
Besoknya.
Waktu menunjukkan pukul 13.05 WIB ketika Sisi berjalan dengan gontai menuju parkiran kampusnya. Kuliahnya sudah usai karena hari ini ia hanya ada satu mata kuliah.
Selama berjalan ia hanya menunduk sambil menendang kerikil-kerikil kecil yang ada di jalan.
Sekarang hari-harinya terasa begitu hampa dan tak berwarna. Apalagi sang papa tersayang sudah balik ke Amerika 3 hari yang lalu karena memang sedang mengurus perusahaan disana.
Sisi mengembuskan napas panjang. Dia memencet tombol remote kunci mobilnya. Namun sebelum tangannya sempat menjangkau pintu mobil, seseorang lebih dulu menarik tangannya hingga membuat dia tersentak kaget.
Terlebih setelah mengetahui siapa yang menarik tangannya, dia makin terbelalak. Dan sempat menahan napas beberapa detik.
Dengan kasar Sisi menarik tangannya yang sedang dipegang oleh orang tersebut.
Ya, orang tersebut adalah Adit. Lelaki yang hanpir sebulan lebih ini telah memporak-porandakan hatinya.
"Ngapain Mas Adit kesini?" kata pertama yang meluncur dari mulut Sisi, intonasinya begitu dingin. Bahkan Sisi mengalihkan wajahnya dari Adit.
Adit menatap gadis di depannya dengan sorot mata sendu.
"Kenapa tiba-tiba kamu menghindari Mas Adit...?" bisiknya nyaris tak terdengar. "Bahkan kamu memblokir kontak Mas Adit. Apa aku bikin salah sama kamu...?"
Sisi menoleh pada lelaki di depannya. Kemudian matanya memicing seolah menyindir Adit dengan kata "helloooww??".
"Mulai sekarang Mas Adit gak usah temuin aku lagi." pelan dan dingin. Tapi mampu membuat hati Adit mencelos seketika.
"Maksud kamu apa sih??" ucapnya nyaris berteriak. "Apa alasannya?? Kalau aku punya salah sama kamu, kamu bilang Si! Jangan kayak gini!!" seru Adit frustasi.
"Udah cukup ya Mas Adit! Gak Ada yang perlu kita bicarain lagi!!" balasnya dengan intonasi tinggi.
Sisi bergegas membalikkan badannya, namun Adit mencekal lengan Sisi.
__ADS_1
"Aawww... Sakit! Lepasinn!!" marah Sisi.
"Aku gak akan lepasin kamu sampe kamu jelasin alasan kenapa tiba-tiba kamu kayak gini!!" Adit hampir ikut terbawa emosi.
"Lepasin aku bilang!!"
"Gak!!"
Bughhh...!!
Sisi menginjak kaki Adit dengan keras hingga lelaki itu refleks melepaslan cekalan tangannya dari Sisi dan kelojotan sambil mengaduh kesakitan.
Sisi menggunakan kesempatan itu untuk berlari secepatnya meninggalkan Adit. Dia terpaksa masuk kembali ke pelataran kampusnya.
*****
Setelah memarkirkan mobilnya di garasi, Sisi melangkah lesu ke dalam rumah.
"Hei Bebi..." sapa Nyonya Raisa sambil tersenyum hangat.
"Hai Ma..." sahut Sisi sambil tersenyum samar.
Nyonya Raisa menutup majalah yang sedang dibacanya dan meletakkannya di atas meja. Kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Sisi.
Dia menangkup kedua pipi Sisi dengan lembut, "Muka kamu kok pucat, Sayang...?" dengan nada khawatir.
Sisi mengulas senyum. "Enggak kok Ma..."
"Kamu yakin gak kenapa-napa?" lanjutnya lagi masih dengan nada cemas.
Sisi memberi anggukan kecil seraya tersenyum.
__ADS_1
"Sisi ke atas dulu ya Ma..."
Nyonya Raisa mengangguk sambil tersenyum.
Sisi-pun melangkahkan kakinya dari hadapan sang mama. Namun baru saja berjalan 3 langkah, seketika tubuhnya limbung dan tanpa terelakkan lagi ambruk ke lantai. Membuat Nyonya Raisa terbelalak dan menjerit histeris.
"Sisiiiiii...!!!"
*****
Di sebuah ruang praktek dokter di salah satu Rumah Sakit.
"Anak Ibu mengalami stress yang cukup tinggi, insomnia, dan gejala dehidrasi. Sehingga menyebabkan daya tahan tubuhnya melemah dan drop. Jadi kami sarankan untuk opname beberapa hari sampai kondisinya benar-benar membaik..." penjelasan dari seorang dokter spesialis penyakit dalam dengan name tag di jas dokternya bertuliskan dr. Anthonio Frank Sp.PD.
"Lakukan yang terbaik untuk anak saya Dok," ucap Nyonya Raisa dengan raut wajah masih cemas.
Dr. Anthonio mengangguk seraya tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Minta KOMEN, LIKE yang banyak Sayang2kuuh. Rate5 dan FAVORIT juga. Apalagi kalau kalian mau kasih VOTE, aku BERTERIMA KASIH BGT sama kaleaannn. Itu pasti bikin aku makin semangat Update wkwkwk. THANK UUU😘😘😘