
Malam Minggu, pukul 19.16 WIB. Plaza Senayan.
Sisi, Nyonya Raisa, dan Tuan Farel baru saja selesai makan di Genki Sushi.
Nyonya Raisa dan Sisi berjalan sambil bergandengan tangan. Sedang sang papa mengekor di belakang mereka. Sepanjang jalan mereka bertiga terus melempar candaan dan tertawa lepas.
"Ma, makan es krim yuk!" celetuk Sisi.
"Boleh Sayang," sang mama tersenyum.
Mereka-pun menuju lantai Basement di pusat perbelanjaan itu. Kemudian menghampiri outlet Baskin Robbins. Sisi dan Nyonya Raisa memesan es krim, sedangkan Tuan Farel menunggu di kursi yang tak jauh dari tempat memesan.
Setelah memesan, mereka memutuskan untuk menikmati es krim di meja yang disediakan outlet.
Setelah puas, mereka-pun berjalan meninggalkan outlet Baskin Robbins.
"Kamu mau beli sesuatu Sayang?" tanya sang mama.
__ADS_1
Sisi tampak berpikir sejenak. Rasanya tak ada lagi yang harus dibeli. Karena ruangan tempat menyimpan koleksi tas, baju, sepatu, dan aksesoris lainnya milik dia rasanya hampir tak bersisa. Tapi bukan cewek namanya kalo gak doyan shopping walaupun koleksi mereka udah membludak wkwk.
"Ma, kita mampir ke Louis Vuitton bentar yuk!" tuh kaaan.
"Ayo!" jawab Nyonya Raisa semangat.
Tuan Farel hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum.
Sisi dan sang mama pun melesat dengan semangat menuju gerai Louis Vuitton. Sampai-sampai mereka hampir ninggalin Tuan Farel.
Di dalam gerai Louis Vuitton kedua perempuan itu hampir kalap mengambil semua koleksi tas yang dipajang di rak. Karena banyak keluaran terbaru dan juga ternyata gerai itu sedang mengadakan diskon besar-besaran gaeess.
Setelah puas berbelanja, mereka pun keluar meninggalkan gerai itu. Dan gak tanggung-tanggung, Nyonya Raisa menenteng 6 kantong belanjaan, sedang Sisi menenteng 8 kantong belanjaan! Gila gak tuh!? Shopping addict banget 2 perempuan itu!
Namun sebuah pemandangan yang tak disangka-sangka tiba-tiba menubruk kedua mata Sisi. Dan rasanya dia benar-benar tak percaya. Bahkan kantong belanjaan di tangannya nyaris jatuh karena dia tidak percaya dengan pemandangan yang dia lihat itu. Lututnya terasa lemas dan rasanya dia tak sanggup berjalan.
Ya Tuhan... Apakah ini mimpi? Aku harap ini hanya mimpi Tuhan! Dan aku akan segera bangun dari mimpi buruk ini! lirihnya pedih dalam hati.
Ya. Dia melihat Adit sedang makan di sebuah restoran. Tapi tidak sendiri! Melainkan bersama seorang gadis yang sangat cantik! Mereka terlihat sangat mesra sekali. Dan bahkan gadis itu tak segan bergelayut di tangan Adit dengan manja!
Dada Sisi sangat sesak. Rasanya kini dadanya bagai dihimpit oleh 2 tembok besar hingga dia hampir kehabisan napas. Hatinya bagai ditusuk-tusuk oleh jutaan jarum! Rasanya sangat sakit, namun tak berdarah.
__ADS_1
Oohhhh... Betapa naif nya dia selama ini! Yang mengira Adit juga memiliki perasaan yang sama seperti yang dia rasakan. Nyatanya cintanya bertepuk sebelah tangan. Ternyata Adit sudah memiliki gadis pujaan hati. Dan betapa bodohnya dia berharap Adit akan membalas perasaannya. Lihatlah gadis yang sedang bersamanya itu. Begitu cantik dan dewasa. Tidak mungkin Adit menyukai anak kecil seperti dia.
Lalu apa arti kebersamaan mereka selama ini? Perhatian-perhatian yang ditujukan Adit kepadanya? Apakah hanya untuk mempermainkan hati dia saja? Memberi harapan palsu lalu dengan seenaknya pergi begitu saja! Aahh... Betapa bodohnya dia!
Sisi tersenyum miris. Betapa menyedihkannya dia kini.
"Sayang... Are you ok?" tanya Nyonya Raisa khawatir karena melihat Sisi yang tiba-tiba saja mematung dengan ekspresi yang berbeda.
Sisi memasang senyum palsu. " I'm ok Ma. Ayo," ucap Sisi dengan suara hampir bergetar.
Sisi dan kedua orang tuanya pun berjalan kembali menuju pintu keluar mall.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Minta KOMEN, LIKE yang banyak Sayang2kuuh. Rate5 dan FAVORIT juga. Apalagi kalau kalian mau kasih VOTE, aku BERTERIMA KASIH BGT sama kaleaannn. Itu pasti bikin aku makin semangat Update wkwkwk. THANK UUU😘😘😘