Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 38


__ADS_3

Dira sedang selonjoran di atas tempat tidur sambil menyandarkan badannya di kepala tempat tidur. Tangannya memegang hp dan sibuk menghubungi satu nomor telepon. Sampai akhirnya...


"Ya Allaaahhh... Alhamdulillaaaahhhh...! Akhirnya bisa jugaaaa...!" pekik Dira nyaring sambil menutup mulutnya dengan satu tangan menahan haru. "Mamaaaaaaa...!" mata Dira berkaca-kaca. Bagaimana tidak, hampir 2 tahun lebih lamanya dia benar-benar loose contact dengan kedua orang tuanya semenjak mereka pindah ke Batam.


"Ya Allaahh... Sayaaanggg...!" wajah Mama yang muncul di layar hp Dira tak kalah harunya.


"Mama sama Papa kemana ajaaa siihhh... selama iniii...?? Kok kaliann susahhhh bangett dihubungiinnn...? Mama gak tau apaa, Dira tuuhh kangeeennn bangeett sama Mama dan Papa...!" Dira tak dapat menyembunyikan lagi rasa bahagianya.


"Ya Allah Sayang... Maafin Mama dan Papa ya... Kita bukannya gak mau ngasih kabar ke kalian disana... Tapi sinyal disini susah banget, Nak. Maklum, rumah dinas Papa disini lumayan pelosok banget. Dan juga, kamu tau sendiri lah, Papa juga masih sibuk banget disini,"


"Hmmm, pantees... Papa manaa, Ma...?"


Tak lama, terlihat di layar hp Dira mamanya memanggil sang Papa. Oya, mereka lagi video call-an ya...


"Haaloooo... Anak gadis kesayangan Papaa...!" tak lama kemudian muncul wajah sang papa.


Mereka bertiga-pun tampak kegirangan, saling melepas rindu yang sudah sangat membuncah itu.


"Sayang, suamimu mana...?" tanya Papa kemudian.


"Masih mandi, Pa. Bentar, coba Dira panggilin... Maass...! Mandinya blumm selesaaiii...?? Ini aku udah berhasil video call Mama Papa, Sayaangg...!" Dira memanggil suaminya yang masih berada di dalam kamar mandi itu.


"Iya Sayaangg...! Sebentar lagi niihhh," sahut Fahri dari balik pintu kamar mandi.


Lalu tak lama, Fahri keluar dari kamar mandi dengan rambut basah menyeruakkan aroma shampoo perpaduan mint dan lavender. Dia berusaha mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Naah... Itu Mas Fahri udah selesai mandi. Sini, Sayang."


Fahri pun mengampiri Dira.

__ADS_1


"Assalamu'alaikuumm, Ma... Pa... Apa kabaar...?" Fahri tersenyum.


"Wa'alaikumsalam, Fahri... Alhamdulillah kabar kami baik... Kamu sendiri gimana Nak, kabarnya? Sehat...?" Mama yang menjawab.


"Alhamdulillaahh... Sehat, Ma... Paa," ucapnya tersenyum lagi.


Di seberang sana Papa dan Mama tampak terharu. "Papa dan Mama bahagiaaaa sekali... Akhirnya kalian benar-benar bisa menjadi pasangan harmonis, yang saling menyayangi satu sama lain..." kali ini Papa yang berbicara, "pinta Papa dan Mama, kalian tetap rukun ya... selamanya. Yah... kalo percekcokan kecil, itu biasa lah. Namanya juga rumah tangga... Tapii pesan Papa, tetaplah kalian saling menyayangi, menghormati, memahami, karena itu semua salah satu fondasi utama rumah tangga. Agar kalian kelak bisa langgeng sampai kakek nenek..." lanjut Papa memberi nasehat panjang lebar.


Dira dan Fahri saling berpandangan, lalu tersenyum. Kemudian, mereka kembali menatap layar hp. "Iyyaaa... Pa... Maa...," jawab Dira.


"Yaudah ya Nak, sebentar lagi mau maghrib. Kapan-kapan kita sambung lagi," ujar Papa.


"Iyyaa Paaa... Dah Papaaa...! Dah Mamaa...! Love youuuu till the moon and baaack...!" Dira melambaikan tangannya.


Fahri tersenyum dan ikut melambaikan tangan, "Dah Pa... Ma... Baik-baik disana..."


Papa dan Mama tersenyum dan balas melambaikan tangan, "Ya Nak...! Kalian juga baik-baik disana...!"


Tiba-tiba wajah Dira bersemu merah.


"Hehehe... Sabar yaa, Maa...Paa... Kita sih bikinnya udah hampir tiap hari kok," celetuk Fahri sambil memandang Dira genit. Kontan Dira mencubit pinggang Fahri dengan wajah malu.


Mama dan Papa tertawa keras di seberang sana. "Yaudahlah... Nanti juga kalo udah waktunya Insya Allah pasti dikasih sama Allah... Kalian sabar aja dan terus berdoa. Dan gak usah ditargetkan juga, biarlah mengalir apa adanya," ucap Papa.


"Iya Pa," sahut Fahri tersenyum.


"Yaudah ya, Nak. Kita tutup,"


Dira dan Fahri mengangguk kompak. Dan akhirnya, sambungan video call terputus.

__ADS_1


"Gimana... Udah puas kan, Sayang? Udah gak sedih lagi kan...?" tanya Fahri lembut sambil menatap dalam wajah Dira.


Dira tersenyum sambil mengangguk kecil.


"Yaudah yuk,"


"Siap-siap sholat?"


"Bikin dede. Kan tadi udah ditagih sama Mama Papa," goda Fahri.


"Iihhhh...! Bener-bener yaaa...! Bentar lagi adzan maghrib Maasss...!" Fahri ngibrit keluar kamar sambil tertawa ngakak.


.


.


.


.


Haloo Para readers setiaakuu..!😊😊


Mudah-mudahan masih ada yang menanti kelanjutan cerita Dira dan Fahri yaa😁😆


Oya, ngomong-ngomong ini Karya pertamakuu.


Minta dukungan kalian yaa. Terus tinggalin jejak...!!


Like, komen, vote, rate5, and share...!!

__ADS_1


Dan juga kritik n saran yg membangun juga aku tungguu yaaa...!


Terima kasiiihhhh❤❤


__ADS_2