Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 124


__ADS_3

Hari ini, tepat 8 hari Dira dirawat di rumah sakit.


Sejam yang lalu, dokter Anastasya visit ke ruang rawatnya, dan mengatakan kalau besok ia sudah boleh pulang karena kondisi kesehatannya sudah berangsur membaik. Bahkan tadi selang infus di tangannya sudah dilepas.


Jam di dinding ruang rawatnya menunjukkan pukul 09.45 WIB.


Dira memutuskan untuk menyetel televisi untuk mengusir rasa bosannya.


Saat sedang serius menyaksikan sinetron azab yang ada di salah satu channel TV, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Menandakan ada pesan WA masuk.


Ia meraih benda pipih yang tergelatak di atas nakas itu. Lalu menggeser layar lcd-nya, dan tak lama tampilan wallpaper hp-nya pun muncul. Ia segera menekan fiture WA dan mengecek pesan yang masuk.


Sederet nomor tak dikenal muncul di layar ponselnya.


Sedetik kemudian, wajahnya berubah. Tiba-tiba hatinya seperti dicubit dan seolah ada godam besar yang menghantam dadanya.


Pesan dari nomor tak dikenal itu menampilkan foto suaminya alias Fahri sedang berpelukan dengan Stella. Dan seingatnya, latar di foto itu berada di dalam rumah Stella karena ia pernah satu kali masuk ke dalam rumah wanita tersebut ketika kejadian sore itu yang begitu menyayat hatinya.


Dan kini, lagi-lagi hatinya tersayat bukan main. Dia tak menyangka ternyata sang suami memang ada main di belakangnya dengan wanita ular itu.


Di bawah foto itu, terdapat sederet pesan.


[kamu liat sendiri kan? Suami kamu emang selingkuh diam-diam di belakang kamu. Makanya jadi perempuan jangan sombong. Kamu pikir suami kamu setia apa? Mana ada lelaki yang gak tergoda dengan aku yang cantik dan sangat seksi ini, hahahaa. Roda kehidupan itu berputar, gak selamanya kita merasakan kebahagiaan. Terkadang kita juga harus merasakan pahitnya hidup ini]

__ADS_1


Dira membaca deretan pesan itu dengan hati yang makin sakit.


Di bawah tulisan itu terdapat satu foto lagi.


Foto sebuah mantel berwarna abu-abu. Dia ingat betul, mantel itu memang milik Fahri karena itu adalah mantel kesayangannya dan sering ia pakai.


[Nih, kamu liat sendiri kan? Mantel milik suami kamu ketinggalan di rumah aku waktu kita menghabiskan malam bersama. Makanya jadi perempuan itu jangan terlalu polos dan percaya sama suami. Jadi ya gini deh, hahahaa]


Rasanya bagai tersambar petir di siang bolong. Tanpa terasa, cairan bening mengalir deras dari pelupuk matanya.


Semua bukti yang dikirimkan wanita itu, semakin meyakinkan Dira, kalau memang selama ini suaminya tega mengkhianatinya.


*****


Besoknya, pukul 09.02 WIB.


"Udah selesai Dek?" tanya sang kakak yang berada di ambang pintu, dia habis sarapan di kafetaria rumah sakit.


Dira mengangguk pelan.


"Yaudah yuk. Sini Mas bawain tasnya," ucap Adit yang langsung mengambil alih tas jinjing berukuran cukup besar, tanpa menunggu persetujuan Dira.


Lantas Adit merangkul pundak sang adik, dan mereka berdua berjalan beriringan keluar dari ruang rawat itu.

__ADS_1


"Mas anterin pulang ke rumah Fahri kan?" tanya Adit ketika mereka sudah berada di dalam mobil. Mobil yang dikendarai Adit melaju dengan kecepatan sedang di atas jalan raya.


Dira menggeleng pelan, membuat Adit seketika menyatukan kedua alisnya.


"Anter aku ke rumah Mama Papa aja,"


Walaupun sedikit tercengang dengan jawaban sang adik barusan, akhirnya Adit tak banyak bertanya lagi. Meski berbagai pertanyaan berseliweran di otaknya. Yang dia tau kini, pasti sedang terjadi sesuatu yang cukup serius antara dirinya dan Fahri.


Akhirnya Adit menuruti permintaan sang adik, dan melajukan mobilnya menuju rumah orang tua mereka.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continued...


Yang mau maki-maki Stella silahkan saja gak papa kok😂


__ADS_2