
Tepat 7 hari Sisi dirawat di rumah sakit, ketika gadis itu tengah memasukkan barang-barang pribadinya ke dalam shoulder bag merk Gucci bertuliskan "Blind For Love".
Dia sedang bersiap-siap pulang.
"Udah beres semua Sayang?" tanya sang mama yang baru saja keluar dari toilet yang berada di dalam kamar rawatnya.
Sisi mengangguk seraya tersenyum.
"Yaudah yuk. Mang Jay udah nunggu di lobby," Mang Jay adalah supir pribadi keluarga mereka.
Sisi mengangguk lagi.
*****
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam, akhirnya mereka sampai juga di rumah.
"Mang, tolong bawain barang-barang Sisi ke dalam ya," ucap Nyonya Raisa ketika mereka sudah turun dari mobil.
"Siap Nyonya!" sahut Mang Jay patuh.
"Oke kita duluan ke dalam ya Mang,"
"Iya Nyah," mengangguk kecil sambil tersenyum.
"Yuk Sayang," Nyonya Raisa merangkul pundak Sisi perlahan. Masuk ke dalam rumah.
*****
Sementara itu di hari yang sama, di tempat yang berbeda.
Dira berjalan masuk ke dalam rumah orang tuanya dengan langkah lebar-lebar. Sedang wajahnya udah persis kayak debt collector lagi nagih hutang.
Mang Dadang yang mengantarnya menatap cara jalan majikannya itu dengan ngeri. "Pelan-pelan atuh Neng jalannya... Ingat atuh lagi bunting..."
Namun Dira tak menggubrisnya. Dia terus saja berjalan masuk ke dalam rumah meninggalkan Mang Dadang sendirian di ruang tamu.
"Biikkk...! Biiikkk Iroooohhhh...!" panggilnya kencang memenuhi seluruh ruangan.
Yang dipanggil pun tampak berjalan tergopoh-gopoh menghampiri anak majikannya itu.
__ADS_1
"Ada apa toh Noonn...? Teriak-teriak gituuu...?" sahutnya sambil mengelap tangannya yang basah ke daster yang dipakainya. Sepertinya Bik Iroh sedang mencuci piring.
"Mana Mas Adit Biikk...??"
Bik Iroh langsung mengkeret melihat Dira yang bertanya dengan tampang udah kayak preman Tanah Abang lagi malak orang.
"A-ada Non..."
"Dimana dia Biikk...??" serunya lagi tak sabaran.
"Di ruang kerjanya Non..." jawab Bik Iroh hati-hati.
Tanpa membalas perkataan dari Bik Iroh lagi, Dira langsung melesat dengan cepat menuju ruang kerja kakaknya itu.
Jegrek...! Tanpa mengetuk pintu dulu, dia langsung main masuk saja ke dalam ruang kerja sang kakak.
Adit terperangah melihat adik kesayangannya yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangannya dengan wajah yang kurang bersahabat.
"Deeeekkk...??" dia mengerjap bingung. Segera dihentikannya aktivitasnya yang sedang mengetik di laptop.
Sisi menghampiri meja kerja Adit.
Dira buru-buru melepaskan pelukannya dari sang kakak.
"Ge-er!" sentaknya jutek.
Adit terpana.
"Terus ngapain Dek kamu dat--"
Belum selesai Adit menyelesaikan kalimatnya, Dira keburu menjewer telinga Adit dengan gemas.
"Aaaawwwww... Sakit Dek! Apa-apaan sih kamu!?" ucapnya kesal sambil mengusap telinganya yang habis dijewer.
Dira malah melotot.
"Mas Adit tuh yang apa-apaan!" dengusnya.
Adit memijat pelipisnya. Kenapa sih hampir semua cewek tuh selalu bikin pusing??
__ADS_1
"Duduk dulu yuk duduk... Gak baik orang bunting marah-marah terus..." ucap Adit sabar sambil menuntun sang adik duduk di sofa.
Dira melipat tangannya di depan dada dengan wajah jutek.
"Kamu tuh kenapa...? Dateng-dateng langsung marah-marah...?" tanyanya lembut.
"Mas Adit tuh yang kenapa!!" balasnya masih sengit.
Adit memijat pelipisnya lagi frustasi.
"Ya Mas Adit mana tau...? Kamu dateng-dateng langsung marah-marah?" masih berkata dengan sabar.
"Sejak kapan Mas Adit tuh suka nyakitin perasaan cewek!? Apalagi cewek itu sahabat aku sendiri!!" dia tak dapat menahan emosinya.
.
.
.
.
.
To be continued...
Minta KOMEN, LIKE yang banyak Sayang2kuuh. Rate5 dan FAVORIT juga. Apalagi kalau kalian mau kasih VOTE, aku BERTERIMA KASIH BGT sama kaleaannn. Itu pasti bikin aku makin semangat Update wkwkwk. THANK UUU😘😘😘
.
.
.
.
.
Mohon maaf kalo terkadang aku Up nya cuma sedikit... ini juga aku usahain untuk Up tiap hari di sela-sela kerjaan aku... demi biar aku gak ngecewain kaliann huhuhu...
__ADS_1
jadi Author minta jangan pelit untuk tekan tombol LIKE nya yaaa. karna itu sangat mengapresiasi kami banget. Trus komentar kalian walaupun cuma ketik lanjut atau next aja udah bikin Author seneng banget. eehh kok jadi curhat maap yak wkwkwkk.