
Hari demi hari pun berlalu begitu cepat.
Hari ini hari Sabtu, pukul 09.15 WIB.
Dira berada di pantry. Dia baru saja selesai membuat orange juice. Lantas ia menaruh orange juice dan sepiring macaroni cheese yang ia pesan di aplikasi, di atas sebuah baki.
Kemudian berjalan ke ruang kerja sang suami seraya membawa baki berisi makanan dan minuman itu.
Setelah mengetuk pintu, ia pun masuk ke dalam.
"Sayang... ini aku bawain sesuatu buat kamu," ujar Dira lembut sambil meletakkan baki itu di atas meja kerja sang suami.
Fahri yang sedang mengetik di laptop, menghentikan aktivitasnya. Dia menatap sang istri seraya tersenyum lembut. "Makasih sayang,"
Dira mengangguk pelan sembari tersenyum ke arah suaminya.
Tiba-tiba Fahri beranjak dari duduknya dan menghampiri sang istri. Lalu tanpa diduga Dira, dia membawanya duduk di pangkuannya.
Entah kenapa, walaupun sudah lumayan lama berumah tangga dengan Fahri, tapi dia masih saja gugup dengan semua perlakuan spontan sang suami.
"Ma--Mas... Aku udah berat lho," ujarnya gugup.
Fahri hanya tersenyum sambil dengan gemas mencium pipi sang istri.
"Kamu gak usah capek-capek Sayang..." tutur Fahri lembut.
Dira memukul pelan lengan sang suami yang sedang memeluk pinggangnya. "Iihh, capek apaan sih Mas. Lebay deh... Orang aku cuma buatin minum doang," gerutunya.
__ADS_1
Fahri terkekeh.
Tak lama kemudian, dia membenamkan wajahnya di tengkuk Dira. Sambil menghirup aroma vanilla yang terpancar dari tubuh sang istri yang baru selesai mandi.
"Apapun yang terjadi nanti... Kamu jangan pernah tinggalin aku ya..." cetus Fahri tiba-tiba dengan suara lirih.
Membuat sang istri seketika menautkan kedua alisnya. "Apaan sih Mas? Kok tiba-tiba ngomong kayak gitu...?"
Fahri hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan sang istri.
Kini tangannya beralih mengusap perut buncit sang istri yang usia kehamilannya sudah masuk 5 bulan. "Papa udah nggak sabar untuk ketemu kalian Sayang..."
Dira tersenyum. Kemudian menautkan jemarinya pada jemari sang suami.
Mereka berpelukan lama masih dalam posisi yang sama.
Sementara itu di tempat yang berbeda.
Sepasang kekasih berjalan keluar dari studio bioskop sambil bergandengan tangan dengan mesra. Di tangan mereka masing-masing terdapat sekaleng soda dan sekotak popcorn.
Mereka terus berjalan keluar area mall menuju tempat parkir.
Setelah berada di dalam mobil, sepasang sejoli itu masih saja saling bergenggaman tangan seolah takut kehilangan. Sang lelaki menggunakan satu tangannya lagi untuk menyetir.
"Mau makan dulu Sayang?" tanya Adit lembut sambil menoleh sekilas ke arah sang kekasih.
"Mau laahh Sayang... Lapeerrr," balas Sisi manja.
__ADS_1
Adit tersenyum. "Iya... Iya. Mau makan dimana Sayangku...?"
Sisi tampak berpikir sejenak.
"Di Steak 21 aja gimana Mas?"
"Terserah kamu aja Sayang..." ucap Adit lagi seraya tersenyum menatap sang kekasih.
Sisi tersenyum lebar.
Membuat Adit gemas pada gadis itu dan rasanya ingin melahap bibir itu.
Astagaaaa...! Sadar Dit, sadar...! Belum halal inget lo! Kalo udah halal, bebas deh lo mau nyosor-nyosor juga...!
Adit buru-buru menjernihkan pikirannya yang mulai piktor (pikiran kotor). Wkwkwk.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continued...
Minta KOMEN, LIKE yang banyak Sayang2kuuh. Rate5 dan FAVORIT juga. Apalagi kalau kalian mau kasih VOTE, aku BERTERIMA KASIH BGT sama kaleaannn. Itu pasti bikin aku makin semangat Update wkwkwk. THANK UUU😘😘😘