Jangan Rubah Takdirku

Jangan Rubah Takdirku
Presentasi Pertama Nania


__ADS_3

Hari ini Perusahaan Diamond Glow sedang melakukan meeting bersama tim penelitian dan perancangan.


Nania duduk di samping Riyan, dan Radit yang memimpin rapat di ujung meja. Di dalam ruangan itu terdapat 12 orang yang ikut menjalankan rapat bersama.


"Kita akan membuat produk baru, pertama kali nya di Diamond Glow. Sebelum nya kita sempat mengeluarkan body mist. Tapi sekarang kita akan memulai produksi Eau De Parfum."


"Setuju Tuan, karena setiap brand kosmetik lain, pasti mereka juga punya produk parfum." Ucap salah satu kolega.


"Iya Tuan, bahkan dari brand lokal sendiri parfum nya banyak di minati karena harga yang murah, dengan kualitas yang cukup lumayan." Tukas yang lain nya.


Radit mendengarkan ucapan dari setiap karyawan nya. Nania juga fokus mengikuti rapat itu.


"Riyan, kita mulai sekarang."


"Baik Tuan."


Asisten Riyan berdiri mulai menyalakan proyektor di dalam ruangan itu, semua mata tertuju pada layar yang menampilkan sebuah rancangan.


"Baik, di sini saya akan menjelaskan sedikit untuk produk terbaru dari Diamond Glow. Yaitu Eau De Parfum." Jelas Riyan.


Ia di percaya oleh Radit dalam menjelaskan materi di setiap meeting penting. Riyan adalah tangan kanan Radit, orang kepercayaan nya sekaligus kecerdasan nya memang di acungi jempol oleh Radit.


"Tentu nya parfum adalah sebuah produk yang sudah menjadi kebutuhan setiap orang, apa lagi di era sekarang ini. Baik dari yang muda atau pun yang tua, semua pakai parfum. Baik dari kalangan bawah maupun atas mereka punya selera masing-masing."


Nania melihat Riyan begitu wibawa saat membawakan materi di rapat kali ini. Bicara nya juga sangat di mengerti.


"Diamond Glow akan memproduksi sebuah parfum yang berbeda dari yang lain nya. Yang pasti Diamond Glow mempunyai ciri khas yang brand lain belum punya. Selalu mempunyai desain dan kualitas barang yang memukau."


Semua Kolega dan karyawan tertuju pada sebuah layar proyektor yang muncul sebuah gambar bahan-bahan seperti, tumbuhan akar wangi, bunga, dan tanaman yang di potret Nania kemarin di Kota B.


"Tim penelitian akan meneliti lagi bahan yang di gunakan untuk pembuatan parfum ini, sebelum nya Tuan Radit sendiri yang sudah turut memilih sebagian bahan parfum seperti yang ada di gambar."


"Nania, bisa tolong keluarkan sample parfum nya." Pinta Riyan.


"Baik."


Akhir nya Nania berdiri dan membagikan ketiga botol kecil sebagai sample ke kolega dan karyawan lain nya.


"Di depan kita sudah ada tiga sample parfum yang akan di produksi di awal bulan depan. Bisa di coba dan tolong berikan saran dan masukan nya untuk produk ini, selebih nya Nania yang akan menjelaskan isi dari parfum itu." Jelas Riyan setelah ia panjang lebar berbicara mengenai produk parfum dalam meeting nya.


Sejenak Nania merasa gugup, ia menarik nafas dalam-dalam. Karena kali ini adalah presentasi pertama buat nya dalam meeting penting.

__ADS_1


Radit mengangguk sebagai tanda setuju jika Nania menjelaskan isi dari parfum itu.


Nania berdiri di dekat Radit, ia memegang remot kecil layar proyektor. Lalu mengganti nya dengan sebuah nama dari ketiga parfum yang di pilih.


"Baik, saya akan menjelaskan mengenai parfum yang akan di produksi. Sudah ada tiga sample parfum dengan aroma yang berbeda, ketiga nya mempunyai nama dan arti." Jelas nya berusaha untuk profesional.


"Yang pertama adalah Heaven Scent, kedua Epic Desire, dan yang ketiga yaitu Sun-Kissed."


Radit sesekali memperhatikan Nania yang tengah presentasi. Ia kagum dengan kecantikan alami wajah Nania dan kecerdasan nya.


"Parfum yang ini nama nya yang mana?" Tanya salah satu kolega.


"Yang tutup biru itu nama nya Heaven Scent, mempunyai arti aroma syurga."


Bla.. Bla.. Bla.. Nania menjelaskan ketiga nama parfum itu seperti yang ia catat dan jelaskan pada malam itu bersama Radit.


