Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 57


__ADS_3

**Sebelum mulai baca, ayoo doong Sayang2 kuuh😍😍😍, dukung aku dengan tinggalin koment, like, vote, rate 5, dan juga share (maap ya kalo aku banyak maunya wkwkwk)


Dukungan kalian bikin aku semangat untuk Up episode tiap harinyaa. makasiihh sayang2 kuuh😍😍😘 and Happy Readiinggg**...!!


*****


Akhirnya, besoknya, Fahri izin dua hari lagi untuk tidak masuk kerja ke kampusnya. Dia ingin benar-benar menjaga istrinya dulu sampai keadaan sang istri benar-benar seperti sedia kala kembali.


Oya, kemarin dokter Anastasya juga sempat memberikan surat keterangan untuk bed rest selama 3 hari. Jadi mau tak mau, Dira pun harus izin tidak masuk kuliah.


Pagi itu ketika bagun tidur, Dira mulai mengalami gejala morning sickness. Entah sudah berapa kali dia muntah-muntah di kamar mandi kamarnya. Padahal belum ada apapun yang masuk ke perutnya.


Fahri menuntun kembali sang istri ke tempat tidur, lalu mengolesi minyak kayu putih ke perut Dira. "Sarapan dulu ya Sayang. Kamu mau makan apa?"


Wajah Dira tampak pucat, "Aku masih mual banget Mas..."


"Ya justru kalo kamu gak makan apa-apa bakal tambah mual," Fahri mengelus kepala Dira lembut.


"Ini susu kamu, tadi udah Mas buatin," ucap Fahri seraya mengambil segelas susu hamil rasa cokelat di atas nakas dekat meja televisi. Lalu menyodorkan gelas berisi susu itu perlahan ke mulut Dira, dan Dira pun mulai menyeruputnya sampai habis.


"Gimana...? Udah enakan belum perutnya, Sayang...?"


"Iya Mas..." lirih Dira.


"Yaudah kalo gitu sekarang kita turun ke bawah yuk, makan..."


Dira mengangguk, dan akhirnya Fahri memapah tubuh sang istri yang masih terlihat lemas itu turun ke lantai bawah.


Adit sudah berangkat kerja sejak 1 jam yang lalu. Papa dan Mama pun sudah selesai sarapan dari tadi.


"Sayang, gimana keadaan kamu...? Udah membaik kan...?" tiba-tiba Mama muncul dari arah kamarnya. Lalu berjalan menghampiri Dira sambil mengelus kedua pipi nya.


"Hmm, masih sering pusing sih Ma... Dan sekarang malah nambah, pake mual-mual segala..."


Mama tersenyum sambil menurunkan tangannya dari pipi Dira. "Itu biasa kok Sayang... Hampir semua wanita hamil pasti ngalamin gejala mual-mual kayak gitu... Itu masih normal. Apalagi di trimester pertama gini. Nanti kalo udah masuk usia kandungan sekitar 6-7 bulan, kondisi itu juga akan berhenti dengan sendirinya..."


"Ya tapi... Kondisi tiap wanita hamil emang beda-beda. Tapi yang penting... Walaupun kamu lagi ngerasain mual separah apapun, kamu harus usahain untuk tetap makan. Karena kasian janin dalam perut kamu, dia butuh asupan nutrisi yang banyak."


Dira mengangguk pelan.

__ADS_1


"Oya Fahri, Mama minta sesuatu boleh gak?" kali ini Mama mengalihkan pandangannya pada sang menantu.


"Ya Ma?"


"Mmm, gini loh Nak. Mama dan Papa kan... Cuma 2 minggu di Jakarta. Dan sekarang paling hanya sisa seminggu lebih lagi kami disini. Karena setelah itu, kami harus balik lagi ke Batam..."


"... jadi Nak Fahri. Boleh gak Mama minta kalo kalian menginap seminggu lagi disini? Sampai Mama dan Papa balik ke Batam. Karena Mama juga ingin ikut mengurus Dira selama kehamilannya..."


