Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil
Bab 103


__ADS_3

Hari-hari selanjutnya berjalan normal seperti biasa. Jarum jam menunjukkan pukul 19.50 WIB ketika Sisi dan kedua orang tuanya usai makan malam.


Ya, sebuah pemandangan yang sangat sangat LANGKA! Sisi bisa makan malam bersama dengan kedua orang tuanya lengkap. Bahkan ketika itu suasana begitu hangat karena mereka saling bercerita dan tertawa lepas. Sesuatu yang bahkan Sisi sampai lupa kapan terakhir kali dia dan kedua orang tuanya itu lakukan.


Tuan Farel alias papa Sisi memang akan berada di Indonesia selama 1 bulan. Sekedar informasi, papa nya adalah seorang pemilik perusahaan properti raksasa yang sudah memiliki cabang dimana-mana bahkan hingga ke luar negeri. Dan saat ini beliau sedang mengurus salah satu cabang perusahaan yang berada di Amerika.


Ketika sudah berada di depan pintu kamarnya, Sisi mengurungkan langkahnya. Dia berbalik dan berlari kecil menuruni anak tangga.


Dan kini, dia sudah berdiri di depan pintu kamar mama-nya. Dia menarik napas sejenak. Lalu dengan perlahan diketuknya pintu kamar sang mama.


"Siapa? Masuk," terdengar sahutan dari Nyonya Raisa.


Ceklek! Sisi-pun membuka kenop pintu dengan perlahan. Lalu menyembulkan wajahnya dari balik pintu


.


"Sisi?" Nyonya Raisa yang sedang duduk di meja kerja dengan laptop di depannya, menoleh ke arah pintu.


"Ada apa Sayang? Sini masuk,"


Dengan ragu Sisi-pun melangkah masuk ke dalam kamar mama-nya. Kemudian dia menarik kursi yang ada di sebelah mama-nya dan duduk.

__ADS_1


"Ng... Ada yang pengen Sisi sampein ke Mama..." ucapnya sedikit ragu.


Nyonya Raisa hanya mengernyitkan kening.


"Ma..." ucapnya menggantung.


Nyonya Raisa masih menunggu.


"Maafin Sisi ya..." lanjutnya sambil menundukkan wajah.


Nyonya Raisa makin mengerutkan dahinya, "Untuk...?"


Sisi mendongak kembali dan menatap wajah sang mama. "Maafin Sisi karena sikap Sisi selama ini..." lirihnya. "Sisi selalu bersikap keras kepala sama Mama... Bahkan selalu menuntut Mama dan Papa... Sisi baru sadar. Ternyata Mama dan Papa emang sayang banget sama Sisi. Buktinya kemarin pas hari ulang tahun Sisi, Mama mendatangkan penyanyi idola Sisi. Berarti selama ini Mama emang perhatian sama Sisi karena Mama tau hal-hal apa aja yang Sisi sukai..." jelas Sisi panjang lebar. "Maafin sikap Sisi selama ini yang sering egois dan childish..." lanjutnya lagi hampir terisak.


Setelah cukup lama berpelukan, akhirnya ibu dan anak itu melepas pelukannya.


Nyonya Raisa menggenggam sebelah tangan Sisi. "Maafkan juga sikap Mama selama ini ya Sayang... Mama juga egois dan gak mau mendengarkan kata-kata kamu..." tutur Nyonya Raisa lembut. "Mulai saat ini, Mama janji akan lebih perhatian dan meluangkan waktu lebih banyak untuk kamu,"


Mendengar itu, rasanya bagai ribuan kupu-kupu berterbangan di hati Sisi. Begitu bahagia!


"Malam minggu nanti kita jalan bertiga ya sama Papa,"

__ADS_1


Sisi terkesiap. "Be.. benerann Maaa...??" rasanya tak percaya mendengar hal sederhana itu. Bagi Sisi itu bagaikan mendengar dia menang undian 3 buah mobil Lamborgini keluaran terbaru.


"Bener dong!"


"Makasiiihhhh Maaaaa...!" serunya riang sambil memeluk mama-nya lagi.


Tuhan... Terima kasih. Akhirnya kesedihanku selama ini... Engkau ganti dengan hadiah yang sangat indah ini. Mama dan Papa-ku kembali! Ya Tuhan... Jangan ambil lagi kebahagiaan ini...


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Minta KOMEN, LIKE yang banyak Sayang2kuuh. Rate5 dan FAVORIT juga. Apalagi kalau kalian mau kasih VOTE, aku BERTERIMA KASIH BGT sama kaleaannn. Itu pasti bikin aku makin semangat Update wkwkwk. THANK UUU😘😘😘


__ADS_2