Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 82


__ADS_3

LIKE, KOMENT, RATE5, SHARE, N FAVORIT DULU GAEESS! BARU LANJUT BACA


*****


Jarum jam menunjukkan pukul 09.50 WIB ketika Sisi baru saja usai mengikuti mata kuliah Filsafat dan Etika Komunikasi.


Senin ini dia memang hanya ada 1 mata kuliah. Sebelum pulang dia sudah janjian dengan Dira untuk makan dulu di kafetaria kampus.


Sisi sampai di kafetaria ketika Dira sudah duduk di meja pojok sambil menyeruput segelas jus alpukat dengan sedotan.


"Hai Sayangkuu..." sapa Sisi riang sambil duduk di hadapan Dira.


"Hai juga Sayaangg," balas Dira tak kalah riang.


"Hai calon ponakanku Zheyenkkk...!" kali ini Sisi berseru sambil mengelus perut sang sahabat yang mulai membuncit.


Meski usia kandungan Dira sudah hampir memasuki 3 bulan, namun bentuk tubuhnya tak banyak berubah. Hanya perutnya yang sedikit membuncit. Sehingga dia kelihatan seperti sedang menggemuk di bagian perutnya saja. Makanya orang-orang yang berada di kampus tak menyadari kalau dia sedang hamil. Bahkan teman-teman sekelasnya pun tak menyadarinya.


"Lo udah pesen Beb?"


Dira menggelang.


"Ok, kalo gitu bumil tunggu sini aja. Biar gue aja yang pesenin okeeyy?" ujarnya. "Lo mau pesen apa Sayang...?"


"Duuhh sweet banget ciihh...sobat gue yang satu ini..." ucap Dira pura-pura terharu.


Kemudian dia tampak berpikir beberapa detik, sebelum akhirnya, "Ok kalo gitu gue pesen ayam geprek mozarella, es campur, jus mangga, dim sum, siomay, sama sate ayam...!"

__ADS_1


Sisi melongo sesaat. "Ok ok gue kayaknya paham. Pasti kehamilan lo ini yang menyebabkan nafsu makan lo ini makin berlipat-lipat udah mirip kayak orang lagi kesetanan...!" sambil menggeleng-gelengkan kepala terpana.


Dira cekikikan geli.


"Yaudah tunggu ya gue pesenin!" sambil beranjak dari duduknya.


Dira mengangguk sambil nyengir.


Sisi pun berjalan dan mulai memesan makanan untuk dirinya dan Dira. Tak sampai 10 menit, dia sudah kembali lagi ke meja.


Sisi meraih sebotol air mineral yang ada di hadapan Dira. Lalu meneguknya dengan tak sabaran sampai terdengar bunyi gluk... gluk... gluk...


Dira hanya geleng-geleng kepala menyaksikan sang sahabat yang udah kayak baru ketemu air di tengah gurun pasir.


Sisi kembali menutup botol air mineral itu. Lalu meletakannya di hadapannya.


"Si, gimana, mobil lo udah bener?" tanya Dira tiba-tiba.


"O--oh, belom Beb." jawabnya terbata. "Masih di bengkel. Gak tau belum ada kabar lagi,"


Dira tampak manggut-manggut.


"Trus selama si merah di bengkel, lo pake apa?" tanyanya lagi.


"Pake si Mini Cooper," jawab Sisi kalem.


Dira manggut-manggut lagi.

__ADS_1


Akhirnya setelah menunggu hampir 20 menit, pesanan mereka berdua pun datang. Mereka langsung menyantapnya dengan lahap sambil terus asik mengobrol membicarakan segala macam hal. Sesekali tawa nyaring terdengar dari mulut kedua gadis cantik itu.


*****


Mini cooper yang dikendarai Sisi memasuki kawasan perumahan real estate.


Kemudian gak lama, mobil yang dikendarainya berhenti tepat di depan sebuah rumah mewah bergaya klasik modern.


Dia menekan klakson mobilnya beberapa kali. Dan gak lama, seorang perempuan paruh baya yang tak lain adalah asisten rumah tangga di rumahnya itu, membuka gerbang rumah dengan tergopoh-gopoh.


Sisi melajukan mobilnya perlahan memasuki gerbang rumahnya. Kemudian membuka kaca jendela mobilnya lebar-lebar, "Makasih Biiikkk...!" serunya sambil nyengir lebar.


"Iya Non!" Bik Santi mengangguk sopan sambil tersenyum tipis.


Sisi pun menutup kembali kaca jendela mobilnya. Dan melajukan kembali mobilnya menuju garasi.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continued...


__ADS_2