Jangan Rubah Takdirku

Jangan Rubah Takdirku
Radit Mengatakan Perasaannya


__ADS_3

Fiona yang sedang menjalankan syuting di Kota B, tidak sengaja bertemu Radit di sebuah restoran bersama Nania.


"Radit.. Kamu sedang di sini?" Sapa nya.


Pria yang sedang duduk berhadapan dengan Nania itu menoleh ke suara yang menegur nya. "Fiona.."


"Kebetulan sekali ketemu sama kamu, apa kamu lagi ada kerjaan juga di sini?" Fiona langsung ikut bergabung, duduk di samping Radit.


Asisten Fiona langsung pergi saat lirikan mata nya berbicara. "Nona, satu jam lagi syuting nya segera di mulai. Saya akan tunggu di mobil." Ucap Asisten itu.


"Hm, pergilah!" Jawab Fiona dengan nada ketus nya.


'Ternyata perilaku nya buruk sekali dengan Asisten sendiri. Dia tidak jauh beda dengan Xioaran.' Gumam Nania yang tidak bersuara sedari tadi.


"Radit, kamu tidak menjawabku?"


"Iya, aku sedang ada urusan di sini." Jawab nya tanpa melihat.


Fiona ikut makan siang bersama di meja itu, Nania sama sekali tidak bicara dalam acara makan siang nya.


'Kata nya sudah beristri, tapi kenapa semua wanita selalu menempel pada nya. Aneh sekali, bisa-bisa nya aku hampir terlena lagi pada pria yang sudah punya istri.' Nania bergumam lagi dalam hati nya.


"Nania, kamu sudah selesai makan nya?"


"Hm, sudah Tuan."


"Kita kembali ke villa lagi." Ajak nya berdiri.


"Kamu buru-buru sekali Radit, bagaimana kalau malam ini kita pergi jalan-jalan?" Fiona menggelayut manja di lengan kekar Radit.


Pria itu berusaha menurunkan tangan Fiona yang seenak nya menyentuh dan bergelayutan pada diri nya. "Ehem.. Aku sibuk sekali, lain kali saja." Jawab nya.


"Ayo jalan!" Radit mengajak Sekertaris nya.


"Eh, tunggu-tunggu! Radit, bisakah aku ke villa mu? Sudah lama juga kan kita tidak mengobrol bersama."


Radit menghela nafas nya dengan kasar, "Fiona, kamu sibuk syuting kan? Kamu pasti lelah, lebih baik gunakan waktumu dengan baik. Karena aku juga sedang sibuk, aku pergi dulu." Ia membenarkan dasi di kerah nya dan pergi meninggalkan Fiona sendiri.


"Hissh, selalu saja seperti itu! Radit, aku pasti bisa mendapatkan kamu."


Fiona melipat tangan nya di dada dan menaikan satu alis nya sambil melihat kepergian Radit dan Nania.


Di dalam mobil, Nania masih diam saja. Sesekali Radit melirik ke arah nya. "Kenapa diam saja?"


"Nggak apa-apa Tuan." Balas nya.


Sejujur nya hati Nania merasa sedikit kecewa saat tahu kalau Radit sudah punya istri. Entah perasaan dari mana yang singgah di hati nya kali ini. Nania akui, ia menyukai Radit.


'Ternyata rasa nya begitu sesak, aku baru sadar jika aku menyukai nya. Tapi aku sadar diri, aku hanya bawahan nya saja. Aku tidak berharap apapun dari nya. Toh, dia juga sudah mempunyai istri, aku tidak ingin di sebut wanita pelakor lagi. Sudah cukup kejadian kemarin menjadi pelajaran untukku.' Ucap nya dalam hati sambil memandangi jalanan dari balik jendela mobil.


Mata nya sudah berkaca-kaca, Nania menghirup dalam udara di dalam mobil. Rasa nya tak berdaya untuk saat ini.


"Mau berkeliling sebentar?" Tawar Radit.

