
LIKE, KOMENT, RATE5, SHARE, N FAVORIT DULU GAEESS! BARU LANJUT BACA
*****
"Oya Mas. Nanti ya jangan pulang dulu. Bik Tuti lagi buatin minuman tuh," tukas Sisi.
"Yaudah deh apa boleh buat kalo gitu Si. Kan sayang kalo minumannya udah terlanjur dibuat tapi gak diminum, hehehe..." guyon Adit.
Sisi tertawa kecil, "Iya bener Mas! Makanya tungguin dulu ya,"
"Oke deh," tertawa kecil.
Dan tak butuh menunggu lama lagi, yang ditunggu pun datang. Ya, Bik Tuti dengan nampan di tangannya berisi 2 gelas sloki berisi orange jus dingin dan 2 piring datar dengan kue brownies panggang dan rainbow cake di atasnya.
Bik Tuti pun menaruh kudapan yang dibawanya di atas meja tamu minimalis yang berada di tengah-tengah Sisi, Adit dan Bang Jarwo.
"Makasih ya Bik," ucap Adit tersenyum tipis.
"Sama-sama Den," balas Bik Tuti juga tersenyum tipis. Lalu Bik Tuti pun pamit untuk masuk ke dalam lagi.
"Ayo Mas Adit, Bang Jarwo. Diminum dulu. Terus kue nya dicicipin..."
"Kamu mah gak usah nawarin Bang Jarwo Si. Tanpa kamu tawarin juga pasti dia dengan suka hati akan mencicipi semua makanan sama minuman ini sampe ludes! Coba aja kalo gak percaya. Kamu meleng dikit nih, tau-tau pasti semua makanan sama minuman di atas meja ini udah abis gak tersisa!" canda Adit membuat tawa mereka semua pecah memenuhi ruang tamu rumah Sisi.
"Jangan buka kartu gitu dong Bos!"
"Hahahahahahaaaa..." tawa mereka semua menggema lagi.
"Yaudah ayo Mas Adit, Bang Jarwo. Cepetan diicip."
*****
__ADS_1
"Ini kunci mobil kamu ya." tukas Adit sambil menyodorkan kunci mobil milik Sisi padanya. Sisi pun menerimanya sambil tersenyum tipis. "Makasih banyak lho Mas sekali lagi,"
Adit terkekeh geli. "Kamu tuh udah berapa kali lho ngomong makasih ke Mas Adit. Sekali lagi ngomong kayak gitu dapet piring sama gelas cantik lho!"
Sisi tertawa geli.
Kini mereka bertiga sudah berdiri di depan pintu rumah Sisi.
"Mobilnya Mas parkir di halaman rumah kamu gak papa kan? Apa mau Mas Adit parkirin sekalian di garasi?" sambil menunjuk Aston Martin Vantage milik Sisi yang sudah terparkir dengan manis di halaman rumahnya yang sangat luas.
"Eh... gak usah gak usah Mas!" sergahnya cepat. "Gak papa kok! Nanti biar aku aja yang masukin sendiri ke garasi, hehehe..."
Lagi-lagi Adit tersenyum tipis. "Yaudah deh kalo gitu..."
"Yaudah kalo gitu Mas Adit pamit ya Si. Makasih banyak lho atas jamuannya. Hehehe..."
Sisi terkekeh. "Ih, apaan sih Mas Adit tuh. Jamuan apaan, orang cuma disuguhin minuman sama kue doang kok,"
"Ya itu kan juga jamuan Si, hehehe..."
Adit tertawa nyaring.
"Mba Sisi, pamit ya. Makasih atas jamuannya ya Mba," ucap Bang Jarwo mengulang kalimat Adit.
Sisi tersenyum lebar. "Iyaaa... Bang Jarwo. Sama-sama! Saya juga makasih ya!"
"Hehehe... Iya sama-sama Mba,"
"Yaudah kita pamit ya. Assalamu'alaikum..." ujar Adit.
"Wa'alaikumsalam..." balas Sisi tersenyum kecil. Memperhatikan mereka berdua sampai masuk ke dalam mobil Adit yang diparkir di halaman rumah Sisi.
__ADS_1
*****
POV Adit.
Aku sedang berbincang dengan Bang Jarwo di ruang tamu rumah Sisi ketika gadis itu muncul di tengah-tengah kami dengan mimik wajahnya yang agak kaget ketika melihatku. Dan jujur, wajahnya sangat lucu ketika itu. Dengan rambut yang sedikit berantakan dan wajah polos dan sembab yang sangat kentara kalau dia itu baru bangun tidur.
Dia buru-buru merapikan rambutnya dan menghampiri kami perlahan. Kemudian duduk di hadapan ku dan Bang Jarwo.
Entah aku ini sudah gila atau apa. Kenapa jantungku seperti melompat-lompat tak karuan melihat wajahnya yang baru bangun tidur itu namun masih terlihat sangat cantik walau tanpa make-up?
Dengan kulit putih mulus. Mata belo-nya yang sungguh lucu kalau sedang membelalak. Dan rambut panjang lurus sepinggang yang berwarna perpaduan cokelat dan burgundy.
Kemudian aku menjelaskan maksud kedatanganku yang ingin mengantarkan kembali mobilnya yang sudah betul. Dia terus saja mengucapkan terima kasih berkali-kali dengan mimik wajahnya yang lucu itu. Oh Tuhan... apakah aku benar-benar sudah gila karena jantung ini terus saja berdebar tak karuan apalagi saat melihatnya tersenyum dan tertawa?
Kemudian kami berbincang-bincang ringan membicarakan segala macam hal. Sambil menyantap kudapan yang dihidangkan oleh seorang asisten rumah tangga di rumahnya yaitu Bik Tuti.
Dan akhirnya waktu pun memisahkan kami. Karena tak ada alasan lagi untuk aku terus berlama-lama di rumahnya.
Oh Tuhan... apa yang terjadi pada diriku??? Kenapa saat ini aku berpikir, ingin terus berada di dekatnya dan bersama terus dengannya??? Apakah aku benar-benar sudah gila????
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continued...