
**Sebelum mulai baca, ayoo doong Sayang2 kuuh😍😍😍, dukung aku dengan tinggalin koment, like, vote, rate 5, dan juga share (maap ya kalo aku banyak maunya wkwkwk)
Dukungan kalian bikin aku semangat untuk Up episode tiap harinyaa. makasiihh sayang2 kuuh😍😍😘 and Happy Readiinggg**..!!
*****
Waktu terus bergulir. Dan tak terasa sekarang sudah hari Minggu lagi. Ya, dan itu artinya, Mama dan Papa harus kembali ke Batam.
Dira, Fahri, dan Adit, mereka semua ikut mengantar Mama dan Papa ke bandara. Jadwal keberangkatan pesawat yang akan Mama Papa tumpangi menuju Batam adalah pukul 11.00 WIB. Mereka berangkat sejak pukul 09.30 WIB untuk mengantisipasi bila jalanan macet.
Fahri dan Adit membawa mobil masing-masing. Karena kalau hanya menggunakan mobil salah satu dari mereka, tidak akan bisa menampung mereka berlima. Apalagi koper Mama Papa yang cukup banyak. Fahri dan Dira satu mobil. Sedangkan Adit satu mobil dengan mama dan papa-nya.
Dalam perjalanan, Dira tak hentinya menangis. Bagaimana tidak. Dia harus kembali berpisah entah dalam jangka waktu berapa lama lagi, dengan kedua orang yang paling dikasihinya itu. Rasanya waktu bersama selama 2 minggu teramat singkat baginya.
"Udah dong Sayang... Cup... Jangan nangis lagi..." Fahri masih berusaha membujuk sang istri sambil mengelus kepalanya dengan lembut.
Mata Dira sudah sangat sembab, dan hidungnya merah karena dia berkali-kali menyeka ingus yang keluar dari hidung-nya itu dengan tisu.
Nyatanya bujukan Fahri tak mempan untuk membuatnya berhenti menangis.
"Mas tuh enak! Ngomong udah, udah...! Kan aku yang ngerasain...! Mas sih gak ngerasain...! Hiks... Hiks..." Dira meracau dengan kesal, dan tangisnya justru makin menjadi-jadi.
Fahri jadi menggaruk kepalanya yang tak gatal. Merasa bingung harus bagaimana lagi menghadapi sikap istrinya. Namun dia memang pernah membaca di suatu artikel, bahwa wanita yang sedang hamil memang perasaannya jadi lebih sensitif karena pengaruh dari hormon selama kehamilannya. Jadi yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah bersabar terhadap istrinya itu. Apalagi mood wanita hamil itu memang tidak menentu.
"Yaudah deh iya... Gak papa deh kalo kamu mau nangis untuk ngeluapin perasaan kamu... Tapi jangan lama-lama ya Sayang sedihnya... Nanti muka cantik imut lucunya ilang deh..." ucap Fahri lembut sambil mengelus kepala istrinya lagi.
Akhirnya tangis Dira mereda.
"Kan kasian juga Sayang... Si dedek bayi... Kalo ibunya sedih biasanya kan ngaruh ke janin-nya," kini Fahri mengusap perut rata istrinya.
Dira hanya diam. Dan akhirnya kini dia benar-benar berhenti menangis. Walau masih ada sisa-sisa sesenggukan karena saking lamanya tadi dia menangis.
*****
__ADS_1
Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Dira memeluk mama dan papa-nya bergantian. Begitu lama... dan dalam. Dia begitu menghayatinya. Rasanya tak rela harus berpisah lagi.
Mama mengelus rambut Dira lembut, "Udah ya Sayang... Jangan sedih lagi dong... Nanti Mama dan Papa ikutan sedih... Kan udah ada Fahri... Ada Mas Adit juga... Mama dan Papa Insya Allah nanti akan sering-sering menghubungi kamu..."
Dira mengangguk. Lalu mengusap air matanya.
Kini Mama mengelus pundak Dira, lalu beralih ke perut ratanya. "Kamu harus sehat terus ya Sayang... Jaga baik-baik calon cucu Mama dan Papa..."
Dira mengangguk lagi. Dan memeluk erat mama-nya lagi. Diciumnya kedua pipi sang mama secara bergantian dengan penuh cinta, "Mama dan Papa juga baik-baik disana ya..."
Mama dan Papa mengangguk sambil tersenyum kecil. Berusaha menyembunyikan kesedihannya.
Papa kemudian mencium puncak kepala Dira, "Love you..."
"Love you too..." balas Dira menatap sang papa dengan mata sembab dan sayu nya.
"Hati-hati ya Pa... Ma..." ucap Adit berusaha menyembunyikan wajah sendu nya.
"Hati-hati Pa, Ma..." ujar Fahri mengulang ucapan Adit.
Mama dan Papa mengangguk.
Karena waktu sudah menunjukkan pukul 10.20 WIB, akhirnya Dira, Adit, dan Fahri harus rela melepas kepergian Mama dan Papa. Karena mereka harus segera menuju konter maskapai penerbangan yang akan mereka tumpangi untuk melakukan check-in.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Haloo Para readers setiaakuu..!😊😊
Mudah-mudahan masih ada yang menanti kelanjutan cerita Dira dan Fahri yaa😁😆
Oya, ngomong-ngomong ini Karya pertamakuu.
Minta dukungan kalian yaa. Terus tinggalin jejak...!!
Like, komen, vote, rate5, and share...!!
Ayooo dong dukung penulis, minimal tinggalin like sama rate5, gak nyampe 1 menit kook sayang2 kuh😍😘
Dan juga kritik n saran yg membangun juga aku tungguu yaaa...!
Terima kasiiihhhh❤❤
.
.
.
.
Sedikit pengumuman lagii Sayang2 kuuh😍.
Teruntuk readers setiaku, maaf kalo selama bulan Ramadhan ini, author gak bisa up date terlalu banyak episode per harinya.
Harap dimaklumi, karena keadaan author yang agak lemes ini saat puasa, jadi nggak terlalu bisa banyak berpikir untuk mendapatkan ide-ide😂😆
__ADS_1