
**Sebelum mulai baca, ayoo doong Sayang2 kuuh😍😍😍, dukung aku dengan tinggalin koment, like, vote, rate 5, dan juga share. oya terakhir juga klik favorit yaa biar kalo episode nya udah up kalian dapet notif (maap ya kalo aku banyak maunya wkwkwk)
Dukungan kalian bikin aku semangat untuk Up episode tiap harinyaa. makasiihh sayang2 kuuh😍😍😘 and Happy Readiinggg**..!!
*****
Hari demi hari berlalu. Suatu sore, pukul 16.05 WIB.
Bunyi bel terdengar dari arah pintu depan.
Seseorang menyeret langkahnya dan membukakan pintu.
Tak lama, muncul sesosok wajah tak asing di depannya. Lelaki yang membukakan pintu itu berdecak kesal. Sudah lama dia tidak mau lagi berurusan dengan wanita di depannya itu.
"Sore Mas Fahri..." ucap Stella dengan wajah sok lugu nya seperti biasa.
Fahri menatap wanita di depannya itu dengan malas.
"Ada perlu apalagi?" ucapnya dengan nada sedikit menyentak.
Stella terlihat gugup.
"Ma--maaf Mas Fahri kalau saya mengganggu," ucapnya sambil menggigit bibir bawahnya.
Kamu itu memang sangat mengganggu tau!??
"Bolehkah saya minta tolong...?" tanyanya gugup.
Apalagi ini!!?
__ADS_1
"Saya minta tolong pasangin tabung gas di rumah saya... Saya gak bisa Mas," ujarnya ragu-ragu.
Seketika Fahri mendelik.
Astagaa...! Perempuan ini gak tau malu ya!? Emang gue tukang pasang gas apa!?
"Saya minta tolong sekali Mas..." tiba-tiba wajahnya berubah sendu. "Mas Fahri kan tau sendiri, saya cuma hidup sendiri... Semuanya saya lakukan sendiri. Ng... saya gak bisa masak kalau gas nya belum terpasang... Saya belum makan dari siang..."
Ck! Malah curhat ini perempuan!
Dia berdecak lagi kesal.
"Sebentar saya bilang sama istri saya dulu," jawabnya akhirnya. Namun sedetik kemudian dia memukul keningnya pelan. Dia baru ingat kalau sang istri sedang ke supermarket bersama Bik Inah sejam yang lalu.
Stella memandang Fahri dengan tatapan memelas.
"Oke oke baiklah!" ucapnya terpaksa, karena dia tidak tega juga dengan wanita itu.
*****
"Ck! Kayaknya selang regulator ini kendor. Anda punya selang regulator cadangan?"
Stella terkesiap. "Ada kok Mas Fahri! Sebentar saya ambilin,"
Selang beberapa menit, wanita itu sudah kembali dengan selang regulator di tangannya.
"Ini Mas," menyodorkan pada Fahri.
Fahri pun mengambilnya dan berusaha memasangkan kembali selang regulator tersebut pada tabung gas.
__ADS_1
Tak sampai 15 menit, akhirnya selang regulator itu berhasil terpasang pada tabung gas elpiji itu.
"Oke, sudah selesai." tukasnya sambil mengibaskan telapak tangannya.
"Terima kasih banyak Mas Fahri," ucap Stella dengan wajah berbinar.
"Ya." balasnya singkat. Dia-pun bergegas melangkahkan kaki tanpa berucap apa-apa lagi pada wanita itu. Namun tiba-tiba saja...
"Aaaaaaaaaa...!!" pekik Stella kencang karena melihat seekor kecoa melintas di depan kakinya.
Dia-pun refleks memeluk Fahri. Lelaki itu kehilangan keseimbangannya dan mereka berdua terjatuh ke lantai dengan posisi Stella masih memeluk Fahri dan berada di atas tubuh Fahri.
Fahri terkejut bukan main.
Belum sempat dia menepis tubuh wanita itu dari atas tubuhnya, seseorang sudah menatap pemandangan mereka berdua dengan mata nanar.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continued...
Minta KOMEN, LIKE yang banyak Sayang2kuuh. Rate5 dan FAVORIT juga. Apalagi kalau kalian mau kasih VOTE, aku BERTERIMA KASIH BGT sama kaleaannn. Itu pasti bikin aku makin semangat Update wkwkwk. THANK UUU😘😘😘