Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 53


__ADS_3

Besoknya. Pukul 05.30 WIB.


Fahri masih mandi di kamar mandi yang berada di dalam kamar Dira. Sedangkan Dira sendiri sedang membantu sang mama dan Bik Iroh menyiapkan sarapan. Kebetulan hari ini, jadwal kuliah Dira kosong karena sang dosen berhalangan masuk.


Dira mengiris-ngiris wortel dan daun bawang yang akan ditambahkan untuk membuat omelet nanti. Mama sedang mengatur timer oven untuk memanggang macaroni schotel dengan taburan keju mozarella buatannya. Sedangkan Bik Iroh, sedang mengaduk-aduk nasi goreng buatannya di wajan ukuran besar di atas kompor yang menyala.


"Nah, udah beres nasi gorengnya Bu." ujar Bik Iroh sambil mematikan kompor gas.


"Sip Bi. Tolong taro di meja makan ya," sahut Mama.


"Iya Bu," angguk Bik Iroh dan mulai memindahkan nasi goreng yang berada dalam wajan ke dalam piring yang permukaannya agak cekung ke dalam. Lalu dia menaruhnya di atas meja makan.


Sementara itu, Mama yang sudah berhasil men-setting timer di oven nya, berjalan ke arah meja makan dan mulai menata buah-buahan yang sudah dicuci ke dalam keranjang.


"Widiiihhhh... Wadidaawww, wadidaaww, wadidaaaww...! Ni ada angin apaa yaaa adek Mas jadi kayak begini kelakuannya... Ckckck ajegileee deeehhh... Salut banget Mas Adit...! Emang gak salah yaa Mas Adit jadiin Fahri sebagai adek ipar. Buktinya tuh, doi bisa ngerubah si anak manja ini... Ckck, saluutt deh Mass, saluutt...! Liat aja noh, tumben-tumbenan pagi buta gini mau nangkring di dapur bantuin nyiapin sarapan. Dulu pas jaman gadis, boroooo deh, nyentuh serbet dapur aja gak pernah seumur hidup...!" tiba-tiba Adit yang baru muncul dari lantai atas, berbicara heboh dengan gayanya yang memang suka agak nyeleneh dan absurd.


Mama dan Bik Iroh yang mendengarnya, tertawa ngakak.


"Idiiihhh sirik aja niih Mas Adiitt...! Bersyukur doong, kalo adeknya tuh sekarang udah mulai berubah...! Kan Dira pengen jadi istri solehah...! Biar masuk surgaa...!" balas Dira sambil meletin lidahnya.


Mama, Bik Iroh, dan Adit yang mendengarnya, tertawa lagi.


"That's goooddd... Sayaangg...!! Lanjutkaann...!" seru Adit lagi sambil mengacak pelan rambut Dira.


Dira hanya mencebikkan bibirnya ngeliat kelakuan kakaknya yang pagi-pagi udah iseng gitu.


Lalu Adit dengan gaya santai ngeloyor duduk di kursi makan sambil nyemilin apel.


"Dir, Fahri hari ini masuk kerja?" tanya Mama masih dengan aktifitasnya.


"He-eh,"


Mama-pun manggut-manggut.


Dan akhirnya, setelah kira-kira 30 menit lamanya, para wanita itu berkutat di dapur. Makanan untuk sarapan seluruh anggota keluarga pun telah siap di atas meja makan.

__ADS_1


Dan beberapa menit kemudian, Papa muncul dari arah kamarnya dengan masih mengenakan setelan piyamanya. Dira salut banget, jarang-jarang bisa ngeliat papa nya itu di pagi hari gini saat hari kerja, masih blom mandi dan masih pake baju tidur. Karena tau sendiri kan, papa nya yang seorang petinggi Perusahaan di bidang restoran itu, merupakan orang yang sangat sibuk dan memiliki jam terbang yang sudah tinggi.


Papa kemudian menarik kursi makan di dekatnya dan duduk. Lalu tak lama, beberapa menit kemudian, muncul Fahri yang sudah siap dengan setelan kemeja lengan panjang warna merah maroon. Ya, ngomong-ngomong, itu kemeja punya si Adit yang dipinjem sama DiraπŸ˜†πŸ˜….


"Pagi semua..." sapa Fahri sopan sambil mengambil tempat duduk di paling pojok.


"Pagi Nak Fahri," sahut Papa tersenyum.


"Pagi Broo...!" kali ini Adit. "Gimana tidur lo nyenyak gak semalem...?"


"Hehehe, iya kok bro. Aamann...!"


Dibalas tawa kecil Adit.


Mama dan Dira yang baru saja muncul dari arah dapur, kini ikut bergabung di meja makan. Mama duduk di sebelah Papa. Dan Dira duduk di sebelah suaminya (yaiyalahh masa suami oraangg πŸ˜‚πŸ˜‚).


"Yuk kita makan," ujar Mama sambil mengambilkan piring dan menanyakan kepada Papa mau sarapan apa.


"Mas, Mas mau sarapan pake apa? Nasi goreng apa omelete...?" tanya Dira.


Dira mengangguk dan mulai mengambil piring dan meraih potongan omelete dan macaroni schotel yang masih mengepulkan asap dengan aroma menggoda itu, lalu memindahkannya ke atas piring Fahri.


"Nih Yank," Dira meletakannya di hadapan sang suami.


"Makasih," ucap Fahri tersenyum sambil menoleh sekilas ke istrinya.


Dira pun mulai mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Lalu akhirnya, mereka terlarut dalam sarapan bersama itu sambil berbincang ringan membicarakan segala macam hal. Sesekali terdengar tawa renyah mereka.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Haloo Para readers setiaakuu..!😊😊


Mudah-mudahan masih ada yang menanti kelanjutan cerita Dira dan Fahri yaaπŸ˜πŸ˜†


Oya, ngomong-ngomong ini Karya pertamakuu.


Minta dukungan kalian yaa. Terus tinggalin jejak...!!


Like, komen, vote, rate5, and share...!!


Ayooo dong dukung penulis, minimal tinggalin like sama rate5, gak nyampe 1 menit kook sayang2 kuh😍😘


Dan juga kritik n saran yg membangun juga aku tungguu yaaa...!


Terima kasiiihhhh❀❀


.


.


.


.


Sedikit pengumuman lagii Sayang2 kuuh😍.


Teruntuk readers setiaku, maaf kalo selama bulan Ramadhan ini, author gak bisa up date terlalu banyak episode per harinya.


Harap dimaklumi, karena keadaan author yang agak lemes ini saat puasa, jadi nggak terlalu bisa banyak berpikir untuk mendapatkan ide-ideπŸ˜‚πŸ˜†πŸ˜†

__ADS_1


__ADS_2