
Hari Sabtu-pun tiba. Usai menunaikan sholat maghrib, Dira yang sudah mengenakan gaun pesta yang dibelikan oleh Fahri kamis lalu itu, kini duduk di depan cermin meja rias. Dan mulai memoles riasan ke wajahnya dengan make up natural flawless. Rambut panjangnya yang indah menjuntai ke bawah. Dia meraih sebotol parfum Dolce & Gabbana dengan dominasi aroma red berries, floral dan rose. Kemudian menyemprotkannya ke seluruh tubuhnya. Seketika aroma parfum itu menyeruak memenuhi seluruh ruangan kamar.
Dira tersenyum pada dirinya sendiri di depan cermin yang memantulkan bayangan dirinya itu, "Perfect," gumamnya penuh percaya diri, sambil berputar ke kanan dan kiri.
Lalu dikenakannya sepasang high heels warna hitam yang bertaburkan kristal Swarovski.
"Sayang... Udah siap be--" Fahri yang tiba-tiba menyembul dari balik pintu kamar mereka, tidak melanjutkan kata-katanya lagi ketika netranya bersirobok pandang dengan sang istri. Dengan hampir tak berkedip dia memandang Dira. Penuh kekaguman bahkan mulutnya terbuka sedikit.
"Oh God... It's really my wife...?" tuturnya penuh dramatisir, sambil berjalan perlahan menghampiri Dira.
Sontak wajah Dira bersemu merah, "Ihh, Mas... mulai deh... gombal," desisnya.
Fahri meraih pinggang Dira dan menariknya sehingga kini perut mereka saling menempel. "Mas nggak gombal Sayang... Mas seriusan... Malam ini... kamu bener-bener cantik, Sayang..." bisiknya dengan tatapan maut ngalahin aktor Song Joong Ki๐๐.
Wajah Dira makin salah tingkah.
"Boleh... cium gak...?" pinta Fahri melas. Tumbeeenn si Bambaaang pake minta izin segala, biasanya maen nyosor bae dia wkwk๐๐.
Dira mengangguk malu-malu. Lalu... cup. Diciumnya dengan lembut bibir sang istri. Semakin dalam... lama...
Tiba-tiba Fahri melepas ciumannya, "Sayang... kita nggak usah pergi ke undangan temen Mas aja yuk... Gimana kalau kita--"
Belum selesai Fahri menyelesaikan kalimatnya, Dira langsung melototin dia semelotot-melototnya bahkan sampe pake tatapan kame hame ala dragon ball๐๐, "Mmmaassss....! Jangan mmulaaiii deeeeeehhh...!" serunya sambil menjewer telinga suaminya itu.
"Aw...aw, iya Sayang ampun... Maaf, maaf. Bercanda kok." ringisnya sambil cengengesan.
Tangan Dira bersedekap di depan dada, "Ini udah jam segini lho, Mas... Kita jadi berangkat nggak sih...?" dumelnya.
"Hehe... Iya... Iya... Yuk berangkat, Sayang." Fahri menggamit lengan istrinya mesra berjalan keluar kamar.
*****
Sebuah hotel bintang 4, yang berjarak sekitar 4,8 km dari rumah mereka.
Fahri menggandeng tangan istrinya menuju lift. Karena acara resepsi pernikahan temannya itu memang diadakan di ballroom lantai 3 hotel tersebut. Kala itu waktu menunjukkan pukul 19.30 WIB.
Ketika mereka melangkah masuk ke dalam ballrom, sudah ramai hiruk pikuk para tamu undangan. Saling berbincang, menikmati jamuan pesta, berfoto ria, atau mereka yang mengantri untuk bersalaman dengan kedua mempelai.
__ADS_1
Beberapa kali Fahri berjumpa dengan temannya sesama dosen. Saling menegur sapa khas lelaki, dan berbasa basi sebentar menanyakan kabar atau hal lainnya. Tak lupa ia memperkenalkan sang istri tercinta yang masih berada dalam gandengannya. Beberapa temannya tak sedikit yang memuji kecantikan sang istri.
"Sayang, kita salaman dulu yuk sama pengantinnya. Abis itu baru makan..." ucap Fahri.
