
Hai haiii sayang2 kuuhh...! Kabar baiikk buat kaleeaann, HIATUS nya gak jadi sekarang!
Plin Plan beut deh Author satu ini, wkwkwwkkk
Ok ok Selamat Membacaaa...!!!! Jangan Lupa klik Like, share, vote, n Rate5 nya yaaaa!! Biar aku tuh makin semangattthh😭😭😭.
Apalagi kalo ditambah ada yang komen walaupun cuma ngetik next doang akutuh udah bahagiaaa bgttt tau gaakk😂😂😭😭😭😭.
Okeh Happy Readiiiinggg...!!!😊😊❤❤❤
*****
Jarum jam menunjukkan pukul 15.32 WIB ketika Fahri dan Dira baru saja usai menunaikan sholat ashar di mushola yang letaknya tak jauh dari kawasan tempat tinggal Mang Dadang.
Mereka kini sudah berada di dalam mobil lagi. Dan Fahri sudah melajukan mobilnya.
"Honey..." panggil Dira lembut.
"Hmmm...?" Fahri menoleh sekilas ke arahnya sambil tetap fokus ke kemudi.
Dira menautkan sebelah jari-jemarinya pada jari-jemari Fahri yang tidak memegang stir. Kemudian dia mengecup perlahan dan lembut punggung tangan suaminya itu. "Makasih ya Sayang..." bisiknya lembut.
Fahri tersenyum lebar sambil menoleh sekilas. "Buat...?" tanyanya pura-pura tak tahu.
"Buat perjuangan Mas dapetin mangga mudanya laaaaahhhhhh...!" serunya gemas sambil pura-pura ingin menggigit jemari Fahri yang sedang berada dalam genggamannya.
Fahri terkekeh geli. "Iyaa Sayaaanggkuuu... Cintakuuu... Pujaan Hatikuuuu... Belahan jiwakuuuuuuuu...!"
"Hoeks, gombal!" cibirnya, namun dalam hati tetap tersanjung juga.
Fahri terkekeh lagi.
"Tapi Sayang!" celetuk Fahri, "Besok-besok ngidamnya jangan yang abnormal lagi ya...! Yang normal-normal aja lah Sayang! Kayak minta makan bakso kek apa kek gitu. Pusing Mas tuh kalo kamu mintanya yang aneh-aneh gitu, lama-lama rambut Mas ubanan semua!"
Dira langsung ketawa ngakak.
__ADS_1
"Insya Allah yaaa... Gak janji!"
Mata Fahri langsung melotot sempurna.
"Hahahahahahahaaaa...!"
"Ck, awas ya kamu!"
Dira terkekeh.
"Eh Mas!"
"Ya Sayang?" menoleh sebentar.
"Ini hari apa Sayang?"
"Rabu."
"Iiiiihhh Maaassss...! Sriusaaaaannnn...!!!!"
"Lagian udah tau ini hari Sabtu. Pake nanya segala lagi," ucapnya terkekeh geli.
"Naaahh, iya Mas! Sekarang hari Sabtu kan... Berarti... entar malem, malem Minggu dooonggg...?"
"Bukan Sayang, malem Senen!"
"Iiihhh, Mmmaaaaassss...!!!!!"
"Hahahahahaaa... Lagian udah tau pake nanya!"
Dira memberengut sambil bersedekap.
"Kenapa sih Sayang... emangnya...?" tanya Fahri lembut sambil mengelus pelan sebelah pipi Dira dengan tangannya yang bebas.
Akhirnya Dira menggerakkan tubuhnya sehingga kini posisi duduknya menyamping menghadap Fahri. "Mas, sekalian malem mingguan yuk Sayang! Kita kan udah lama gak pacaran berduaan gini..." rajuknya manja.
__ADS_1
Fahri menoleh sekilas sambil menyatukan kedua alisnya. "Ngaco kamu Sayang. Gak pulang dulu gitu...? Kita ini udah hampir seharian lho di jalan. Udah kayak musafir aja," tuturnya menahan geli.
"Iya Sayang. Udah gak usah pulang. Pokoknya mumpung sekarang masih sore, Mas harus temenin aku kelilingin kota Jakarta! Baru nanti malemnya, kita makan kek di kafe atau dimana kek gitu,"
Tiba-tiba Dira tersenyum misterius, "Mas tau gak? Kenapa pas kita mau berangkat tadi, aku nyuruh pake mobil aku aja...??" Dira menaik-naikkan kedua alisnya masih sambil menyeringai.
Fahri makin menautkan kedua alisnya keheranan. "Gak tau," mengedikkan bahu.
"Ya karena ini Sayang! Aku pengen menikmati udara sore yang segar ini, bareng sama Mas berduaan. Sambil keliling kota Jakarta...!" ucap Dira bersamaan dengan dia memencet sebuah tombol di mobilnya, sehingga hanya dalam hitungan detik, atap mobil VW Beetle itu terbuka dengan gerakan canggih.
Lalu dia bangkit dari duduknya. Menyembulkan kepala dan anggota badannya melalui atap mobil yang terbuka lebar. Dengan posisinya yang kini berdiri, dia merentangkan kedua tangannya lebar-lebar. Menikmati hembusan angin yang membelai wajah dan rambutnya sehingga rambut panjangnya itu berkibar diterpa tiupan angin sore yang begitu sejuk itu.
Fahri yang melihat tingkah istri kecilnya itu, hanya tertawa kecil sambil geleng-geleng kepala.
"Gimana Mas...? Udah mirip sama adegan di drama Korea kan...?" ucapnya masih sambil merentangkan kedua tangannya.
Fahri malah geleng-geleng kepala lagi sambil tertawa geli. "Mana Mas tau Sayang. Seumur-umur juga belum pernah nonton drama Korea!"
Dira tak menghiraukan ucapan suaminya itu. Kini dia memejamkan kedua matanya dan menikmati hembusan angin sore yang membelai mesra wajahnya.
.
.
.
.
.
.
.
To be continued...
__ADS_1