__ADS_1


Ia menggelengkan kepala nya, "Tidak Tuan, terima kasih." Jawab nya lesu. "Apa kamu sakit?" Tanya nya lagi. "Nggak Tuan, saya baik-baik saja."


Radit merasa ada yang aneh pada diri Nania.


'Apa dia mengira aku benar sudah punya istri ya? Jika begitu, arti nya Nania...' Pikir Radit dalam hati nya.


Mobil Radit sudah sampai di halaman villa mewah yang mereka tempati. Nania turun dan lebih dulu masuk ke dalam villa. Radit semakin merasa jika Nania sedang menjaga jarak pada nya.


"Ck, dasar wanita!! Apa semua wanita selalu ingin di mengerti, huh?" Decak nya pusing memikirkan tingkah gadis yang selalu di dekat nya.


Malam hari nya, Nania tengah mengerjakan tugas kantor nya di ruang makan. Ia duduk di kursi makan sambil mengetik sebuah laporan di laptop nya.


Pria tampan yang telah mengusik hati nya datang. "Nania, tolong kamu namakan juga produk parfum yang tadi kita pilih. Nanti aku akan seleksi lagi dari pilihan kamu." Ucap nya memerintah urusan pekerjaan.


"Baik Tuan."


Radit ikut duduk di kursi makan sebelah Nania, ia memainkan ponsel nya untuk membaca email masuk yang beruntun.


"Nania, apa salinan surat kontrak kerja sama dengan Perusahaan Lemyan ada di kamu?"


"Iya Tuan."


"Kamu email lagi ke aku, seperti nya Perusahaan Lemyan sudah masuk kategori nomor sebelas di Asia."


"Baik Tuan."


Kedua nya bekerja di ruang makan bersama hingga larut malam. Akhir nya Nania sudah membereskan tugas nya dengan baik.


"Tuan, saya sudah memikirkan ketiga nama untuk produk parfum baru nya." Ucap nya sambil memberika selembar kertas pada Radit.


Pria itu membaca nya dengan seksama sambil mengangguk-ngangguk. "Epic Desire, Heaven Scent, dan.. Sun Kissed?"


"Menarik, lalu arti nya apa?" Tanya Radit begitu dalam menatap Nania.


"Untuk Epic Desire melambangkan sebuah keinginan epik yang menggebu-gebu. Sesuai dengan aroma parfum pria yang beraroma dingin namun, membara. Wangi nya begitu kuat tapi memberi kesan dingin."


Nania menjelaskan nya sambil menatap balik manik mata Radit.


"Lalu Heaven Scent mempunyai arti aroma surga, sesuai dengan wangi nya yang lembut, tenang, dan manis. Aroma Jasmine berpadu dengan aroma bunga Lily, dan Mawar Bulgaria. Wanita dan Pria pasti akan terpikat, atas dasar cinta dan keinginan."


Radit mencondongkan tubuh nya ke Nania, pria itu menatap dalam manik mata indah di hadapan nya. "Dan yang Sun-Kissed, apa arti nya?"


Tubuh Nania mendadak kelu, tubuh nya serasa ada yang mengalir, jantung nya berdegup lebih cepat. Bahkan mata nya tak kuasa berkedip.


"Sun Kissed merupakan aroma Almond pahit dan Saffron, perpaduan Musk, Amberwood, dan Ambergis menjadi satu. Melambangkan gairah cinta yang membara. Bisa membuat seseorang jatuh cinta hanya dengan tiga menit." Ucap nya sedikit gemetar karena di tatap Radit.


"Tiga menit?"


Tangkapan mata nya tak henti menatap gadis di depan nya, beralih pun rasa nya tidak akan.


"Ya Tuan, jika ada wanita yang memakai parfum itu dan menemui pria, dalam tiga menit bersama nya. Pria itu akan terpikat dan jatuh cinta."


Radit menjauhkan tubuh nya, ia berdehem untuk menetralkan suasana. "Kamu bawa sample parfum nya?"

