
Malam nya Nania sudah mengenakan gaun hitam perbalut swarovski di bagian dada nya, dan bercermin agak sedikit gugup.
"Huft... Sebenar nya mau kemana, kenapa aku harus pakai gaun ini. Tapi gaun ini cantik sekali, aku belum pernah melihat nya." Kemudian ia tersenyum.
"Naniaa..."
Panggilan Radit dari luar kamar nya membuyarkan konsentrasi Nania yang tengah menarik nafas agar pikiran nya bisa tenang.
"Ya.. Tuan." Jawab nya.
Ia lalu membukakan pintu kamar nya, betapa terpesona nya Radit dari depan pintu melihat Nania keluar dengan gaun hitam nya.
"Tuan.." Nania melambaikan tangan di depan wajah Radit.
"Ah ya. Kamu cantik sekali, aku sampai terhipnotis padamu. Bagaimana, kamu sudah siap?" Ucap nya memuji Sekertaris itu. "Terima kasih Tuan, sudah siap kok, kita mau kemana Tuan?" Tanya nya.
"Nanti kamu akan tahu, ayo berangkat.." Radit menggandeng tangan Nania, gadis itu sedikit berdehem dan Radit menghentikan langkah nya.
"Ada apa, apa menggandeng tanganmu tidak boleh?"
"Emh, tidak masalah Tuan."
Lalu mereka melanjutkan langkah nya untuk keluar dari apartemen. Sesampai nya di lobi apartemen, Radit dan Nania sudah masuk ke dalam mobil Land Cruiser terbaru berwarna hitam.
Sepasang mata melihat kedua insan itu masuk ke dalam mobil. Ada rasa kecewa ketika melihat Nania bersama pria lain.
Devan memperhatikan nya sampai mobil itu pergi. "Bukankah tadi itu Nania, bersama siapa dia? Apa pria itu pemilik penthouse di atas?" Beberapa pertanyaan muncul di benak nya. Karena ia tidak melihat wajah Radit dengan jelas.
Sampailah mobil Radit di sebuah restaurant yang sangat mewah di kota Jakarta. Ia membukakan pintu mobil untuk Nania.
"Terima kasih Tuan."
"Ayo masuk."
Kedua nya masuk ke dalam, ada sebuah meja yang sudah Radit pesan di lantai paling atas. Ia memesan tempat dengan spot pemandangan yang indah di tengah kota saat malam hari.
Seorang pelayan mempersilahkan mereka untuk duduk. "Selamat malam Tuan, mau di mulai sekarang?" Tanya seorang pelayan pria.
"Hm, ya." Jawab singkat Radit.
Akhir nya seorang pelayan itu kembali dengan membawa dua gelas minuman mahal untuk Radit dan Nania.
"Tuan, sebenar nya kita ini akan makan malam bersama siapa?" Tanya nya sedikit heran. "Terima kasih." Ucap Nania pada pelayan itu.
"Aku tidak mengundang siapapun kecuali dirimu."
Pipi Nania sekilas merona, ia tidak menyangka jika Radit akan mengajak nya makan malam di tempat mewah seperti ini. Ini pertama kali nya seumur hidup Nania makan di sebuah restoran mewah bersama pria tampan.
"Kenapa diam?" Tanya Radit.
"A.. Itu, sa-saya tidak mengerti kenapa Tuan mengajak makan malam di tempat mewah seperti ini." Nania jadi mendadak gugup.
"Tidak usah tanya kenapa. Kita nikmati saja makan malam ini." Jawab Radit dengan lembut. Tatapan itu menusuk ke relung hati Nania.
Tatapan yang tidak pernah Nania lihat sebelum nya. "Iya Tuan." Kedua pelayan datang membawa makanan pembuka untuk mereka.
__ADS_1
Yang satu memegangi nampan, dan yang satu lagi menyuguhkan nya di meja.
"Selamat menikmati hidangan nya Tuan dan Nona." Ucap pelayan itu sopan dan ramah.
Sebuah mobil berjalan dengan kecepatan sedang. Sesekali Riyan terus melirik ke arah Delisha. "Kak Riyan, kenapa melihatku terus. Apa ada yang aneh dengan penampilanku?" Tanya Delisha to the point.
Riyan langsung merasa terpergok melirik terus ke arah nya. "Ah, nggak ada kok. Kamu cuma terlihat beda malam ini."
"Beda bagaimana, Kak?"
"Kamu.. Kamu terlihat cantik sekali malam ini." Jawab nya jujur sambil fokus menyetir. Sebuah senyuman terlukis di wajah Delisha. "Kak Riyan bisa saja."
'Berarti yang kemarin-kemarin aku terlihat jelek begitu. Huft' Seru Delisha dalam hati nya.
Mobil bmw hitam milik Riyan sudah terparkir di depan lobi restoran. Delisha nampak kagum dengan kemewahan tempat makan malam nya bersama Riyan.
"Kak, yakin mau makan di sini?" Delisha agak ragu.
"Sudah nggak apa-apa. Ayo masuk." Riyan menggandeng tangan nya, Delisha diam-diam mengulum senyum.
Baju yang di kenakan Delisha dan make up natural menyihir diri nya menjadi putri malam ini. Riyan sampai terkesima sepanjang jalan.
Sampailah mereka di lantai atas yang Riyan sudah pesan juga sebelum nya.
"Nania, apa kamu sudah punya pacar?" Tanya Radit di sela makan mereka.
