Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 94


__ADS_3

LIKE, KOMENT, RATE5, SHARE, N FAVORIT DULU GAEESS! BARU LANJUT BACA


*****


Dan kau hadir


Merubah segalanya


Menjadi lebih indah


Kau bawa cintaku


Setinggi angkasa


Membuatku merasa sempurna


Dan membuatku utuh


'Tuk menjalani hidup


Berdua denganmu selama-lamanya


Kaulah yang terbaik untukku


-Adera: "Lebih Indah"-


*****


Saat ini irama jantung Sisi rasanya seperti berdisko ria. Bagaimana tidak. Kini dia duduk dengan jarak yang sangat berdekatan sekali dengan Adit di atas motor. Bahkan rasanya tubuh mereka nyaris menempel.


Sisi hanya memegangi pinggiran motor Adit agar tubuhnya tak oleng karena kecepatan motor Adit yang tak bisa dibilang pelan itu.


"Kamu gak takut jatoh Si? Mending pegangan sama Mas Adit aja," ucap Adit dengan senyum jail sambil menelengkan kepalanya sedikit.


Kontan Sisi langsung salah tingkah dong. "Iiiiihhhh bukan muhrim Mas Adit!" cicitnya.


Adit tertawa kecil.


Tiba-tiba saja mobil di depan Adit berhenti mendadak. Otomatis Adit-pun mengerem motornya dengan mendadak.


Yang membuat wajah Sisi menubruk punggung Adit dengan kasar. Dan Sisi-pun refleks memeluk pinggang Adit.


"Mas Adit tuh bisa naik motor gak sih?" omelnya.


Adit malah cengengesan. "Sory sory... Jangan salahin Mas Adit dong. Salahin mobil yang di depan kenapa berenti mendadak," dia membela diri.


"Si jangan peluk-peluk. Bukan muhrim tau," menahan senyum.

__ADS_1


Sisi tersentak dan dengan refleks melepaskan tangannya yang masih memeluk pinggang Adit.


"Iiihhhh... Mas Adit!" sungutnya mencubit pinggang Adit, berusaha menyembunyikan malu.


Adit terkekeh geli. Diam-diam tercipta seulas senyum di wajah tampannya.


"Mau makan dulu?" tanya Adit sambil tetap fokus mengemudikan motornya.


"Boleh," jawab Sisi sumringah.


"Okey,"


*****


Rahadit Mahendra (Adit)



Pricylla Cantika Maurer (Sisi)



*****


Motor sport Adit berhenti di depan sebuah kedai bakso bertuliskan "Kedai Bakso Mang Oleh". Kabarnya kedai bakso ini lagi viral gara-gara habis di-review oleh salah satu food vlogger terkenal.


Kedai nya juga cukup luas serta nyaman untuk ukuran kedai pinggir jalan.


Setelah memarkirkan motornya, Adit dan Sisi-pun berjalan masuk ke dalam kedai.


Mereka berdua menghampiri sang penjual.


"Kamu mau bakso apa?" tanya Adit sambil menoleh ke arah Sisi.


"Hmmm... aku bakso rusuk aja deh,"


"Oke."


"Bang, pesen 2 porsi ya. Satu bakso rusuk. Yang satu lagi bakso lava beranak. Makan disini ya Bang," ucap Adit pada mas penjual bakso.


"Oke siap Mas." jawab abang bakso sambil tetap membuatkan pesanan untuk pengunjung kedainya.


Adit dan Sisi pun mencari meja kosong. Setelah ketemu, mereka pun duduk berhadapan.


Mereka ngobrol segala macam hal sambil menunggu pesanan mereka datang.


Dan tak sampai 15 menit, akhirnya pesanan bakso mereka pun datang.

__ADS_1


Asap mengepul dari mangkok bakso mereka. 2 porsi bakso dengan ukuran yang tidak manusiawi. Sisi sampai tercengang ketika pesanan baksonya datang.


Dia menatap bakso rusuk miliknya dengan pandangan takjub. "Mas ini sih gede banget... Aku ga yakin bisa ngabisinnya..."


"Yaudah tenang aja... Ada tong sampah yang siap menampung kok... Heheheheee,"


Sisi tersenyum geli.


Mereka-pun mulai menikmati baksonya. Sambil ngobrol ringan dan sesekali tertawa renyah.


Adit menyendok bakso lava beranak miliknya. Yang di dalamnya penuh degan potongan cabe rawit setan beserta kuahnya. Kemudian dia menyodorkannya pada mulut Sisi. "Mau cobain?"


Seketika Sisi tersipu malu. Kemudian dengan malu-malu mengangguk. Dan dia pun membuka mulutnya, lalu nyam...! satu suapan bakso dari tangan Adit berpindah ke dalam mulutnya.


"Huhh haahhh...!" seketika mulutnya kelojotan karena kepedesan.


"Minum minum," Adit buru-buru menyodorkan botol air mineral kepadanya sambil menahan geli karena ekspresi lucu Sisi.


Sisi mengambilnya dan buru-buru meneguk botol air mineral itu.


"Huhh... Itu baksonya pake kuah neraka ya?" gerutunya dengan ekspresi lucu. Kontan Adit tertawa geli.


"Yaudah jangan ngomel-ngomel aja. Lanjutin tuh makannya," ucap Adit gemas.


Sisi yang masih berusaha nahan pedas pun mau nggak mau nyengir. Mereka pun melanjutkan kembali makan baksonya.


"Mas Adit, aaa..." kini gantian Sisi yang menyodorkan bakso miliknya ke mulut Adit.


Adit sedikit terpana, lalu akhirnya tersenyum lebar. Dan, hap! Satu suapan bakso dari tangan Sisi berpindah ke mulutnya.


Mereka saling berpandangan sambil tersenyum lebar.


Uuuuuhhhhh... gemoy banget siiiiihhhhh. Mungkin orang-orang yang melihatnya akan menyangka mereka adalah sepasang sejoli yang sedang dimabuk cinta karena keuwuan mereka.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2