Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 123


__ADS_3

Sudah 5 hari Dira dirawat di rumah sakit.


Dia melirik jam dinding yang menggantung di kamar rawatnya. Pukul 13.05 WIB.


Selama di rumah sakit, Adit yang setia menjaga dan menemaninya menginap di malam hari.


Gadis itu mengembuskan napas pelan. Bosan sekali rasanya!


Rasanya ia ingin cepat-cepat keluar dari rumah sakit karena tidak ada yang bisa dia lakukan selain hanya duduk dan berbaring di ranjang rumah sakit.


Mata Dira menerawang ke sembarang arah.


Sejak hari pertama dia dirawat sampai hari ini, sang suami alias Fahri, sudah ratusan kali menelepon dan mengirim chat WA padanya. Namun gadis itu tak menghiraukannya.


Dia mengembuskan napas lagi kasar.


Melirik potongan brownies di piring di atas nakas, yang dibawa oleh sang kakak semalam. Perlahan dia mengulurkan tangannya dan meraih sepotong brownies. Lalu menggigitnya, namun entah mengapa dia begitu susah payah menelan potongan brownies itu. Yang terasa pait di lidahnya seperti kisah hidupnya saat ini.


*****


Seorang lelaki berdiri di depan pintu sebuah kamar rawat inap. Matanya menerobos masuk melalui kaca yang terdapat di pintu itu. Hanya bisa menatap sesosok wanita yang sangat dirindukannya dari kejauhan. Yang sedang terlelap di atas ranjang rumah sakit.


Ya, sudah 3 hari belakangan ini Fahri selalu mengunjungi sang istri ke rumah sakit kala sore hari. Namun apalah daya, dia hanya bisa memandang istri tercintanya itu dari balik kaca pintu kamar rawatnya.


Ya, semua ini salahnya. Sekarang wanita yang sangat dicintainya membenci dirinya.


Fahri memejamkan matanya sesaat, sambil mengepalkan satu tangannya. Menahan gejolak rindu yang membuncah di dada.


Setelah puas memandangi wajah istrinya, dia pun membalikkan badan. Dan berjalan pelan menjauhi kamar rawat tempat sang istri dirawat.


*****

__ADS_1


Besoknya, pukul 14.08 WIB.


"Bebiiii," sebuah suara cempreng membuat Dira yang sedang melamun sambil duduk di atas ranjang rumah sakit, terlonjak kaget.


Dia menoleh. Rupanya itu sahabat kesayangannya, ya siapa lagi kalau bukan Sisi.


Gadis itu dengan lincah berjalan menghampirinya, lalu memeluk tubuhnya erat.


"Lo kok gak bilang sih Sayang, kalo dirawat di rumah sakit?" ucapnya cemberut sambil mengurai pelukannya. "Kalo bukan karena Mas Adit yang kasih tau, gue mana tau."


Dira cuma nyengir sambil berucap singkat, "Sorry,"


Sisi mendengus.


Kali ini gantian dia yang membawa berbagai macam makanan dan buah-buahan di tangannya. Lalu meletakkannya di atas nakas.


"Thanks ya Beb." gumam Dira seraya tersenyum.


"Gimana keadaan lo sekarang Beb?" tanyanya.


Dira tersenyum tipis, "Udah lebih baik kok."


"Syukurlah..." balas Sisi lega.


"Lo kenapa bisa sampe masuk rumah sakit gini...?" tanyanya lagi dengan raut wajah khawatir.


Dira terdiam beberapa saat mendengar pertanyaan dari sang sahabat.


"Mas Fahri Si..." jawabnya terbata.


Sisi menautkan kedua alisnya.

__ADS_1


"Mas Fahri selingkuh," ucapnya dengan suara bergetar.


Membuat Sisi membulatkan kedua matanya dengan sempurna. Dia begitu terkejut mendengar jawaban sang sahabat.


"Gak mungkin Dir. Gue kan juga tau Mas Fahri itu lelaki kayak apa. Dia cinta banget sama lo. Gak mungkin dia tega selingkuhin lo," tutur Sisi yang tak percaya begitu saja dengan ucapan Dira.


"Gue liat dengan mata kepala gue sendiri Si!" sergahnya cepat. "Dia pelukan sama cewek lain! Janda gatel yang pernah gue ceritain ke elo!" jelasnya berusaha menahan tangis.


Sisi tercekat.


Akhirnya tangannya terulur perlahan mengelus pundak Dira untuk menenangkan sahabatnya itu. "Lo yang sabar ya... Nanti kita cari tau kebenarannya,"


Dira hanya terdiam dengan bibir yang kelu. Air mata yang sedari tadi ditahannya akhirnya tumpah juga.


Sisi segera membawa sahabatnya itu ke dalam pelukannya. Membiarkan ia meluapkan tangisnya.


.


.


.


.


.


.


.


To be continued...

__ADS_1


Yang mau maki-maki Stella sama Fahri, monggo dipersilahkan..😂😂


__ADS_2