"Belum Tuan, saya tidak kepikiran untuk berpacaran lagi." Jawab nya. "Memang nya kamu pernah pacaran?" Nania pun mengangguk.
"Kamu sungguh bodoh! Atau memang kamu sengaja?"
"Tuan bertanya atau memang ingin mengejekku?" Jawab Nania lembut. Radit menyunggingkan bibir nya. "Lalu, apa kamu sedang dekat dengan pria lain?"
Deg..
Detak jantung Nania seolah berhenti, gadis itu sesaat menghentikan makan nya. Lalu menatap Radit.
"Ada Tuan."
'Ada Tuan, dan pria itu adalah dirimu. Aku sangat dekat denganmu setiap hari nya, bagaimana bisa aku tidak menyukaimu.'
Tapi berbalik dengan Radit, ia menggambarkan sedikit kekecewaan di wajah nya. "Apa kamu juga menyukai pria itu?"
"Iya Tuan.."
Jawaban kedua dari Nania membuat Radit patah hati.
'Iya Tuan, aku baru menyadari, kalau aku memang menyukaimu. Haruskah aku bilang kalau pria itu adalah dirimu.' Seru Nania dalam hati menahan perasaan nya.
"S-siapa pria itu?" Tanya Radit sedikit menekan.
"Rahasia."
Nania tersenyum, membuat Radit yang tadi nya ingin marah tidak bisa. Ia meleleh ketika melihat senyuman nya.
__ADS_1
"Ternyata kamu memang sudah mulai berani. Haruskah aku menghukummu di sini?" Radit menakuti Nania. Gadis itu dengan cepat menggelengkan kepala nya. Mereka tidak dapat menahan tawa nya lagi.
Radit dan Nania tertawa bersama. "Baiklah, aku akan menghukummu saat pulang nanti."
Tak.. Tak.. Tak.. Suara sepatu Riyan dan Delisha menghampiri kedua insan yang tengah asik makan malam.
Tapi mereka tidak saling menyadari jika berada di tempat yang sama. Riyan menarik kursi untuk Delisha dan duduk di hadapan nya.
"Wah.. Tempat ini indah sekali Kak."
"Kamu suka?"
Delisha mengangguk sambil terus menatap ke sekitar nya, seorang pelayan menanyakan hal yang sama pada Riyan. "Selamat malam Tuan, mau di mulai sekarang?"
"Hm, boleh." Jawab Riyan.
Kursi mereka tidak jauh dengan tempat yang Radit dan Nania singgahi. Mereka bersebelahan dan belum menyadari.
Ketika pandangan Delisha menjuru ke seluruh ruangan, manik mata itu terhenti kala melihat sahabat nya.
'Loh, itu bukan nya Nania sama Tuan Radit?'
"Nania.." Panggil Delisha.
Baik Nania, Riyan dan Radit menoleh secara bersamaan. "De-Delisha.." Nania kaget bukan main melihat sahabat nya juga ada di tempat mewah seperti ini.
Riyan memalingkan wajah nya sambil mengumpat dalam hati ketika melihat Radit.
'Aduhh,,, Kenapa sih gue apes banget. Nggak di kantor nggak di luar harus ketemu sama Tuan. Kalau begini kan gue jadi malu, ketahuan jalan sama cewek.' Seru Riyan dalam hati nya.
Lalu ia menatap Radit dan Nania lagi sambil tersenyum.
'Ternyata kau rela merogoh kocek mahal untuk seorang wanita juga, kena kau Riyan!' Ucap Radit dalam hati meledek Asisten nya.
'*Aduh, kenapa ketemu Delisha di sini..Aku jadi malu kan, eh tunggu.. Ternyata dia kesini sama Riyan. Wah, aku tidak menyangka jika Riyan mengajak Delisha pergi kesini juga.'
'Mati aku, Nania pasti akan meledek aku habis-habisan setelah ini*.'
Semua nya berseru dalam hati masing-masing. Niat malam ini Riyan akan menembak Delisha, ia urungkan niat nya karena ada Radit dan Nania di sana.
"Tuan, bagaimana kalau kita bergabung saja makan malam nya?" Tanya Nania dengan penuh senyum yang menawan.
Uhukkk.. Ehem..
Radit sedikit terbatuk melihat senyum manis yang menggoda diri nya, dan berdehem untuk menetralkan nya. Lalu ia mencondongkan wajah nya ke arah Nania, dan berbisik.
"Boleh, tapi aku akan menghukummu setelah ini."
Nania bukan menjawab malah tersenyum kembali, "Delisha.. Riyan.. Ayo gabung kesini." Ajak nya.
Mau tidak mau Riyan dan Delisha mengikuti kemauan Nania, ia juga tidak enak untuk menolak nya.
kali ini kursi dan meja nya sudah berubah, Nania duduk bersampingan dengan Radit. Begitu juga dengan Delisha yang duduk bersampingan dengan Riyan menghadap Radit.
Radit menatap Riyan seakan tatapan penuh siksaan, Riyan tahu jika setelah ini dia pasti akan mendapatkan hukuman karena telah menganggu makan malam nya secara tidak sengaja.
"Ehem.. Delisha, makan lah." Riyan mempersilahkan gadis itu untuk memakan hidangan yang telah tersaji.
__ADS_1
"I-iya Kak."
Dan terjadilah double date secara mendadak untuk dinner mereka kali ini.