Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 41


__ADS_3

**Sebelum mulai baca, ayoo doong Sayang2 kuuh😍😍😍, dukung aku dengan tinggalin koment, like, vote, rate 5, dan juga share. oya terakhir juga klik favorit yaa biar kalo episode nya udah up kalian dapet notif (maap ya kalo aku banyak maunya wkwkwk)


Dukungan kalian bikin aku semangat untuk Up episode tiap harinyaa. makasiihh sayang2 kuuh😍😍😘 and Happy Readiinggg**..!!


*****


Dan akhirnya. Hari ini adalah hari pertama mereka berdua mulai masuk lagi setelah liburan yang cukup lama, hampir sebulan. Ya, tentunya mereka akan memulai rutinas mereka kembali. Fahri yang bekerja sebagai dosen. Dan Dira yang mulai masuk semester 5 di bangku kuliahnya.


"Mas, mau makan nasi goreng apa roti?"


"Nasi goreng aja, Sayang."


Dira yang duduk di hadapannya pun, mulai mengambil sebuah piring dan menyendokkan nasi goreng ke dalamnya.


"Ini Sayang," ucapnya sambil meletakkan piring yang sudah berisi nasi goreng itu ke hadapan Fahri.


Fahri tersenyum, "Makasih my lovely wife,"


"Pret, gombal."


"Ck, kalo muji dibilang gombal mulu. Terserah deh." jawabnya kalem lalu mulai menikmati nasi goreng buatan Bik Inah itu.


Dira mengambil 2 lembar roti tawar putih, lalu mulai mengolesinya dengan selai cokelat.


"Sayang, ini hari pertama kamu masuk semester 5, kan?" Fahri mengunyah nasi gorengnya.


Dira mengangguk sambil mulai menikmati roti selai cokelat nya.


"Yang semangat ya, Sayang."


"Iyaaaa, Maskuu."


Fahri tersenyum, "Yaudah yuk cepetan sarapannya. Udah hampir jam setengah 7 tuh,"


"He-eh,"


*****


Mereka berdua kini sudah berada di dalam mobil.


"Eh Mas, tunggu." ucap Dira sambil membetulkan kerah kemeja suaminya.


Tiba-tiba Fahri meraih tangannya, lalu menggenggamnya. "Makasih ya, kamu perhatian banget my sweety..." ucapnya lembut dengan tatapan mautnya itu, ngalahin aktor-aktor Korea. Lalu perlahan diraihnya Dira mendekatinya, lalu dilumatnya bibir sang istri dengan dalam dan lembut.


Wajah Dira bener-bener udah kayak kepiting rebus. Biar bagaimana pun, dia masih suka dibuat terkejut dengan ulah Fahri yang suka menyerangnya secara tiba-tiba itu. Seolah dia harus mulai terbiasa dengan sikap sang suami yang suka menyerangnya secara agresif.


"M... Mas..." gumam Dira yang mulai kehabisan napas karena ulah Fahri. Namun Fahri malah makin dalam mencium bibirnya.


"Maaass...!" jerit Dira akhirnya, berhasil melepaskan dirinya dari cengkraman Fahri.


"Nanti telattt iiihhhh," lanjutnya sambil pura-pura menjewer telinga Fahri.

__ADS_1


"Aaawww, sakit tau, Sayang." ringis Fahri.


Dira melotot lalu memukul lengan sang suami, "Abisnya kebiasaan sih. Jangan mesum terus kek pikirannya!"


Fahri malah meringis dan menatap Dira dengan sorotan nakal. Lalu dia pura-pura ingin mendekatkan wajahnya lagi ke wajah Dira.


"Mas Fahriiiii...!"


Fahri tertawa kencang. "Iya, iya... Yuk, jalan."


*****


"Sayaaaanggggg...! Ya ampyuuuunnnn gue kangeennnn bangeettt sama loooo, Diiirrrr..." pekik Sisi histeris. Ya, bukan Sisi namanya kalo gak rame, heboh, pecicilan. Dia langsung memeluk Dira dengan erat. Udah kayak 5 tahun nggak ketemu aja, capeee deehhh😂.


Mereka saling melepaskan pelukannya.


"Samaa beeeb, gue juga kangeeeeennnnn bangeettt sama loooo...!" balas Dira nggak kalah rame.


