Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 132


__ADS_3

holaaa aku balik lagi gaeessโค


*****


3 hari kemudian.


Dira berdiri termenung di depan jendela kamarnya, matanya menerawang lurus ke depan menatap taman belakang dari balik kaca jendela itu.


Hatinya diliputi gundah luar biasa. Karena sampai detik ini, belum ada kabar apapun tentang suaminya.


Tiba-tiba, Adit melangkah masuk ke dalam kamar yang pintunya terbuka itu.


"Dek," ia menepuk pelan bahu sang adik.


Dira menoleh, matanya berkaca-kaca. Adit langsung membawanya ke dalam pelukan.


"Pasti Mas Fahri sekarang benci sama aku... Dia pasti mau ninggalin aku..." ucapnya menangis sesenggukan.


Adit membelai lembut rambut sang adik.


"Kamu jangan ngomong kayak gitu. Jangan negative thinking ya," balasnya menenangkan.


Ia tetap membiarkan sang adik menangis dalam pelukannya.


*****


Waktu terus bergulir begitu cepat.


Dira menjalaninya hari-harinya seperti biasa. Namun bedanya, kini ia seperti mayat hidup. Seolah separuh jiwanya kini telah pergi. Ia begitu merindukan sosok lelaki itu.


Ia lebih sering bengong, menangis, dan seolah kini dia lupa caranya tersenyum.

__ADS_1


Hari ini sudah nyaris 1 bulan tidak ada kabar apapun tentang Fahri.


Jiwa Dira seperti digerogoti hingga hanya menyisakan gersang dan kehampaan.


Malam itu sekitar pukul 19.35 WIB, dia duduk di ruang tengah bersama sang kakak. Ingin mengutarakan sesuatu.


"Mas, hari Sabtu anterin aku ke bandara ya. Aku mau nyusul Mama Papa ke Batam," kalimat yang meluncur dari bibirnya itu mampu membuat Adit terperangah beberapa saat.


"Dek, kamu yakin?" ucap sang kakak masih tak percaya.


Gadis itu menundukkan kepalanya.


"A--aku... mau nenangin diri disana Mas... Lagian aku kangen banget sama Mama Papa," lirihnya nyaris bergetar.


Walaupun nanti keputusannya ini pasti akan menimbulkan banyak tanda tanya besar dari kedua orang tuanya. Tapi berada disini, membuat jiwanya semakin rapuh.


Adit mengembuskan napas perlahan.


*****


Dira menyeret kopernya melewati ruang tamu.


"Sini Mas aja yang bawain," ujar sang kakak yang sudah berdiri di teras rumah. Mengambil alih koper yang dibawa Dira.


Setelah memasukkan koper itu ke bagasi mobil Adit, mereka berdua pun masuk ke dalam mobil.


Sepanjang perjalanan menuju bandara, hanya keheningan yang tercipta. Adit fokus menyetir, sedangkan Dira hanya memandang ke arah jalanan melalui kaca jendela mobil. Pikirannya berkecamuk tak karuan.


*****


Bandara Internasional Soekarno Hatta.

__ADS_1


Dira dan Adit berpelukan cukup lama. Sang kakak seolah berat melepaskan kepergian sang adik.


Adit mencium kening sang adik sesaat setelah mereka saling mengurai pelukan.


"Kamu baik-baik ya disana," tutur Adit dengan sorot mata kesedihan yang tak bisa disembunyikan.


Gadis itu mengangguk pelan, menahan getir di dadanya.


.


.


.


.


.


.


.


To be continued...


nikmatin aja dulu ya gaeess, alur ceritanya. karena dari awal ide utk alur cerita ini, udah kayak begini di kepala aku.


Jangan lupa KOMEN, LIKE yang banyak Sayang2kuuh. Rate5 dan FAVORIT juga. Apalagi kalau kalian mau kasih VOTE, aku BERTERIMA KASIH BGT sama kaleaannn. Itu pasti bikin aku makin semangat Update wkwkwk. THANK UUU๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Jangan lupa KOMEN, LIKE yang banyak Sayang2kuuh. Rate5 dan FAVORIT juga. Apalagi kalau kalian mau kasih VOTE, aku BERTERIMA KASIH BGT sama kaleaannn. Itu pasti bikin aku makin semangat Update wkwkwk. THANK UUU๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


share sebanyak2nya yaa cerita ini, biar teman2 sama sodara kalian pada bacaa hoho

__ADS_1


__ADS_2