
"Kamu kenapa lagi sama Fahri?" tanya Adit lembut sambil menyuapi sang adik dengan telaten, makanan yang disediakan rumah sakit. Bubur nasi dan potongan ayam kukus yang disuwir.
Kala itu waktu menunjukkan pukul 20.09 WIB.
Dira hanya terdiam mendengar pertanyaan yang dilontarkan sang kakak. Sambil terus menguyah makanan yang terasa hambar di mulutnya.
Melihat sang adik yang tidak memberikan respon, Adit mengerti dan tidak banyak bertanya lagi.
"Yaudah kalo kamu gak mau cerita gak papa," imbuhnya lagi sambil mengusap lembut kepala sang adik.
Dira menguyah suapan terakhir yang diberikan Adit.
"Udah kamu istirahat ya Dek. Mas Adit akan temenin kamu disini," ucapnya seraya tersenyum tipis.
Dira terdiam beberapa saat.
"Tapi... Mas Adit kan besok kerja?" sahutnya pelan.
"Udah kamu gak usah pikirin itu. Gampang kok, Mas Adit besok berangkat dari sini," jawabnya menenangkan.
Akhirnya Dira mengangguk.
Dia pun mencoba memejamkan matanya. Sedang Adit beranjak dari duduknya dan berjalan ke toilet.
*****
Besoknya, pukul 07.05 WIB.
"Mas Adit berangkat ya Sayang," ucap Adit sambil mengecup lembut kening sang adik.
"Kamu gak papa kan ditinggal dulu sama Mas Adit?"
Dira mengangguk seraya tersenyum tipis.
__ADS_1
"Gak papa Mas... disini kan banyak suster,"
Adit tersenyum.
"Mau dibawain apa nanti?"
"Apa aja." jawabnya singkat.
"Yaudah Mas berangkat ya. Assalamu'alaikum..."
"Walaikumsalam,"
Setelah itu Dira menatap punggung sang kakak yang mulai menjauh berjalan menuju pintu.
*****
Setelah kepergian sang kakak, Dira termenung sendirian di dalam kamar rawatnya.
Memorinya kembali terseret pada kejadian kemarin sore. Dimana dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, sang suami yang begitu dicintainya, berpelukan dengan wanita lain. Ya, tetangga gatal yang sangat dibencinya itu.
Tanpa terasa satu tangannya mengelus perut buncitnya.
Ya Allah... apa yang harus Dira lakukan? Sekarang Dira sedang mengandung anak Mas Fahri... Apakah aku harus mengakhiri pernikahan ini...?
Tanpa disadari, air matanya makin deras mengucur dari kedua netranya. Dadanya begitu sesak.
*****
Pukul 17.36 WIB, Adit sudah kembali ke rumah sakit.
"Maaf ya kesorean Sayang. Tadi Mas Adit pulang dulu ke rumah buat ngambil baju salin." ujarnya sambil mengecup kening sang adik.
Dira mengangguk seraya tersenyum.
__ADS_1
"Mas Adit bawain sushi goreng sama martabak oreo," dia tersenyum lebar sambil mengacungkan tentengan yang dibawanya.
"Makasih ya Mas..." balas Dira tersenyum.
Adit pun menaruh makanan yang dibawanya ke atas nakas samping ranjang.
"Kamu udah makan sore Dek?" tanyanya lagi.
"Udah Mas, tadi jam 5 suster nganterin makanan."
Adit manggut-manggut.
"Yaudah Mas mandi dulu ya. Gerah banget nih. Tadi belum sempet mandi di rumah,"
Dira mengangguk seraya tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
To be continued...
Minta KOMEN, LIKE yang banyak Sayang2kuuh. Rate5 dan FAVORIT juga. Apalagi kalau kalian mau kasih VOTE, aku BERTERIMA KASIH BGT sama kaleaannn. Itu pasti bikin aku makin semangat Update wkwkwk. THANK UUU😘😘😘
__ADS_1
Minta KOMEN, LIKE yang banyak Sayang2kuuh. Rate5 dan FAVORIT juga. Apalagi kalau kalian mau kasih VOTE, aku BERTERIMA KASIH BGT sama kaleaannn. Itu pasti bikin aku makin semangat Update wkwkwk. THANK UUU😘😘😘