremas ujung bajunya.
Kedua mata tajamnya memandang sang istri dengan sorot pilu dan penuh kerinduan. Ia terlihat sangat kacau.
"Aku kangen banget sama kamu Dir..." kalimat pertama yang keluar dari mulutnya, terdengar lirih dan begitu menyayat hati.
Rasanya ia ingin mendekap erat tubuh gadis itu, yang telah menjadi candu baginya.
"Mas Fahri..." ucapnya dengan tenggorokan tercekat. Ia begitu ragu ingin mengucapkannya. "Apa sebaiknya... Kita bercerai aja...?"
Fahri bagai tersambar petir di siang bolong. Ia membeliakan kedua matanya.
"Gak!" sentaknya cepat. "Aku gak mau cerai dari kamu!" seketika rahangnya mengeras.
Sebenarnya Dira juga begitu sakit begitu mengucapkan kalimat itu. Tapi dia sudah terlanjur kecewa dengan suaminya.
"Aku gak ada hubungan apa-apa sama perempuan itu! Kamu cuma salah paham!!" teriaknya menahan emosi.
__ADS_1
Dira tetap tak memandang wajah lelaki itu. Ia memejamkan matanya sesaat, menahan sesak di dadanya.
"Semua kejadian ini masih bagai benang kusut buat aku..." imbuh Dira lirih.
Gadis itu membisu beberapa saat.
"Biarin aku sendiri dulu..." tuturnya nyaris bergetar, "Aku masih pengen nenangin diri..."
Fahri memejamkan matanya sesaat, rahangnya bergemeretak.
Dengan satu gerakan cepat, gadis itu berhasil membuka pintu mobil suaminya. Dan berjalan cepat menjauhi mobil itu. Sebelum lelaki itu sempat mencegahnya.
Fahri mematung seketika. Lalu sesaat kemudian dia memukul stir mobilnya dengan kencang sambil berteriak frustasi.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continued...
Kasih LIKE dan KOMEN yang banyak pliisss gaeess❤