"Cahilaaaahhh yang abis pulang hanimun dari Pariiisss... Uhuuuuy, bentar lagi kayaknya gue punya ponakannn neehh,"


"Sssttt...! Jangan kenceng-kenceng napah ngomongnya. Hadeuh, sama aja lo ngomongnya kayak Mas Adit,"


Sisi cengengesan.


"Btw, lo nggak mau kasih gue sesuatu gitu, beb. Apaaaa, gitu."


"Iyeeeeee, tenang aja. Gak bakal lah gue lupa ama sahabat gue yang centil ini. Nih," Dira langsung menundingkan sebuah goodie bag yang sama persis seperti yang diberikan kepada Adit, tepat di depan wajah sang sahabat.


"Yeeeeeee, asiiikkkk." ucap Sisi kegirangan persis anak kecil abis disogok permen kaki sama es mambo yang seribuan. Segera diraihnya goodie bag itu.


"Yaaa, samaaa... Kayak yang kita kasih ke Mas Adit. Baju, sepatu, souvenir. Oya tapi gue juga ngasih itu tuh, aksesoris sama cokelat asli Paris,"


"Wuuaahhhh, thanks beraaattt yaaa, Sayaangg...!" heboh Sisi lagi sambil ngecup pipi kanan Dira sekilas.


"Eh, buset lo. Cium-cium gue gini, Si. Gue masih normal, hadeuh. Mentang-mentang lo kelamaan jomblo gitu sampe jamuran, tapi jangan kayak gini dong," tiba-tiba Dira bergidik ngeri.


"Wuahahahahaha. Yaa kaleee lo. Gue juga masih normal keleusss."


Lalu kedua sobat kental itu pun berjalan beriringan melewati koridor kampus. Lalu di depan gedung rektorat mereka berpisah, menuju fakultasnya masing-masing.


*****


Sang dosen baru saja selesai menerangkan mata kuliah Ekonomi Industri 1. Tak lama beliau-pun segera meninggalkan kelas.


Dan dapat ditebak, riuh rendah ruang kelas itu mulai terdengar. Beberapa mahasiswa mulai tak sabar keluar dari kelas.


Tiba-tiba hp Dira berbunyi.


"Halo, Mas."


"Iya Sayang. Kamu udah selesai kelasnya?" suara sang suami di seberang sana.

__ADS_1


"He-eh,"


"Terus abis ini ada mata kuliah lagi nggak?"


"Hmm, nggak ada sih Mas."


"Okey. Terus kamu pulangnya mau bareng Sisi apa mau Mas jemput? Kebetulan Mas juga masih kosong nih. Nanti baru ngajar lagi jam 4 sore,"


"Hmmm, emang nggak papa... Mas bolak balik gitu. Jemput aku, anter sampe rumah. Terus balik lagi ke kampus, Mas."


Fahri malah tertawa kecil mendengar jawaban istrinya itu, "Haduh Neng... Neng... Kalo ada di depan Mas udah abis kamu Mas cium. Lagian aneh-aneh aja, udah kayak sama siapa aja ngomong kayak gitu. Orang suami sendiri ini. Jangankan cuma bolak-balik demi jemput kamu, kalo Rembulan bisa dipetik, bakal Mas ambilin buat kamu..." ucap Fahri mulai melontarkan gombalan-gombalan lebaynya.


"Hueekkkss, gombal gembeelll...!"


"Hahahaha. Yaudah, gimana jadinya?"


"Yaudah dijemput sama Sayangku aja deh," ucap Dira tersipu malu.


"Kenapa...? Kamu udah kangen banget yaa sama Mas...?"


"Tau ah elap,"


"Hahahahaha. Yaudah iya... iya... Yaudah tunggu di halte depan kampus kamu ya, kayak biasa."


"He-eh,"


Sambungan telepon pun terputus.


.


.


.


.


.


.


.


Haloo Para readers setiaakuu..!😊😊


Mudah-mudahan masih ada yang menanti kelanjutan cerita Dira dan Fahri yaa😁😆


Oya, ngomong-ngomong ini Karya pertamakuu.


Minta dukungan kalian yaa. Terus tinggalin jejak...!!


Like, komen, vote, rate5, and share...!!

__ADS_1


Dan juga kritik n saran yg membangun juga aku tungguu yaaa...!


Terima kasiiihhhh❤❤


__ADS_2