
Halooo Sayang-Sayangkuuu...! Mohonmaap membuat kalian menunggu terlalu lama aku Up episodenya🙏🙏🙏. Seperti biasa banyak kesibukan di dunia nyata yg tak bisa ditinggalkan😁😁.
Besok akan aku usahakan untuk Up tiap hari yaaaa, Tapi PLEASEEE minta LIKE dan KOMEN yang banyak biar akutu makin semangat nulisnya huhuhuhuu😭😭😭
Oke Selamat Membaca...!❤❤
*****
Hari-hari selanjutnya, Sisi bagai mayat hidup. Entah kenapa ternyata patah hati itu rasanya sangat menyakitkan. Hari-hari sebelumnya yang begitu berwarna karena kehadiran Adit di hidupnya, rasanya kini terasa hampa kembali. Sakit yang dia rasakan bahkan rasanya sulit digambarkan, sesak hingga ke ulu hati!
Rasanya bagai dihunjam ribuan sembilu. Ditusuk-tusuk jutaan belati dan pedang samurai panjang. Semenyakitkan itu!
Seolah-olah Adit menyanjungnya setinggi langit hingga dia terbuai di angkasa, dan kini dihempaskan begitu saja bagai jatuh ke bumi dengan keras. Sangat sakit!
Diberi harapan palsu oleh seseorang yang kita cintai, ternyata lebih sakit dari pada melihat orang yang dicintai mendua di depan mata kita. Itulah yang dirasakan Sisi kini.
Kini Sisi menjalani hari-harinya dengan murung dan tak ceria seperti biasa. Makan tak enak. Tidur pun tak nyenyak. Hatinya dilanda perasaan kalut yang luar biasa.
Sang sahabat, Dira, bahkan sudah menyadari kalau kini Sisi menjadi lebih pendiam.
Dan sebenarnya Dira tidak sadar, kalau akhir-akhir ini Sisi sengaja menghindar dari dirinya. Bukan apa-apa. Ketika melihat Dira, dia selalu teringat Adit di benaknya. Dan itu akan menambah kegalauan di hatinya.
Ketika malam tiba dan dia sedang sendirian di kamar, dia pasti akan teringat lagi kenangannya bersama Adit. Dan itu membuat dia terisak semalaman hingga matanya bengkak dan sembab.
Sejak malam itu dimana dia melihat Adit bersama dengan gadis lain, Sisi memutuskan untuk memblokir semua kontak Adit di ponselnya. Karena dia sudah terlanjur sakit hati.
Kini, malam tiba lagi. Membentangkan sayap kegelapannya di cakrawala. Menyimpan kabut misteri layaknya liku kehidupan insan di bumi ini.
Sisi sedang berada di atas ranjangnya. Malam sudah kian larut. Kedua matanya masih terjaga sempurna. Dengan jejak-jejak air mata disana. Dia menekuk kedua lututnya, dengan kedua tangan memeluk lututnya itu. Sedang dagunya ditopang di atas lutut. Matanya menerawang entah kemana. Tatapannya sendu dan nanar.
__ADS_1
Sebuah benda berkilau berada di genggaman tangannya. Sekali lagi dia mengangkat benda itu. Kemudian menatapnya dengan nanar.
Ya, itu adalah kalung berlian yang waktu itu dihadiahkan Adit kepadanya di hari ulang tahunnya. Rasanya ketika itu dia adalah wanita yang paling istimewa. Namun kini, kenyataan seperti menamparnya bahwa dia hanyalah seonggok gadis bodoh yang hanya dimainkan perasaannya.
Tiba-tiba buliran-buliran bening terjatuh lagi dari kedua manik hitamnya. Tubuhnya bergetar menahan sesak di dada. Dia menggenggam kalung berlian itu semakin erat.
Lalu tiba-tiba saja, benda itu dilemparkan begitu saja dengan keras ke sembarang arah. Seolah ingin meluapkan emosi yang selama ini menyesakkan dadanya.
Dan setelahnya, dia kembali menangis tersedu-sedu. Membenamkan wajah di lututnya.
Kenapa... Kenapa Mas Adit tega sama aku...? Sekarang hati aku udah hancur... Dan kepingan-kepingan itu gak akan bisa utuh kayak dulu lagi ketika disatuin... Ratapnya dalam hati.
Sisi terus menangis sesenggukan. Dan seperti sebuah kebetulan, dari TV kamarnya yang menyala, mengalun sebuah lagu yang rasanya begitu pas dengan kondisi hatinya saat ini. Dan tentu saja itu membuat hatinya semakin perih.
Aku t'lah tau kita memang tak mungkin
Tapi mengapa kita selalu bertemu
Aku t'lah tau hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Senyuman itu hanyalah menunda luka
Yang tak pernah kuduga
Dan bila akhirnya kau harus dengannya
Mengapa kau dekati aku?
__ADS_1
Kau membuat semuanya indah
Seolah takkan terpisah...
Aku t'lah tau kita memang tak mungkin
Tapi mengapa kita selalu bertemu
Aku t'lah tau hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
- Tiara Andini: "Maafkan Aku Terlanjur Mencinta"-
.
.
.
.
.
.
.
To be continued...
__ADS_1