"Kalau nanti Mama dan Papa sudah kembali ke Batam... kami gak tau, entah kapan lagi bisa pulang ke Jakarta. Karena kamu tau sendiri kan Nak, kerjaan Papa padat sekali disana. Dan belum tentu bisa dapat cuti lagi untuk pulang ke Jakarta menengok kalian..."


Fahri tersenyum, lalu akhirnya mengangguk. "Tentu boleh dong Ma. Masa Fahri melarang ibu kandung dari istri Fahri sendiri, yang ingin ikut mengurus putri nya...?"


Mama-pun tersenyum, "Makasih ya Ri."


"Sama-sama Ma." balas Fahri tersenyum.


"Makasih ya Mas," ucap Dira sambil menatap suaminya.


"Iya Sayang..." sahutnya tersenyum.


"Yaudah kamu harus makan ya. Gak boleh enggak. Mas ambilin, tunggu." dengan sigap Fahri segera meraih piring yang ada di atas meja makan, lalu mengambil nasi hangat di magic com, dan meletakkan lauk pauk yang sudah tersedia di atas meja makan itu. Ada ayam goreng, sayur cap cay spesial, tempe tahu, serta sambal. Semua lauk itu ditumplekkin di atas nasi hangat yang diambilnya tadi.


Fahri mendudukkan sang istri di kursi makan. Lalu dia menarik kursi ke hadapan Dira dan ikut duduk. "Mas suapin ya..."


"Ssstt, Sayang. Kamu inget kan apa kata dokter Anastasya kemarin? Kamu harus makan makanan yang bergizi. Niihh... Kayak sayur cap cay ini, ini bagus banget loh Sayang, buat ibu hamil. Tuh, ada wortel nya, buncis, sawi, brokoli."


"Iya Sayang... Ya tapi kira-kira juga kaliii... Masa ngambil sampe sebanyak itu...? Udah tau perut aku lagi mual kayak gini,"


Mama menahan senyumnya, "Iya Sayang. Betul itu apa kata suami kamu. Hmm, kamu tuh bersyukur. Punya suami yang perhatian dan siaga banget kaya Fahri..."


"Yaudah ya. Mama mau nyiram tanaman dulu." ujar Mama sambil berjalan ke arah teras.


"Ayo buka mulutnya. Aaaa..." Fahri menyodorkan sendok yang sudah berisi makanan ke mulut Dira, dengan gaya kayak lagi ngasih makan bocah umur 3 tahun.


Dira menahan napasnya. Entah kenapa tiba-tiba, aroma yang berasal dari nasi hangat yang masih mengepul itu, membuat perutnya makin lama makin seperti diaduk-aduk. Dan akhirnya, dia beranjak dengan gerakan cepat dari duduknya. Lalu berlari ke wastafel dapur, dan...


"Hooooeeekkkksssss..."


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


Haloo Para readers setiaakuu..!😊😊


Mudah-mudahan masih ada yang menanti kelanjutan cerita Dira dan Fahri yaa😁😆


Oya, ngomong-ngomong ini Karya pertamakuu.


Minta dukungan kalian yaa. Terus tinggalin jejak...!!


Like, komen, vote, rate5, and share...!!


Ayooo dong dukung penulis, minimal tinggalin like sama rate5, gak nyampe 1 menit kook sayang2 kuh😍😘


Dan juga kritik n saran yg membangun juga aku tungguu yaaa...!


Terima kasiiihhhh❤❤


.


.


.


.


Sedikit pengumuman lagii Sayang2 kuuh😍.

__ADS_1


Teruntuk readers setiaku, maaf kalo selama bulan Ramadhan ini, author gak bisa up date terlalu banyak episode per harinya.


Harap dimaklumi, karena keadaan author yang agak lemes ini saat puasa, jadi nggak terlalu bisa banyak berpikir untuk mendapatkan ide-ide😂😆


__ADS_2