Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 100


__ADS_3

Sabtu pagi, pukul 10.15 WIB.


"Sayang... Yuk. Dira udah siap," ujar Dira lembut sambil memeluk leher Fahri yang sedang duduk di tepi ranjang, dari depan.


Fahri malah merangkul pinggang istrinya yang sedang dalam posisi berdiri itu. Lalu menarik tubuh Dira ke arahnya sehingga kini tak ada lagi jarak diantara mereka. Fahri dengan posisinya yang masih duduk itu, terus mengeratkan pelukannya pada pinggang Dira sambil membenamkam wajahnya di ceruk leher Dira.


Dan dia mulai menciumi dada istrinya serta memberi gigitan-gigitan kecil. Yang otomatis membuat aliran darah di dalam tubuh Dira seketika mengalir dengan cepat. Seiring dengan detak jantungnya yang berpacu cepat.


"Mas..." desis Dira menahan napasnya.


"Hmmmm," Fahri hanya bergumam sambil terus melakukan aksinya. Tangannya mulai nakal memainkan gunung kembar Dira yang tertutup blouse.


Dira yang sadar Fahri mulai tegangan tinggi, buru-buru menghentikan aksi suaminya itu.


"Mmaassss... Stoooppp!" Dira menjewer telinga Fahri sambil melotot.


"Awww... sakit Sayang!"


Dira melepas jewerannya pada telinga Fahri. "Abisnya kebiasaan siiihhhh...!" matanya mendelik galak. "Kita kan mo pergi nyari kado buat ulang tahun Sisi, Mas!"


Fahri malah terkekeh. "Ya kan bisa skidipapap dulu Sayang..." godanya jail.


"Skidipapap dari Hongkong!"


Melihat sang istri yang marah-marah begitu, malah membuat Fahri semakin gemas pada istrinya. Dia menarik pinggang Dira lagi dan kini menciumi perut buncitnya. "Sayang, liat tuh. Bunda kalian marah-marah terus..." ucap Fahri bicara sendiri pada perut Dira.


Dira menahan senyumnya melihat kelakuan Fahri.


"Maasss... Iihhh... ayo berangkaaatt..." rajuknya manja.


"Iya... iya... Yuk," akhirnya Fahri beranjak, dan sempat-sempatnya dia mengecup puncak kepala Dira dengan gemas. Sebelum akhirnya merangkul pundak Dira keluar dari kamar mereka.

__ADS_1


*****


Sebuah mall di Jakarta.


"Mas... Mas punya ide gak buat kado ulang tahun Sisi...?" tanya Dira, kini mereka sedang berjalan mengelilingi mall.


Fahri tertawa kecil. "Mas mana ngerti Sayang... Kan kamu yang sahabatnya. Masa nanyanya ke Mas...?"


Dira pura-pura cemberut.


"Hmmm... Ngasih kado apa yaaa ke Sisi...? Dira tuh bingung Mas. Dia udah punya semua barang mewah,"


Fahri hanya mengangkat bahu.


"Hmmmm," Dira tampak berpikir.


"Kita kesitu aja deh Mas!" putus Dira akhirnya sambil menunjuk gerai jam tangan mewah.


Dira mulai berkeliling mencari jam tangan yang cocok untuk sang sahabat. Fahri hanya mengekor di belakang.


"Nah... Ini aja deh kayaknya! Gimana Mas?" tunjuk Dira pada sebuah jam tangan wanita merk Bulgari bermodel diameter bulat. Dengan kombinasi warna silver metalik dan rose peach dan berhiaskan ukiran tulisan "Bulgari" yang mengelilingi diameter jam. Jam tangan itu dibandrol dengan harga 98 juta.



"Terserah kamu aja Sayang,"


Akhirnya Dira memutuskan mengambil jam tangan itu. Dia segera membawanya ke kasir.


*****


Sementara itu, di mall yang berbeda.

__ADS_1


Adit sedang berada di dalam toko perhiasan. Ya, tak salah lagi. Dia pun sedang mencari kado istimewa untuk ulang tahun Sisi.


Setelah berkeliling di toko tersebut dan bertanya-tanya tentang rekomendasi perhiasan yang bagus pada karyawan toko tersebut, akhirnya pilihannya jatuh pada sebuah kalung cantik berwarna putih dengan taburan berlian mewah di setiap sisinya.



"Berapa harga kalung ini Mbak?" tanyanya pada karyawan toko tersebut.


"Seratus Lima Belas juta Mas,"


"Baik saya ambil yang ini."


"Baik Mas. Mari ikut saya ke kasir,"


Adit pun berjalan mengekori karyawan tersebut.


.


.


.


.


.


.


.


Minta KOMEN, LIKE yang banyak Sayang2kuuh. Rate5 dan FAVORIT juga. Apalagi kalau kalian mau kasih VOTE, aku BERTERIMA KASIH BGT sama kaleaannn. Itu pasti bikin aku makin semangat Update wkwkwk. THANK UUU😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2