__ADS_1


"Ada Tuan."


"Bawa kesini, aku ingin memastikan nya lagi." Titah Radit. Nania segera mengambil sample parfum yang ia bawa siang tadi dari ruang penelitian Prof.Zhang.


Gadis itu kembali membawa tiga sample parfum yang sudah di masukan ke dalam botol spray kecil berlapis kaca dan berwarna biru transparan.


"Ini Tuan sample parfum nya."


Nania mensejajarkan tiga parfum di atas meja, Radit membaca tulisan kecil yang di tempel pada botol itu, bahan-bahan parfum yang ada di dalam nya ia baca dengan pasti.


Lalu tangan nya memilih aroma yang bertuliskan Almond, Saffron, Musk, Amberwood, dan Ambergis.


Itu arti nya parfum yang ia ambil adalah, "Sun-Kissed?" Tanya nya dan Nania mengangguk.


Radit membuka tutup botol nya dan menyemprotkan parfum itu pada tubuh Nania, tiga semprotan berhasil menempel di bagian bahu, dan lengan gadis itu.


"Tu-tuan, kenapa di semprot ke saya?" Nania masih bingung.


Tangan Radit memegangi kedua bahu Nania, ia menatap nya dalam. Gadis itu tidak bisa berkata-kata lagi, lidah nya kelu. Ia menatap balik manik mata yang suka bersikap semau nya.


"Tiga menit?"


Nania masih tidak mengerti, Radit mengikis jarak dan meraih bibir ranum milik Nania. Ia mencium nya dalam, begitu lembut dan terasa menghayati.


Tidak ingin di perlakukan semena-mena lagi pada nya, yang awal nya Nania memejamkan mata, kini ia berusaha melepaskan pagutan lembut itu.


Tapi tangan Radit sudah menahan kepala nya, malah menekan lebih dalam lagi. Terjadilah ciuman mesra itu di ruang makan. Radit terus melu*mat nya tanpa memberi jeda. Hati nya sudah tidak tahan menahan perasaan yang muncul kian semakin jelas.


Sekitar tiga menit pria itu akhir nya melepaskan tautan nya. Nafas kedua nya saling memburu. Nania mengambil oksigen yang tadi sempat terbatas.


"Hahh...hahh.." Kedua nya sama saja.


Jemari tangan Radit menyentuh pipi Nania, gadis itu kembali menatap nya. "Tiga menit, dan kenyataan nya, aku menyukaimu." Ucap Radit pelan.


"T-tuan..."


Bagai di panah tepat di jantung, entah Nania harus merasa senang atau sakit. Mungkin ini memang rasa dari aroma Sun-Kissed. Memiliki arti pahit dan manis dalam percintaan.


"Nania.. Aku menyukaimu." Ucap nya lagi.


Gadis itu mengalihkan pandangan nya, "Tuan maaf, mungkin anda terlalu menghayati aroma dari parfum ini. Sa-saya ke kamar dulu."


Ia berdiri namun di cegah oleh Radit, akhir nya ia terduduk lagi di kursi makan. "Aku serius, sedang tidak main-main." Tegas nya lagi.


"Tapi Tuan, anda sudah punya istri. Tolong jangan bersikap seperti ini pada saya."


"Hei.." Ucap nya lembut sambil mengangkat dagu Nania. "Aku punya istri? Istri di dunia khayalan? He he he." Ia terkekeh pelan di hadapan nya.


"Ma-maksud Tuan?"


"Nania, mana ada aku sudah punya istri. Kamu terlalu polos, atau kamu yang mau jadi istri aku, hm?" Goda nya begitu romantis.


Radit mengatakan perasaan nya pada Nania, ia tidak tahan jika gadis yang ia sukai di goda oleh pria bernama Devan, dan tidak ingin menahan lebih lama lagi.

__ADS_1


"Aku serius Nania..."


__ADS_2