Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 3


__ADS_3

"Makasih ya Pa. Papa hati-hati di jalan." Dira mengecup pipi papa nya, kemudian mencium tangannya dengan takzim. "Dah Papaaa... Assalamu'alaikum,"


"Iya Sayang... Wa'alaikumsalam." balas Papa.


"Eh Dir, tunggu!"


Dira yang baru saja mau melangkahkan kakinya keluar dari mobil Papa, sekonyong-konyong membalikkan badan. "Why my lovely Dad?"


"Kamu sebentar lagi mau UAN kan? Kamu harus lebih semangat lagi ya belajarnya. Dan lebih serius, harus rajin sekolahnya. Jangan jalan-jalan terus sama Sisi," Papa menasehati dengan lembut.


"Iihhh dasar Papa... kirain mau ngomong apa. Iyyaaaa Papa ku Sayaanggg... Yang paling ganteng di RT kitaaa. Tenang aja... Dira gak bakal lah ngecewain Papa!"


Papa tersenyum. "Yaudah ya Sayang. Papa berangkat. Kamu juga hati-hati. Bye honey,"


"Byeee," Dira melambaikan tangan dengan ceria. Kemudian bergegas turun dari Chevrolet hitam metalik itu.


Dia berjalan memasuki gerbang sekolah tercintanya. Bersamaan dengan mobil Papa yang mulai menghilang dari pandangan.


"Haiiii honeeyyy," begitu sampai di kelas, sobat tercintanya langsung menyapa dengan ciri khasnya, ceriwis.


Ya, begitulah Sisi. Rame, heboh, ceriwis, pecicilan. Paket lengkap.


"Haiii jugaa beb kuuu," sahut Dira nggak kalah heboh.

__ADS_1


"Dianterin bokap?"


"He-eh, biasa." Dira mengempaskan diri di kursinya. Sisi menyusul duduk di sampingnya.


Kebutulan Dira dan Sisi satu kelas. Dulu mereka pernah sekelas juga waktu kelas 10. Kemudian kelas 11 mereka harus terpisah kelas. Sampai akhirnya kedua sobat kental itu kembali sekelas di kelas 12. Lebih tepatnya di 12 IPA 3.


Dira punya pacar. Seorang cowok kece nan keren, kapten Tim Basket sekolahnya. Hubungan mereka baru terjalin 6 bulan. Walau sebenarnya sang cowok udah lama banget naksir dan ngejar-ngejar Dira. Dari masih duduk di kelas 11 tu cowok udah ngincer Dira. Tapi awalnya Dira nggak respek, apalagi Mama Papa melarangnya untuk pacaran. Namun berkat kegigihan tu cowok, akhirnya Dira luluh juga. Kabar mereka pacaran juga udah sampe ke telinga Mama Papa. Mereka awalnya menentang keras banget. Takut Dira jadi nggak fokus sama sekolahnya, apalagi Dira udah kelas 12. Tapi Dira berusaha meyakinkan Mama Papa kalau hubungannya dengan tu cowok nggak bakal ganggu sekolahnya. Mama Papa akhirnya nyerah dengan sikap anak gadisnya yang ngeyel itu. Namun tetep, dalam hatinya mereka tetap nggak setuju Dira berpacaran dengan cowok itu.


Nama cowok itu adalah Alif. Alif Rizky Permana. Kelas 12 IPS 2. Tubuhnya tinggi atletis, sekitar 180 cm kira-kira tingginya. Kulitnya putih untuk ukuran cowok. Hidung lumayan mancung. Dan tampangnya udah pasti ganteng. Ditambah lagi dia adalah kapten Tim Basket sekolah. Sudah dipastikan banyak cewek-cewek yang mengidolakannya.


"Eh Dir, lo masih marahan sama Alif?" tanya Sisi tiba-tiba.


"Iiihhh kepo deehhh loooo,"


"Iya, iya... Nanti gue ceritain. Tapi ntar aja ya pas jam istirahat!"


"Iiihh kenapa harus jam istirahat sih, Dir? Bikin gue makin penasaran aj-"


TTEEETTT. Bunyi bel sekolah yang panjang dan sangat nyaring itu menghentikan ucapan Sisi. Bel tanda masuk sekolah.


Dira tertawa ngakak.


*****

__ADS_1


Jam istirahat.


"Gimana, gimana? Ayo cepetan cerita, kan lo udah janji sama gue!" buru Sisi antusias.


Dengan gaya kalem Dira memasukkan buku-bukunya yang ada di atas meja ke dalam tas. "Sabar kale Beb. Lo tuh udah kaya wartawan infotainment aja deh, interogasi gue sampe segitunya,"


"Ayo ke kantin dulu, gue laper tau gak!"


"Iiihhh ngeselin yah nii anakk!" Sisi pura-pura menjambak rambut Dira.


Dira cekikikan. "Iya nanti sambil makan di kantin gue ceritain!"


"Yaudah ayo cepetan kita ke kantin!" Sisi menarik-narik tangan Dira dengan tidak sabaran.


"Duh... Iya,iya... Ayo." akhirnya Dira beranjak dari kursinya.


"Bayarin ya!"


"Iihhh, dasar lo tuh ya! Kemaren udah gw yang traktir! Dasar gak modaall...!" seru Sisi pura-pura kesal.


"Hahahaha..." Dira ngibrit.


"Diraaaa, tungguin gueee...!"

__ADS_1


__ADS_2