Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 24


__ADS_3

Semenjak kejadian itu, hubungan Dira dan Fahri semakin merenggang. Bahkan beberapa kali Fahri sengaja mencari-cari alasan entah itu lembur atau yang lainnya, agar dia tidak pulang ke rumah.


"Hei, kamu tumben. Minta ketemuan gini. Ada apa...?"


Dira menggebrak meja kafe. Lalu menudingkan hp-nya ke depan wajah Alif. "Ini pasti kerjaan kamu, kan?" dia memicingkan matanya. Menunjukkan foto dirinya dan Alif berpelukan waktu itu.


Alif melengos, "Kalo emang iya, trus kenapa?" tanyanya sambil tersenyum sinis.


Dira makin memicingkan matanya. "Maksud kamu apa, Lif??? Kamu mau bikin rumah tangga aku berantakan...???" ucapnya hampir emosi.


"Iya! Biar aku bisa rebut kamu kembali, dari laki-laki itu! Puas kamu???"


Dira menggeleng-gelengkan kepala tidak percaya. Dia berusaha mengatur napasnya agar tidak emosi.


"Lif... Aku mohoonn... banget sama kamu. Tolong... Jangan ganggu aku lagi. Jangan ganggu rumah tangga aku lagi..." Dira mulai mengiba sambil menangis. "Aku mohon, Lif... Lupain aku... Karena sekarang juga, aku udah berusaha mulai ngelupain kamu..."


"Tapi, Dir. Aku-"


"Kalo kamu sampe berani gangguin rumah tangga aku lagi... Aku gak akan segan-segan untuk ngasih perhitungan sama kamu...!" tukas Dira untuk yang terakhir kalinya. Lalu bergegas pergi meninggalkan Alif yang mematung.


*****

__ADS_1


Dira sadar, kalau akhir-akhir ini Fahri sengaja menghindarinya.


"Mas Fahri, tunggu!" sergah Dira ketika Fahri ingin beranjak dari meja makan. Ya, mereka baru saja usai makan malam.


"Kenapa?" tanya Fahri dingin.


Dira beranjak dari duduknya. Lalu menghampiri suaminya itu.


"Aku mau ngejelasin sesuatu..."


Dira pun menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


"Aku mohon... Mas Fahri percaya yaa... sama Dira,"


"Sst, udah jangan dibahas lagi. Aku udah maafin Mas Fahri kok," ucap Dira sambil tersenyum.


Dan sontak jantung Fahri melompat-lompat lagi dengan sangat kencang.


"Mas harus kasih pelajaran ke cowok itu!"


"Sst, udah nggak usah Mas Fahri... Nanti malah bikin keadaan semakin runyam,"

__ADS_1


Mereka saling berpandangan lumayan lama. Kenapa Dira baru sadar ya... Ternyata suaminya itu emang ganteng. Dengan postur tubuh tinggi hampir 180 cm, wajah mature dengan jambang dan jenggot tipis, kulit kuning langsat, serta hidung mancung.


Tiba-tiba jantung Dira berdegup kencang. Dia buru-buru mengalihkan pandangannya dari Fahri.


"Yaudah ya, Dira ke atas dulu," ucap Dira salah tingkah. Namun tiba-tiba, kakinya tersandung dan...


Hup! Untung Fahri buru-buru menarik tangannya, dan kini... tubuh Dira terjatuh di atas tubuh Fahri. Dan jarak wajah mereka menjadi sangat dekat, bahkan Dira mampu merasakan embusan napas Fahri.


Mereka berpandangan semakin dalam. Lalu, entah siapa yang memulai... Kedua bibir itu kini saling bertautan. Semakin dalam... dan lembut.


*****


Dira menutupi wajahnya dengan kedua tangannya sambil memekik nyaring. Kini dia membolak-balikkan badannya di atas tempat tidur. Apa sih yang tadi dilakukannya dengan Fahri...? Apa otaknya sudah mulai nggak beres? Atau mungkin... dia mulai jatuh cinta... dengan Fahri...?


Akhirnya semalaman Dira tidak bisa tidur. Sampai-sampai ketika pagi hari, tercetak jelas kantung mata di bawah kedua matanya.


"Kamu kenapa? Sakit?" tanya Fahri lembut sambil memegang kening Dira.


Deg! Tiba-tiba jantung Dira berdegup kencang lagi.


"Enggak. Aku nggak kenapa-kenapa kok," jawabnya terbata.

__ADS_1


Fahri tertawa kecil sambil memandang Dira sekilas. Lalu memacu mobilnya cepat menuju kampus Dira.


__ADS_2