
Halooo Sayang-Sayangkuuu...! Mohonmaap membuat kalian menunggu terlalu lama aku Up episodenya🙏🙏🙏. Seperti biasa banyak kesibukan di dunia nyata yg tak bisa ditinggalkan😁😁.
Besok akan aku usahakan untuk Up tiap hari yaaaa, Tapi PLEASEEE minta LIKE dan KOMEN yang banyak biar akutu makin semangat nulisnya huhuhuhuu😭😭😭
Oke Selamat Membaca...!❤❤
*****
Sore hari, pukul 17.16 WIB.
Bunyi bel terdengar beberapa kali dari arah pintu depan.
Seseorang melangkahkan kakinya dan membukakan pintu.
"Assalamu'alaikum... Selamat soree, Mas Fahri...!" sesosok wanita yang tak asing muncul di hadapannya dengan senyum genit khasnya.
"Walaikumsalam," jawab Fahri datar seperti biasa.
"Udah pulang kerja yaaa Mass...?" tanyanya dengan nada yang dibuat-buat manja seperti biasa.
"Ada perlu apa?" ucap Fahri dingin tanpa menggubris pertanyaan wanita itu.
"Mbak Dira nya adaa Mas...?"
"Istri saya lagi di dapur,"
"Oooh gitu. Yaudah kalo gitu saya titip ini ya Mas... Kue bolu pisang buatan saya..." lanjutnya sambil menyodorkan sebuah piring datar berisi kue bolu di atasnya.
Fahri meliriknya sebentar.
"Oke makasih," balasnya singkat sambil menerima piring itu. "Nanti saya sampaikan ke istri saya,"
Stella mesem-mesem. "Sama-sama Mas... Yaudah saya permi--"
Brakk...! Belum selesai Stella menyelesaikan kalimatnya, pintu di hadapannya sudah ditutup dengan keras. Membuatnya tersentak kaget.
__ADS_1
Wanita itu gondok setengah mati dan menghentak-hentakkan kakinya.
*****
"Siapa Mas?" tanya Dira yang baru saja keluar dari dapur.
"Ini, dikasih sama tetangga depan."
Dira langsung membulatkan matanya. "Maksud Mas si ulet bulu ituuu???"
Fahri mengangkat alisnya seraya mengangguk kecil.
Secepat kilat Dira merebut piring yang ada di tangan sang suami. "Jangan dimakan! Makanan ini pasti udah dikasih sesuatu. Kalo gak sianida ya pasti ditaro jampi-jampi!" tudingnya sambil bergidik.
"Terus mau kamu kemanain itu kuenya, Sayang?"
"Aku mau suruh Bik Inah aja untuk kasih ke Pak RT!"
"Terus kalo nanti Pak RT-nya yang kenapa-kenapa gimana, Sayang?"
"Yaudah aku buang aja kuenya!"
Fahri tak berkata apapun lagi. Pertanda ia setuju saja dengan ucapan istrinya.
*****
Sebuah mobil berhenti di depan kampus Isaac Newton.
"Makasih ya Mas Adit udah nganterin aku," ucap Sisi seraya tersenyum.
Gadis itu terdiam beberapa saat. Sebelum berucap lagi, "Padahal tuh Mas Adit gak usah tau anter jemput aku kayak gini segala... Aku kan udah biasa bawa mobil sendiri..." lanjutnya sambil memonyongkan bibir.
Adit malah gemas dan mencubit pipinya pelan. "Gak papaaa Sayang... Selagi aku bisa ya aku lakuin. Kan gak tiap hari gini..." ucapnya lembut.
Membuat dada Sisi berdesir seketika.
__ADS_1
"Makasih ya..." ucapnya berusaha menyembunyikan gugup.
Adit tertawa kecil. "Kamu udah dua kali lho bilang makasih ke aku,"
Sisi tersipu.
"Yaudah aku turun ya,"
"Nanti aku jemput jam berapa?"
"Nanti aku kabarin,"
"Oke," balasnya singkat seraya tersenyum.
Sebelum Sisi meraih handle pintu, Adit meraih tangannya dan mengecup lembut punggung tangan gadis itu. Membuat dadanya berdebar lagi tak karuan.
"Bye Mas Adit... Hati-hati di jalan ya..." ujarnya gugup.
"Iya Sayang..." balas Adit seraya tersenyum lembut ke arahnya yang membuat wajah gadis itu merona lagi.
Sisi-pun bergegas turun dari mobil sang kekasih. Dan mobil Adit-pun melaju kembali. Dia menatapnya hingga mobil itu menghilang di balik tikungan.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Gaeess mohonmaap kalo di episode ini feel nya gak dapet🙏🙏. karna aku nulisnya rada gak mood gitu huhuhuu maapkeun aku yaa gaeess