"Waw, aroma yang ini sangat menghipnotis sekali, sama seperti nama nya, Sun-Kissed" Ucap salah satu karyawan pria.


"Tuan, seperti nya parfum Sun-Kissed ini akan di minati banyak orang. Karena saya tidak merasa familiar dengan wangi ini, jarang sekali mencium aroma ini, bahkan saya pernah ke sebuah toko parfum mahal, tidak ada yang mempunyai aroma seperti ini. Ini pertama kali saya cium wangi yang sangat menghipnotis." Puji salah satu Kolega yang memang ia mengkoleksi banyak parfum di rumah nya.


Dalam hati Nania, ia merasa gembira sekali ada yang menyukai aroma yang di pilih nya, serta nama yang ia buat.


"Baiklah, karena saya rasa semua sudah setuju dengan nama dan juga aroma parfum yang akan kita produksi. Saya akan tetapkan produksi parfum yang lebih banyak adalah Sun-Kissed." Jelas Radit.


Ia melirik ke Nania dan tersenyum kecil, Riyan yang melihat itu sudah paham sekali.


"Saya akan minta tim penelitian dan pengembangan, untuk segera membuat desain parfum ketiga nya. Riyan, tolong kamu cek lagi di bagian stok bahan yang akan masuk hari ini."


"Baik Tuan." Jawab semua nya.


"Nania, kamu ke bagian departemen keuangan, suruh mereka hari ini berikan laporan penyelenggaraan dana untuk produk ini."


"Baik Tuan." Jawab Nania.


"Selama satu bulan ini kita membutuhkan kerja keras lebih extra lagi, saya harap kalian bisa bekerja sama dengan baik dan saling mengkoordinasi."


"Baik Tuan."


"Jangka waktu 3 bulan, saya ingin produk ini sudah launching."


"Okay, rapat selesai." Ucap nya lagi di akhir kata.

__ADS_1


Radit meninggalkan ruang rapat lebih dulu, Nania membereskan berkas dan botol-botol sample yang di siapkan tadi.


Semua kolega dan tim karyawan sudah keluar dari ruang meeting. Tersisa hanya Riyan dan Nania.


"Ehem.." Riyan berdehem.


"Kayak nya ada yang lagi seneng nih." Ledek nya.


Nania melirik ke Riyan, "Bukan nya kamu yang lagi senang?" Ia meledek balik Riyan. "Loh, memang nya aku senang kenapa?" Tanya Riyan penasaran, harus nya ia yang meledek Nania.


"Hari ini kamu di buatkan bekal sama Delisha, kan?" Jawab Nania sambil menahan tawa nya.


Pria itu langsung menggaruk pelipis nya, ia merasa di pergoki. "Ehem.. Apa dia cerita padamu?"


"He em.."


"Ah sudahlah, hanya sebuah bekal. Bukan apa-apa kok." Riyan berlagak biasa saja. "Aku tidak bilang apa-apa." Jawab Nania.


Gadis itu memasukan botol-botol parfum ke sebuah kotak. Ia merapihkan nya dengan hati-hati.


"Aku cuma mau bilang, selamat ya.. Kamu hebat sekali Nan, bisa membuat Tuan Radit menyutujui pilihan kamu dalam produksi parfum nya." Ia memberikan selamat pada Nania.


"Kamu bisa saja, aku hanya memilihkan yang terbaik untuk Diamond Glow. Kita semua juga sudah bekerja keras untuk produk ini." Nania tidak ingin melambung ke awan, ia tetap merasa biasa saja.


"Ya apapun itu, inti nya kamu tetap hebat kali ini. Aku ikut senang, kalau gitu aku balik duluan ya."


"Hm, terima kasih."


Riyan lebih dulu meninggalkan ruang meeting, ia menuju ruangan nya sendiri dan duduk di kursi kerja nya.


Pria itu melihat kotak bekal yang di bawakan Delisha tadi pagi, saat mengantarkan nya berangkat kerja. Ia di bawakan sebuah bekal dari nya, Riyan sangat merasa di perhatikan pada gadis itu.


"Ini isi nya apa ya?"


Karena penasaran Riyan membuka kotak bekal nya. Sebuah makanan bento yang di buat Delisha dengan sepenuh hati.


Di dalam kotak bekal itu terdapat onigiri, berupa nasi yang dipadatkan berbentuk segitiga dan di balut seaweed. Lalu ada beef teriyaki, sedikit salad sayur, dan potongan telur rebus di dalam nya.


"Wah, menarik sekali, jadi berasa kayak anak sekolah lagi. Lucu banget sih kamu, Del."


Tanpa sadar Riyan memuji Delisha. Lalu ia menyantap bekal yang di bawakan gadis imut nya.

__ADS_1


__ADS_2