
Hari demi hari berlalu. Fahri dan Dira menjalani rutinas mereka masing-masing seperti biasa. Apalagi kini jadwal kuliah Dira semakin padat.
Senin itu, Dira baru saja sampai rumah ketika jarum jam menunjukkan pukul 16.50 WIB. Dia pulang menggunakan taksi online karena Fahri tak bisa menjemputnya dikarenakan ada rapat.
Dira meraih gagang pintu kamar dan, ceklek, pintu kamar terbuka lebar. Dia melangkah masuk. Badannya bener-bener udah kayak mau rontok (rambut kali ah😂😂) banget saking lelahnya.
Dia berjalan perlahan ke arah ranjang. Lalu dengan cepat diempaskan tubuhnya itu ke atas ranjang ukuran king size itu. Lalu tak lama kemudian matanya yang terasa sangat berat mulai terpejam. Dan... alam mimpi mulai menjemputnya.
"Emmhh..." Dira menggeliat, ketika samar-samar dia merasakan seperti ada seseorang mendekat sambil berbisik di telinganya.
Dia-pun mencoba membuka matanya pelan-pelan. Ternyata Fahri sudah duduk di sisi tempat tidur tepat di sampingnya. Sambil membelai lembut rambutnya.
"Sayang... bangun yuk... Udah jam 18.20 lho... Kamu kan belum sholat maghrib,"
Ya ampun... ternyata dia tadi ketiduran sampai maghrib gini.
"Kamu capek banget ya, honey? Sampe-sampe ketiduran belum ganti baju gini..." ucap Fahri lagi lembut sambil mencium kening Dira.
Dira perlahan beranjak dari tidurnya, lalu dengan posisi masih duduk di atas ranjang, ditatapnya wajah sang suami, "Mas kapan pulang?" tanyanya dengan suara masih serak.
Fahri tersenyum menatap lembut kedua netra sang istri, "Belum lama kok, Sayang,"
Dira mendekat ke arah Fahri, lalu memeluk sang suami dengan manja. Fahri membelai rambut Dira. Dilepasnya pelukan sang istri perlahan, lalu diciumnya bibir Dira dengan lembut dan dalam.
Dira memejamkan mata menikmati ciuman yang diberikan Fahri, lalu mulai melingkarkan tangannya di leher sang suami. Ya, ciuman itu begitu dalam dan lama...
Fahri tiba-tiba melepas ciumannya, "Sholat dulu gih, Sayang."
Dira tersipu malu, "Iya."
*****
Mereka berdua usai makan malam ketika jarum jam menunjukkan pukul 20.06 WIB.
Setelah itu mereka kembali ke kamar.
"Mas... Dira tidur duluan ya. Ngantuk banget," ucap Dira yang sudah naik ke atas ranjang mereka.
"Iya, Sayang. Kamu tidur duluan gih. Mas masih ada kerjaan yang harus diselesai-in." balas Fahri sambil duduk di atas kursi kerjanya dan mulai menyalakan laptop.
Dira-pun mulai membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Lalu memejamkan matanya yang sudah terasa sangat berat itu.
*****
Mobil yang dikendarai Fahri berhenti tepat di depan rumahnya. Setelah memarkirkan mobil itu agak ke pinggir agar tidak menghalangi jalan kendaraan lain yang lewat, Fahri dan Dira pun turun dari mobil Jazz kuning itu.
__ADS_1
Ya, mereka tadi pulang bareng setelah Fahri menjemput Dira di kampusnya usai kuliah. Jarum jam menunjukkan pukul 17.05 WIB.
Mereka melangkah masuk beriringan menuju kamar. Dira meletakkan tas-nya asal di atas ranjang.
"Mas... mau siapa duluan yang mandi...? Aku atau Mas duluan?" tanya Dira sambil melepas kunciran rambutnya.
Fahri yang sedang melepas kancing lengan kemejanya, berjalan mendekat ke arahnya. "Ngapain... nanya-nanya siapa yang duluan mandi... Mandi bareng aja yuk, Sayang... Kamu kayak sama siapa aja sih..." lalu dia mulai memandang Dira dengan tatapan mesumnya.
Oh My Gooddd...! Ampuunn deeh, tau kan pasti reaksi muka Dira gimana? Yuuppp tul banget, udah salah tingkah banget deh pokoknya tuh muka. Nggak bisa digambarin lagi.
Dan kini Fahri malah mulai meraih pinggangnya dan menariknya hingga kini perut mereka menempel dan tak ada jarak lagi diantara keduanya.