"Iya Mas," Dira mengangguk.
Mereka pun berjalan ke arah pelaminan. Dan mulai bersalaman dengan mempelai.
Setelah itu baru mereka mulai menikmati jamuan makan malam di pesta itu yang menyajikan berbagai menu makanan lengkap mulai dari Indonesian foof, Western food, serta Japanese food yang benar-benar membuat lidah bergoyang berdansa berjoget.
Ketika mereka berdua sedang mencicipi segelas Frappe- minuman khas Yunani yang berupa es kopi yang bersalut buih- tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri mereka.
"Hai, Fahri..." sapa seorang perempuan yang memakain gaun merah menyala dengan dandanan mencolok.
"Oh, halo." balas Fahri dengan ekspresi yang sulit diartikan.
Wajah Dira langsung menunjukkan ekspresi tidak suka, "Siapa dia, Mas?" bisiknya.
"Sayang, kenalin ini Suhay. Teman Mas juga di kampus, sesama dosen." Dira menangkap raut wajah suaminya itu seperti serba salah saat harus berhadapan dengan perempuan itu. "Suhay, perkenalkan. Ini Dira, istri tercinta saya..."
Suhay mengulurkan tangannya, dengan terpaksa Dira menjabat uluran tangan perempuan itu, lalu melepasnya secepat kilat.
"Oohh, jadi ini yaa... Yang namanya TANTE Suhay, Sayang...?" ucap Dira dengan penuh penekanan pada kata TANTE.
"Wh... Whaaatt...?? TANTE kamu bilang...?" seketika kedua bola matanya membulat sempurna, seakan mau keluar dari tempatnya.
"Oh... terus... Saya harus panggil kamu apa, ya...? IBU-kah...? Atau MBA aja kali ya... biar gak tua-tua banget kesannya..." Dira terus nyerocos dengan senyum iblisnya.
"Jangan ngomong sembarangan ya kamu, dasar ANAK KECIL...!" serunya emosi.
"CUKUP ya Suhay...! Kamu jangan berani-beraninya bentak istri saya...! Atau nggak saya nggak akan segan-segan kasih pelajaran ke kamu," ucap Fahri dengan kata-kata penuh intimidasi.
Wajah Suhay tampak merah menahan malu. Mulanya dia yang berniat ingin memanas-manasi Dira yang merupakan istri Fahri. Malah ternyata dia yang dipermalukan seperti ini.
Dengan wajah masih merah padam antara menahan malu dan emosi, dia cepat-cepat berlalu dari hadapan pasangan suami istri itu.
Hahahahaa...! Rasaiiinnn looo nenek sihiirrr...! Pergi lo jauh-jauh sonooo, ke laut sekalian sana...! Biar gak balik-balik lagiii...!
__ADS_1
"Mas, pulang yuk..." ucap Dira lirih.
"Iya Sayang, yuk..." balas Fahri lembut sambil mengelus rambut Dira.
*****
Dalam perjalan pulang menuju rumah.
"Sayang, maafin kejadian tadi ya..." ucap Fahri lirih sambil mengelus rambut Dira dengan penuh kasih sayang.
Dira tersenyum, "Kenapa Mas Fahri minta maaf...? Orang Mas Fahri nggak salah kok..."
Fahri tersenyum lalu menoleh sekilas ke arah istrinya itu. Lalu diraihnya sebelah tangan Dira dan mengecupnya dengan lembut. "Love you..."
"Love you too..."
.
.
.
.
.
Haloo Para readers setiaakuu..!๐๐
Mudah-mudahan masih ada yang menanti kelanjutan cerita Dira dan Fahri yaa๐๐
Oya, ngomong-ngomong ini Karya pertamakuu.
Minta dukungan kalian yaa. Terus tinggalin jejak...!!
Like, komen, vote, rate5, and share...!!
Ayooo dong dukung penulis, minimal tinggalin like sama rate5, gak nyampe 1 menit kook sayang2 kuh๐๐
__ADS_1
Dan juga kritik n saran yg membangun juga aku tungguu yaaa...!
Terima kasiiihhhhโคโค