Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 78


__ADS_3

LIKE, KOMENT, RATE5, SHARE, N FAVORIT DULU GAEESS! BARU LANJUT BACA!


*****


Kafe Purple Rose.


Adit dan Sisi kini sudah duduk di kursi kafe yang interiornya sangat comfy itu. Beberapa menit yang lalu mereka sudah memesan menu pada pelayan kafe itu.


"Emm... Sory... itu..." ucap Adit tiba-tiba, sambil memberi isyarat ke arah wajah Sisi.


Sisi tampak mengerutkan keningnya tanda tak mengerti.


"Ada bekas oli di pipi kamu..." lanjutnya sambil berusaha menahan senyum.


Sisi langsung terbelalak. Lalu dengan gerakan tergesa segera dirampasnya tisu yang ada di hadapannya. Dan buru-buru mengusap wajahnya dengan gerakan kasar.


Duuuhhh... Malu-maluin bangett siihh looo Siiiii...! Pasti muka lo tadi jelek banget karena cemong-cemong sama oli mobil gitu! Oohh, shitt...!


"Hehehee..." kini Sisi malah cengengesan salah tingkah sambil membentuk bekas tisu yang tadi dipakainya menjadi gumpalan-gumpalan bulat.


Adit tertawa kecil sambil geleng-geleng kepala.


"Oya Mas Adit, gimana kabar Dira?" tanya Sisi, lalu sedetik kemudian dia merutuki kembali dirinya yang benar-benar bodoh itu. Oh Sisi... C'mon... ketauan banget kan kalo lo itu cuma pengen cari bahan obrolan sama Mas adit. Ohhh noo... betapa begonya diri ini. Ngapain coba gue malah nanya kabar Dira??? Selama ini juga kan gue masih intens komunikasi sama si Dira. Trus ngapain juga gue nanyain kabar dia ke abangnya?? Orang selama ini juga gak pernah nanya-nanya kabar dia lewat abangnya. Oh nooo...! Ketauan lagi kan ketololan gue! Kapan coba gue bisa pinter...????


"Hmm... baik sih alhamdulillah..." jawab Adit walaupun sedikit bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan Sisi.


"Eh, bu--bukan Mas Adit. Maksud aku tuh... gimana kabar Tante Amanda dan Om Bian?" ucap Sisi lagi berusaha meralat perkataannya.


Adit tersenyum tipis. "Kabar mereka juga baik alhamdillah!"


"Syukur deh kalo gitu Mas..." tersenyum kikuk.


"Hmm... Kalo kabar Tante Raisa dan Om Farel gimana...?" tanya Adit balik. Tante Raisa dan Om Farel merupakan orang tua Sisi.


"Ba--baik sih mereka," jawab Sisi singkat, namun entah mengapa Adit sekilas menangkap raut wajah Sisi yang tiba-tiba berubah saat menjawabnya.

__ADS_1


Lalu suasana kembali canggung.


Untunglah gak lama kemudian, seorang pelayan datang dan membawa pesanan mereka. Dua porsi Spaghetti Aglio Olio with Chicken and Sausage, beserta cappucino latte.


"Yuk makan," ucap Adit melihat Sisi yang hanya melamun menatap makanan di hadapannya.


Sisi terkesiap. "I--iya Mas Adit,"


Mereka pun menyantap makanan masing-masing tanpa banyak bicara. Hanya iringan musik kafe yang seolah ikut menemani mereka bersantap sore itu.


"Oya Mas Adit. Aku boleh tanya sesuatu...?" celetuk Sisi tiba-tiba di tengah santap sore mereka.


Adit mendongakkan kepalanya menatap Sisi. Dahinya berkerut. Lalu akhirnya dia mengangguk kecil. Mulutnya masih mengunyah spaghetti miliknya.


"Emm... apa pacar Mas Adit gak marah nanti... Kalo dia tau Mas Adit jalan sama aku...?" Sisi mengucapkannya dengan penuh kehati-hatian.