"M... Maasss...!"
Fahri tertawa, dia sangat senang menggoda istrinya itu dan melihat reaksi wajahnya saat salah tingkah.
"Yuk, Sayang. Mandi bareng. Aku mau dimandiin kamu doongggg..." bisiknya makin liar, tangannya mulai membuka kancing depan kemeja yang dikenakan Dira tanpa permisi. Daannn....
"Maaasss Fahriiiii...!! Otak mesuuummmm...! Otak cabuuulll!!" pelotot Dira sambil mencubiti pinggang sang suami dengan gemas.
"Wuahahahahaha," Fahri tertawa terpingkal-pingkal sampai megangin perutnya. "Yaudah iya... iya... maaf istrikuu..."
"Yaudah kamu duluan gih yang mandi. Kamu kan mandinya lama banget, udah kayak putri keraton," ucap Fahri kalem sambil melangkah ke arah tempat tidur dan duduk di tepinya.
Dira berdecak kesal, masih sebel dengan keisengan suaminya tadi. "Biariinnn. Aku mandinya mau 3 jam ajaaa...!"
"Bodo amaattt...!" Dira meletin lidahnya dan buru-buru masuk ke dalam kamar mandi.
Fahri geleng-geleng kepala sambil tertawa kecil.
*****
Usai makan malam, pukul 20.03 WIB.
Mereka berdua kembali ke dalam kamar.
Dira sudah mengganti bajunya dengan piyama satin warna biru donker. Dia duduk di kursi meja riasnya, dan mulai melakukan ritual tiap malam yang tak pernah absen, yaitu oles-oles cream malam ke wajahnya.
"Sayang," ucap Fahri yang sudah berselonjor di atas ranjang mereka.
"Hmmm," sahut Dira tanpa menoleh.
"Hari Sabtu, minggu ini... Kamu nggak sibuk kan, Sayang?"
"Mmm, gak sih... Biasa aja. Emang kenapa, Mas?"
__ADS_1
"Okey, bagus deh kalo gitu. Mmm, gini lho, Yank. Hari Sabtu nanti ada acara nikahan temen Mas sesama dosen. Acaranya sih sekitar jam 7 malem mulainya. Bisa kan kamu nemenin Mas, Sayang...? Ya... paling kita berangkat abis sholat maghrib aja Sayang. Karena lokasinya juga gak terlalu jauh dari rumah kita, kok."
"Hmmm, iya... iya... Dira temenin. Tapi beliin dress baru ya... buat nanti pergi ke acaranya,"
"Masya Allah, Sayangku. Bukannya baju kamu tuh udah banyak banget ya...? Bejibun gitu segunung-gunung. Pada bagus semua. Segala macem model ada lah disitu, dress lah, baju tali satu, tali dua, tali tiga..."
"Tali empat, tali lima, tali enam..." timpal Dira asal.
"Tuh coba kamu tengok lemari kita. Hampir semuanya isinya baju-baju kamu semua. Tempat buat baju Mas disisain seumprit doang noh, di pojok bawah."
Dira tak dapat lagi menahan tawanya.
"Yaudah kalo gak mau beliin, Dira gak mau anterin,"
Ya Alloohhhhh...! Gustiii...! Bangkrut gue lama-lama. Tapi untungnya sih duit gue masih banyak lah, gak bakal abis tujuh turunan Insya Allah, aamiinnn. Dir... Dir... Untung Mas sayang dan cinta banget sama kamu. Apa sih yang nggak buat kamu? Bahkan kalo bisa, jantung Mas nih, Mas kasihin deh...
"Yaudah iya... iya... Sayangku... Cintaku... Apa sih yang nggak buat kamu, belahan jiwaku, pelipur laraku...?"
Dira tertawa geli mendengar gombalan-gombalan suaminya yang makin terdengar absurd di telinganya itu.
.
.
.
.
.
.
.
Haloo Para readers setiaakuu..!😊😊
Mudah-mudahan masih ada yang menanti kelanjutan cerita Dira dan Fahri yaa😁😆
Oya, ngomong-ngomong ini Karya pertamakuu.
Minta dukungan kalian yaa. Terus tinggalin jejak...!!
Like, komen, vote, rate5, and share...!!
Ayooo dong dukung penulis, minimal tinggalin like sama rate5, gak nyampe 1 menit kook sayang2 kuh😍😘
__ADS_1
Dan juga kritik n saran yg membangun juga aku tungguu yaaa...!
Terima kasiiihhhh❤❤