
Semenjak pulang liburan dari Paris, Fahri dan Dira masih ada sisa waktu liburan selama 2 minggu. Mereka memutuskan untuk istirahat saja di rumah, karena perjalanan bolak-balik dari Jakarta-Paris cukup menguras energi mereka. Namun sesekali, mereka menghabiskan waktu di luar rumah dengan menonton bioskop atau sekedar jalan-jalan ke Mall. Maklum, mereka kan pacarannya setelah menikah.
Hari itu, Sabtu pagi, sekitar pukul 09.07 WIB. Setelah mereka selesai sarapan bersama. Fahri memutuskan untuk mengecek laptopnya untuk melihat jadwal Bimbingan Akademik para mahasiswanya. Sedangkan Dira membantu Bik Inah membereskan kembali meja makan yang habis dipakai untuk sarapan.
"Hmmm, Bik. Nanti siang mau masak apa?" tanya Dira yang duduk di kursi makan, sambil menata apel yang telah dicuci ke dalam keranjang.
"Hmmm... Apaa yaaa, Noon...?" wanita paruh baya itu malah balik bertanya. Dia sedang mencuci perkakas makan di wastafel.
Dira cekikikan geli, "Yee... Si Bibik. Malah balik nanya,"
"Ya emang, Non Dira sama Den Fahri mau dimasakin apa, buat nanti siang...?" ucap Bik Inah lagi sambil terus melanjutkan aktifitasnya.
"Ya aku mah terserah aja lah... Orang Bibik yang masak kok...! Hihihi..." Dira cekikan lagi.
Ya, memang masakan Bik Inah itu juara banget deh. Nggak kalah tuh, sama restoran-restoran bintang lima, bintang tujuh...! Obat sakit kepala kalee ah, bintang tujuh...! Wkwk.
Bik Inah membuka pintu kulkas, "Waduh Non. Kayaknya ada bahan makanan yang abis nih. Bibik ke pasar dulu deh...!" tukasnya sambil menutup kembali pintu kulkas.
"Eh, tunggu Bik. Emang selama ini Bibik belanjanya di pasar terus...? Ng... Terus belanjanya tiap berapa kali... gitu?"
Bik Inah malah tertawa keras, "Lah iya toh Non, di pasar. Emang mau dimana lagi? Di... market... market... apa tuhh... namanya..." Bik Inah tampak berpikir keras dengan mimik wajah yang kocak banget.
"Supermarkeettt... maksudnya Biikk...?" timpal Dira.
__ADS_1
"Naahh... Iyaa... itu maksud Bibik, supermarket...! Mana ngerti Bibik belanja-belanja disono. Bibik ya belanjanya di pasar terus. Pake mamang ojek. Terus biar gak bolak-balik terus ke pasar, ya Bibik kadang nyetok Non, bahan belanjaan buat seminggu sekali... Gituu lhoo, Noon,"
Dira tertawa geli karena ekspresi Bik Inah yang lucu banget pas ngomong. Lalu manggut-manggut.
"Yaudah ya, Non. Bibik ke pasar dulu. Takut kesiangan...!"
"Iya Bik. Hati-hati yaa..."
Bik Inah-pun pamit.
Dira beranjak dari kursi makan. Lalu berjalan menghampiri Fahri di ruang tengah.
"Mas..." dia duduk di samping Fahri sambil bergelayut manja di lengannya.
"Hmmm," gumam Fahri tanpa menoleh, matanya tetap fokus pada laptopnya.
Fahri menghentikan aktifitasnya, lalu menoleh pada istrinya itu sambil mengernyit. "Lho, kok kamu tumben-tumbenan... Sayang? Ngajak belanja bulanan...? Selama ini kan selalu Bik Inah yang beli keperluan-keperluan untuk rumah tangga...?"
Dira melepas rangkulannya, "Yaaa... Gak papa Mas... Sekali-sekaliii gituu... Kita yang belanja bulanan... Ke supermarket... Berduaan gitu... Biar romantis tuh kayak adegan-adegan yang suka ada di film Korea..." tutur Dira cekikan, sambil membayangkan adegan itu.
Fahri tertawa kecil sambil geleng-geleng kepala. "Yaudah... Iya... Iya... Insya Allah,"
"Naahhh... Gituuu dooonggg...!" pekiknya girang sambil memeluk erat suaminya. Lalu mengecup pipinya sekilas.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
Haloo Para readers setiaakuu..!😊😊
Mudah-mudahan masih ada yang menanti kelanjutan cerita Dira dan Fahri yaa😁😆
Oya, ngomong-ngomong ini Karya pertamakuu.
Minta dukungan kalian yaa. Terus tinggalin jejak...!!
Like, komen, vote, rate5, and share...!!
__ADS_1
Dan juga kritik n saran yg membangun juga aku tungguu yaaa...!
Terima kasiiihhhh❤❤