
"Maafkan aku," ungkap Rispan kepada Novi.
Novi mengangguk dengan derai air mata. Ia sebagai istri tidak menyangka akan sesuatu yang terjadi kepada sang suami.
"Gi-gimana bisa?" tanya Novi tertahan dengan suara terbata-bata menahan agar suara tangis nya tidak pecah.
"A-aku gak sengaja nabrak pembatas jalan yang besi, kemudian mobil kami di tabrak dari samping hingga nabrak pembatas beton!" terang Rispan sesegukan.
Kembali ia melakukan kesalahan dan mempertaruhkan satu keluarga itu. Rispan menunduk dengan punggung yang bergetar.
"To-tolong jaga anak kita, Nov!" pinta Rispan dan disetujui Novi.
"Kalau kamu jenuh menungguku, uruslah perceraian kita dan menikahlah pada pria yang mampu menemanimu!" sakit, Rispan mengatakan itu dengan dada yang sesak.
Janji terhadap almarhum ayah nya untuk menjaga Jimmy, gagal total. Ya, Rispan adalah anak dari asisiten pribadi ayah Jimmy. Dan ia di tugaskan untuk menjaga Jimmy.
Janji itu selalu ditanamkan pada hati Rispan hingga nyawapun menjadi taruhan. Tetapi, ini kali kedua untuknya membuat nyawa Jimmy hampir melayang.
Novi memeluk Rispan yang tengah rapuh. Di usap lembut punggung suaminya yang bergetar.
"A-aku gak bermaksud untuk mencelakakan mereka, Nov. Aku gak sengaja," cicit Rispan lagi.
__ADS_1
"Aku tahu. Aku paham, Ris. Jangan begini," Novi juga ikut menangis atas kejadian ini.
Dalam keadaan hamil, akan ditinggal bertahun-tahun lamanya oleh suami.
Novi mengurai pelukan dan menangkup wajah Rispan yang sudah babak belur akibat pukulan dari Gadhing dan Daffi.
"Bertanggung jawablah atas kesalahan yang sudah kamu perbuat. Aku akan menunggu kamu kembali. Keluarga Nasya biar aku yang coba bicara," nasihat Novi membuat Rispan sedikit tenang.
Setelah kejadian kecelakaan yang berakibat fatal kepada Jimmy dan Nasya, Rispan terus saja di kejar-kejar awak media.
Beruntung gedung apartemen mereka tidak bisa dimasuki orang sembarangan. Sehingga Rispan bisa istirahat walau barang sebentar.
Novi bangkit dari duduknya menuju dapur membuatkan teh hangat dan mengambilkan makan buat Rispan.
"Makanlah walau sedikit, Ris."
Rispan mengangguk menurut. Ia memakan tanpa rasa lapar dan selera sama sekali tetapi harus dipaksa demi menuruti permintaan sang istri.
*
*
__ADS_1
Keesokan harinya, Rispan sudah berada di kantor polisi untuk pemeriksaan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Polisi sudah memutuskan bila Rispan ditahan selama lima tahun penjara dan ia menerima konsekuensinya.
*
*
Keluarga Nasya di Malang begitu terpukul atas kejadian yang menimpa Jimmy dan Nasya. Sayangnya, tidak ada yang di beri tahu keadaan suami dan istri serta kandungan Nasya selain mereka dalam keadaan baik-baik saja.
Ibu Mayang yang mengatur perawatan pasangan itu dan di bawa ke Jerman demi keselamatan.
Beliau juga tidak melaporkan Rispan. Pria itulah yang menyerahkan diri sendiri ke kantor polisi.
"Nenek. Papi, mami, dan kedua adikku baik-baik saja, 'kan?" tanya Tiara menatap kedua orang tuanya yang tergeletak di dalam satu ruangan dengan banyak alat medis di tubuh keduanya.
Ibu Mayang merangkul lengan Tiara lalu mengusapnya. "Mereka pasti akan baik-baik saja."
"Tapi bagaimana kalau papi bangun? apa papi akan sedih?" tanya Tiara memastikan dengan tangis yang mulai mereda.
Tangis ibu Mayang kembali pecah setelah sekian hari mencoba menahan itu. "Semua akan baik-baik saja."
__ADS_1
Hanya kalimat itu yang dapat dan diharapkan ibu Mayang kepada keadaan.
Bertahanlah demi anak kalian, mama mohon!