Adit menghentikan makannya sesaat. Lalu gak lama kemudian, dia malah tertawa terbahak-bahak. Otomatis Sisi yang kini menyatukan kedua alisnya. Apa ada yang lucu dengan pertanyaannya barusan...?


"Mas Adit? Kok malah ketawa sih...?" tanya Sisi gak sabaran.


"Pacar? Maksud kamu... kerjaan aku?"


Sisi makin bingung. "Mas Adit, aku tuh nanya pacar Mas Adit. Bukan kerjaan Mas Adit," entah dia harus gemas atau senang.


"Hahahahahaa...! Ya itu. Aku udah jawab. Pacar aku, ya kerjaan aku itu!"


Sedetik kemudian akhirnya Sisi baru menyadari ucapan Adit. Ternyata cowok di depannya ini tipe workaholic.


Kini Adit malah geleng-geleng kepala sambil tertawa kecil. "Pacar darimana? Boro-boro aku punya pacar. Lagian... mana ada cewek yang mau sama cowok yang gila kerja banget kayak aku ini? Emm... lagian aku emang udah lama gak tertarik mikirin soal itu. Karena sekarang ini aku cuma lagi fokus sama kerjaan aku..."


Entah kenapa, ketika mendengar penuturan Adit barusan, Sisi rasanya seperti tiba-tiba menemukan sebongkah sumber mata air di tengah-tengah gurun pasir yang gersang dan panas.


Jadi... jadi Mas Adit belum punya pacar??? Oh God...! Kenapa gue dengernya seneng banget yyaaa??? Hellooo... Sisi... sadar. Gak mungkin lo itu masuk kriteria cewek idaman Mas Adit! Secara Mas Adit tuh ganteng, pinter, udah punya kerjaan yang mapan. Pasti selera dia itu cewek-cewek yang selevel sama dia. Ya... minimal yang dewasa mungkin... atau yang udah punya karir. Sedangkan gue??? Sadar Si. Sadar. Lo itu cuma bocah yang masih kuliah. Mana mungkin Mas Adit tertarik sama lo. Ya... tapi gue cantik sih. Tapi tetep aja kan?


"Kenapa kita jadi bahas ini sih?" celetuk Adit tiba-tiba, mencairkan suasana yang mendadak canggung.

__ADS_1


"E--eh... bener juga!" balas Sisi tergagap. "Ngapain sih bahas ginian? Gak penting banget deh, hehe..." kayaknya omongan Sisi mulai ngelantur. Dia sampe gak sadar sebenarnya apa sih yang sedang dia bahas dengan Adit?


Tanpa Sisi sadari, diam-diam Adit tertawa kecil sambil mencuri pandang ke arahnya.


"Oya, boleh Mas Adit minta nomor hp kamu...?"


Sisi terperangah seketika. Sepertinya dia merasa tubuhnya sempat kaku beberapa detik. Benerkah ini??? Adit meminta nomor teleponnya??? Apakah untuk pedekate sama dia????


"Emm... sory. Takutnya kamu berpikirin yang enggak-enggak Si. Maksud Mas tuh... biar Mas bisa hubungin kamu kalo mobil kamu udah bener..."


"O--oh... i--iya Mas Adit. Sebentar," Sisi tersenyum tipis, berusaha menyembunyikan raut kecewa dari wajahnya. Kemudian segera merogoh hp-nya dari dalam tas jinjingnya.


"Aku juga gak hapal sih Mas. Maklum nomornya baru..." Sisi nyengir, kemudian mulai meng-scroll layar hp-nya. "0854xxx..." dia mulai mengeja nomor hp-nya diikuti Adit yang menyalin dan menyimpan di kontak hp-nya.


"Okey, done. Thanks Si."


"Sama-sama Mas..." berusaha menyembunyikan senyum kecutnya.


Kepedean banget sih lo Si. Sempet mikir kalo Mas Adit tuh mau pedekate sama lo. It's impossible! Bangun Si! Bangun dari mimpi lo...!


.


.


.


.


.


.


.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2