Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 23


__ADS_3

Tak terasa, sudah hampir 4 bulan Dira menjadi istri Fahri. Selama itu, mereka menjalani rutinitas masing-masing seperti biasa. Fahri yang sibuk bekerja sebagai dosen. Dan Dira yang menjalani kuliahnya.


Dira yang sore itu baru saja selesai mengikuti semua mata kuliah, berjalan keluar menuju gerbang kampus. Fahri sudah berjanji mau menjemputnya.


Namun tiba-tiba, seseorang menarik tangannya dan langsung memasukannya ke dalam sebuah mobil. Sebelum dia sempat berontak.


"Aliff...???" Dira terkejut luar biasa.


Disampingnya, Alif tak menghiraukan ucapannya dan malah semakin memacu mobilnya dengan sangat cepat.


"Ya ampuunnn... Kamu apa-apaan siih Lif?? Kamu udah gilaa yaaa...??"


"Iyaaa...! Aku emang udah gila. Gila karena kamuuu, Dira!"


Dira makin takut dan panik dibuatnya.


"Kamu mau bawa aku kemana, Liiff...??"


Tapi Alif tak menjawab pertanyaan Dira.


Setelah hampir satu jam lamanya Alif memacu mobilnya entah kemana, akhirnya mereka berhenti di suatu tempat. Sebuah jembatan layang sepi yang sepertinya sudah tidak dioperasikan lagi.


Alif-pun menarik tangan Dira keluar dari mobilnya. Lalu dia mendekap erat mantan kekasihnya itu.


"Aku... aku kangen bangett Dir... sama kamu..."


"Lif," Dira berusaha melepaskan pelukan Alif yang sangat membuat dadanya sesak itu. "Alif, lepasin aku mohon!"


Akhirnya Alif melepaskan pelukannya.


"Kamu udah gila yaa???" tanya Dira tak habis pikir.

__ADS_1


"Aku ini sekarang udah jadi istri orang, Lif...!"


"Tapi kamu gak cinta kaannn, sama diaa...??" teriak Alif hampir frustasi. Dirinya benar-benar kacau saat itu.


Dira mengalihkan pandangannya.


"Kita kabur yuk! Kita kawin lari!"


"Kamu jangan gila Liifff...!" kini Dira ikut-ikutan berteriak. Dia berusaha mengendalikan emosinya.


"Lif, aku mohon sama kamu..." kini nada suaranya melunak, "Tolong... jangan temuin aku lagi. Aku ini sekarang udah jadi istri orang... Aku mohon sama kamu, Lif... Walaupun aku gak cinta sama dia, tapi tetep aja perbuatan kita ini gak bener..." kini air mata Dira mulai jatuh.


"Tapi aku gak bisa kehilangan kamu... Aku cinta banget sama kamu...!" kali ini Alif meraih tangannya dan menggenggamnya erat.


Dira segera menarik tangannya, "Aku mohon Lif. Tolong... jangan ganggu aku lagi," ucap Dira untuk yang terakhir kalinya, lalu pergi menjauh dari hadapan Alif.


"Diraaaaa...!! Tungguuuu...!"


*****


"Assalamu'alaikum...!" ucap Dira sambil memasuki rumah.


"Wa'alaikumsalam. Eh, baru pulang Non?" jawab Bik Inah.


"Iya nih, Bi. Mas Fahri udah pulang, Bi?"


"Udah Non, daritadi. Tuh, ada di dalem,"


Dira-pun berjalan ke dalam. Dilihatnya Fahri sedang memainkan hp-nya di ruang tengah.


Entah kenapa, hari ini raut wajah Fahri tak seperti biasanya. Ya, dia terlihat begitu dingin. Bahkan tanpa menyapa Dira, dia langsung masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Ada apa sebenarnya?


*****


Berhari-hari Fahri mendiami Dira. Bahkan sikapnya semakin lama semakin dingin. Akhirnya Dira tidak tahan lagi.


"Mas Fahri, sebenernya Mas Fahri tuh kenapa, siihh??" Dira langsung menerobos masuk ke dalam kamar Fahri tanpa permisi.


Dilihatnya Fahri sedang duduk di atas ranjangnya sambil bersandar di kepala tempat tidur, dengan sebuah buku di tangannya. Dan dia tampak acuh tak acuh.


"Mas Fahriiii...!"


Akhirnya Fahri turun perlahan dari tempat tidurnya.


"Apa ini...?" tanyanya dingin sambil menunjukkan sesuatu di hp-nya.


Ya, sebuah foto dirinya dan Alif yang sedang berpelukan. Di jembatan layang itu.


Dira seketika tergagap, "Mas Fahri salah paham,"


"Salah paham gimana maksud kamu...??? Jelas-jelas ini foto kamu lagi pelukan sama cowok lain...!" tutur Fahri menahan emosi.


"T-tapi..."


"Dira, Mas Fahri tau. Kamu emang gak cinta sama Mas Fahri. Tapi tetep aja, perbuatan kamu ini salah. Biar bagaimana pun, sekarang itu kamu istri Mas Fahri. Apa kata orang kalau mereka tau kamu jalan sama cowok lain...?"


"Dan nanti mereka beranggapan, Mas itu gak bisa mendidik kamu. Tolong, jangan timbulin fitnah macem-macem,"


"T... tapi Mas Fahri. Sumpah! Aku tuh-"


Belum selesai Dira menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba Fahri ******* bibir Dira. Dira membelalakkan matanya tak percaya.

__ADS_1


Plak! sebuah tamparan mendarat di pipi Fahri.


Lalu Dira bergegas pergi meninggalkan Fahri yang mematung...


__ADS_2