Jangan Salahkan Aku Merebut Suamimu

Jangan Salahkan Aku Merebut Suamimu
128. JSAMS


__ADS_3

Memiliki seseorang yang sangat kamu rindukan lantaran tidak berada di sisimu menjadi satu di antara hal yang menyedihkan. Terlebih lagi jika seseorang itu merupakan sosok yang kamu cintai dan biasanya hari-harimu, kamu lalui serta jalani bersamanya.


Merindukan seseorang terkasih dapat membuat hidup yang dijalani menjadi hampa dan terasa sepi. Namun, memiliki perasaan rindu merupakan hal wajar dan sangat manusiawi.


Gadhing memijit pelipisnya karena terasa pusing. Ia merasa heran pada dirinya sendiri mengapa tidak bisa menahan rasa rindunya, padahal sebelum menikahi Nasya kembali dapat menahan rasa rindu nya.


Ingin rasanya menyusul ke sana, namun pekerjaan nya sebagai dokter tidak memungkinkan untuk mengambil cuti selama itu.


Gadhing melihat siapa pasien selanjutnya yang masuk ke dalam ruang praktik nya. Ia melengos melihat Dena selalu mencari kesempatan agar bertemu dengan nya. Sama seperti sekarang ini, Dena selalu mendaftar diri sebagai pasien agar bisa bertemu.


"Aku bawakan makan siang untuk, mas!" kata Dena dengan senyum menawannya.


Gadhing menghela nafas panjang. "Suster?!!" panggil Gadhing dan tak berapa lama seorang perawat masuk ke dalam ruangan nya.


"Ya, Dok."


"Tolong kamu bawa makanan ini untuk makan siang kamu," titah Gadhing tetapi perawat itu tidak langsung mengambil karena takut dengan Dena.

__ADS_1


"Gak perlu takut. Dia memberikan makanan itu untuk saya dan saya berhak memberikan kepada siapa makanan itu," tegas Gadhing karena tidak ingin membuang makanan, jadi lebih baik diberikan kepada orang lain saja.


Dena nampak kesal karena Gadhing terus menolak atas apa yang diberikan nya. Dena bangkit dari duduk setelah perawat itu pergi.


Gadhing tercengang melihat Dena membuka kancing kemeja lalu mengacak rambutnya, tidak lupa lipstik merah dibibir nya di usap membuat warna itu memudar.


"Tolong??!!"


"Lepasin, mas!"


Dari luar ruangan, para perawat mulai mendekat ke arah pintu setelah mendengar teriakan Dena. Apalagi suara tangis Dena dengan desaahan.


Padahal di dalam ruangan, Dena sendirilah yang memancing biirahii dan berakting menangis.


Gadhing tak ingin gegabah apalagi sampai menyentuh Dena. Ia membiarkan apapun yang dilakukan wanita aneh itu.


Hingga gedoran pintu itu terdengar keras membuat Dena tersenyum. Dena keluar membuat semua orang tercengang karena penampilan nya yang memprihatinkan.

__ADS_1


Semua orang berpikir bahwa Dena baru saja dileceehkan kan oleh Gadhing. "Jangan dilaporkan mas Gadhing, saya mohon!" tangis Dena.


"Kenapa? dokter Gadhing sudah meleceehkan mbak," geram seseorang.


"Saya malu. Lebih baik saya dinikahkan saja karena saya tidak ingin orang lain melihat tubuh saya. Saya sudah kotor," akting Dena sebagus mungkin.


Ucapan Dena semakin membuat semua orang iba padanya dan tentu saja itu adalah tujuan nya.


Gadhing mengirim pesan kepada Dika kemudian keluar ruangan. Ternyata ia langsung di tarik dan dibawa ke kantor polisi. Hal itu dikarenakan pihak Rumah Sakit merasa geram atas tindakan yang dilakukan Gadhing kepada pasien.


Ingin rasanya Gadhing membela diri, tetapi posisinya masih tersudutkan jika melawan tanpa bukti.


Sudah ia pastikan jika tidak terbukti salah, maka Dena lah yang harus masuk ke dalam penjara itu.


Selama ini Gadhing terus diam karena tidak ingin menambah beban setelah dilanda rindu berbulan-bulan tidak bertemu dengan Nasya.


Aku merindukanmu, Nasyama. Aku butuh kamu.

__ADS_1


__ADS_2