
Holaa ketemu lagii
yang masih di bawah umur harap tidak memasuki area ini yaaa wkwkwkk.
*****
Fahri menggendong sang istri ala bridal style memasuki kamar mereka.
"A--aku berat lho Mas," wajah Dira tersipu malu.
Fahri tak menghiraukan ucapan istrinya, dan langsung merebahkan tubuh sang istri di atas ranjang mereka.
Wajah Dira langsung gugup bahkan mungkin sudah memerah bagai tomat.
Lelaki itu berada di atas tubuhnya sambil menyangga kedua tangannya di atas tempat tidur. Memandang dalam sang istri dengan sorot sayu.
"Kamu jangan pernah tinggalin aku lagi ya..." bisiknya dengan wajah sendu.
Dira mengangguk pelan. "Mas Fahri juga ya,"
Lelaki itu mengangguk, lalu memberi kecupan yang lama pada kening istrinya.
"Mulai hari ini kita harus saling percaya ya... Karena itu adalah salah satu fondasi penting dalam rumah tangga," tuturnya lembut.
Dira mengangguk lagi diiringi senyum kecil.
__ADS_1
Fahri tak dapat lagi menahan hasratnya dan langsung menempelkan bibirnya pada bibir sang istri. Dia ********** pelan-pelan, seolah takut membuat bibir itu terluka.
Dira mengalungkan tangannya pada leher sang suami, menarik tengkuknya hingga ciuman mereka semakin dalam.
Gadis itu membuka sedikit mulutnya, agar sang suami leluasa menelusuri lidahnya di dalam rongga mulut itu. Mereka saling menghisap dan bertukar saliva.
Mereka berhenti sesaat, karena mulai kehabisan napas.
Fahri meraup lagi bibir sang istri, dan ciumannya turun pada leher putih gadis itu. Ia menghisapnya hingga membuat Dira mengerang nikmat.
Masih pada posisi itu, tangan Fahri mulai membuka kancing kemeja Dira satu persatu, hingga mempertontonkan gundukan indah yang masih dibalut bra merah mudah.
Membuat sesuatu di bawah perutnya makin menegang.
Dengan tak sabar lelaki itu melepas kaitan pada bra yang dikenakan sang istri. Hingga kedua gunung kembar itu menyembul indah.
Tubuh Dira makin bergetar dan menggelinjang, hingga ia menjambak pelan rambut sang suami.
Fahri menghentikan aksinya sesaat, lalu melahap lagi bibir sang istri. Sambil tangannya memainkan gunung kembar miliknya.
Hari itu menjadi sore yang panas dan indah untuk mereka berdua, mereguk manisnya cinta bagai sepasang pengantin baru yang sedang mengecap nikmatnya malam pertama.
*****
Dua hari kemudian, di suatu sore.
__ADS_1
Dira sedang mengaduk sebuah cangkir yang berisi teh manis hangat, di pantry. Ia membuatkannya untuk sang suami yang sedang bersantai di ruang tengah sambil menonton tayangan Moto GP favoritnya.
Dengan hati-hati ia membawa cangkir itu menuju ruang tengah.
Namun saat langkahnya belum sampai di ruang tengah, tiba-tiba ia merasakan nyeri yang amat sangat pada perutnya.
Pranggg!
Cangkir ia ia pegang lolos begitu saja dari tangannya seiring darah segar yang mengalir diantara kedua pahanya.
"Non Diraaaa...!" Bik Inah memekik ngeri ketika melihat pemandangan di depan matanya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continued...
Jangan lupa KOMEN, LIKE yang banyak Sayang2kuuh. Rate5 dan FAVORIT juga. Apalagi kalau kalian mau kasih VOTE, aku BERTERIMA KASIH BGT sama kaleaannn. Itu pasti bikin aku makin semangat Update wkwkwk. THANK UUU😘😘😘