
Holaa ada yang nungguin cerita aku gak niihhh? wkwk.
Happy reading allโค
*****
Tidak terasa, Dira sudah tinggal di rumah mama papa nya hampir sebulan. Dan kini, usia kandungannya juga sudah menginjak 6 bulan.
Dira termenung di depan jendela kamarnya yang berada di lantai 2. Matanya menerawang ke arah taman belakang yang tepat berada di bawah jendela kamarnya.
Satu tangannya mengelus perut buncitnya. Hatinya dilanda kegamangan luar biasa. Memikirkan nasib rumah tangganya.
Apa yang harus aku lakukan ya Allah...? Apakah aku harus bercerai dari suamiku? Tapi aku gak siap jadi janda muda dan single parent untuk kedua buah hatiku...? Umur aku baru 20 tahun...
Pandangannya berubah nanar. Hatinya terus bergejolak tak karuan. Di satu sisi, dia sangat kecewa dengan perbuatan suaminya. Namun di sisi lain, dia masih menaruh cinta pada suaminya itu, dan juga dia tidak siap kalau harus menjanda di usianya yang masih sangat muda ini.
Ia memejamkan matanya sesaat, tanpa terasa satu buliran bening lolos begitu saja dari kelopak matanya.
*****
Masih di kamar Dira.
"Halo Si,"
"Ya halo Dir," jawab Sisi di ujung telepon.
"Bisa gak ketemuan di kafe Fish Streat?"
"Oke oke. Jam berapa Sayang?"
"Jam 1 aja ya."
"Oke sip. Lo mau gue jemput?"
__ADS_1
"Gak usah gue pake taksi online aja."
"Oke deh kalo gitu. See you..."
"See you too,"
Sambungan telepon pun terputus.
*****
Kafe Fish Streat.
Kedua sahabat itu sudah duduk di meja kafe dekat jendela. Mereka memesan menu yang sama. Mac cheese, seafood platter, dan ice tea.
"Ada apa lo tiba-tiba ngajak ketemuan gini?" tanya sang sahabat sambil mengunyah makanannya.
Sedangkan wajah Dira terlihat lesu sambil hanya mengaduk-aduk makanannya dengan sendok.
"Makan Dir, jangan cuma diliatin aja." tegur Sisi.
"Jadi?" todong Sisi lagi penasaran.
"Si... Gue lagi bingung banget sama perasaan gue saat ini," gumamnya lirih.
Sisi dengan sabar mendengarkan, wajahnya terlihat begitu serius.
"Apa... gue cerai aja ya sama Mas Fahri...?"
Ucapan Dira membuat Sisi kaget dan tersedak makanannya. Dia buru-buru meneguk minuman di depannya.
"Gila lo!" sentaknya. "Jangan ngomong sembarangan Dir! Dicatet malaikat baru tau rasa lo!" omelnya.
Dira menghela napas panjang.
__ADS_1
"Nih lo liat sendiri," ujar Dira sambil menyodorkan ponselnya pada sang sahabat, memperlihatkan chat WA Stella waktu itu.
"Bukti ini udah cukup meyakinkan gue kalo Mas Fahri emang selingkuh,"
Sisi terdiam, satu sisi hatinya sebenarnya membenarkan ucapan Dira.
"Lo jangan bertindak gegabah Dir. Belum tentu semua itu bener." balasnya berusaha menenangkan sang sahabat. Walaupun ia juga tidak terlalu yakin dengan ucapannya itu.
Dira menggigit bibir bawahnya, sorot matanya menampakkan kesedihan.
"Emang lo mau jadi janda muda dengan 2 anak?? Lo udah siap??" ucapnya nyaris menaikkan nada suaranya.
Dira menggeleng lemah.
"Lo gak boleh kalah sama wanita ular itu!" gemas Sisi. Dia sungguh marah karena ada yang berani mengganggu rumah tangga sahabatnya dan membuat sahabatnya jadi orang yang seperti tak punya semangat hidup seperti ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
To be continued...
__ADS_1
Minta KOMEN, LIKE yang banyak Sayang2kuuh. Rate5 dan FAVORIT juga. Apalagi kalau kalian mau kasih VOTE, aku BERTERIMA KASIH BGT sama kaleaannn. Itu pasti bikin aku makin semangat Update wkwkwk. THANK UUU๐๐๐