Jangan Salahkan Aku Merebut Suamimu

Jangan Salahkan Aku Merebut Suamimu
76. JSAMS


__ADS_3

Nasya mengerjap mata setelah mendengar suara adzan dari ponselnya. Ingin sekali Nasya mandi dan sholat, tetapi tak bisa karena pakaian nya tidak ada.


Astaga, Nasya baru teringat jika saat ini masih keadaan polos dalam dekapan Jimmy. Seketika ia merasa malu dan menjadi gelisah.


Tidur Jimmy menjadi terusik, masih dengan mata terpejam dan kembali mengeratkan pelukan, ia berbicara dengan suara serak khas bangun tidur. "Kenapa bangun, hm? kita baru saja tidur, sayang."


"Aku malu, mas." Nasya menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Jimmy.


"Gak perlu malu, sayang. Mas sudah melihat semuanya, bahkan sudah sangat hafal dimana saja tahi lalat yang ada di badan kamu. Di payuudara sebelah kiri, contohnya."


Nasya melotot mendengar ucapan Jimmy yang terdengar santai. Saking malunya, Nasya menarik selimut hingga lehernya.


Jimmy membuka mata dan menunduk melihat apa yang dikerjakan Nasya. Sungguh tubuh keduanya masih merasa lelah karena Jimmy menggempur Nasya hingga pukul 3 dini hari dan baru dua jam tertidur.


"Mas belum jelasin kemana perginya dua tahun lalu. Mas jahat sama aku," cicit Nasya lirih membuat Jimmy teringat apa yang telah terjadi.


"Mas lupa. Kamu sih begitu menggoda iman," tutur Jimmy terkekeh membuat Nasya mencebik.


"Mas. Aku serius," rengek Nasya lagi.


Jimmy merdehem lalu mengubah posisi menjadi miring ke arah Nasya yang sejak tadi tertidur di lengan nya dan mengarah padanya.

__ADS_1


"Berjanjilah untuk gak mengasihani, mas."


Nasya menatap Jimmy dengan intens. Entah mengapa hatinya berkata bahwa Jimmy mengalami sesuatu yang sangat sulit.


"Baiklah," kata Nasya dengan kedua tatapan mereka terkunci.


Jimmy menghela nafas panjang. Rasa enggan menceritakan kesulitan nya di masa lampau terus menyelimuti nya.


Jimmy mengecup bibir Nasya sekejap membuat sang empu melotot.


"Aku nungguin, ih."


FLASHBACK ON


Dua tahun lewat tiga bulan. Lebih tepatnya saat ia pergi tanpa pamit kepada Nasya. Tanpa memberi kabar, hanya salam ia titipkan melalui Joko.


Dari Malang, Jimmy langsung berangkat ke Jakarta, kemudian menuju Jerman bersama Rispan.


Sesampainya di Bandar Udara Otto Lilienthal Berlin-Tegel, Jimmy dan Rispan langsung menaiki mobil menuju mansion Jimmy yang berada di Berlin.


Mobil yang dikendarai Rispan tertabrak truk besar secara spontan, berakibat Jimmy yang berada di kursi penumpang mengalami cedera parah.

__ADS_1


Jimmy mengalami Paraplegia, yaitu suatu kelumpuhan, dimana hilangnya kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh bagian bawah. Hal ini menyebabkan seseorang tidak bisa menggerakkan otot-otot pada kedua tungkai kaki, dan terkadang panggul serta beberapa anggota tubuh bagian bawah lainnya.


Saat sudah berada di Rumah Sakit. Jimmy koma selama satu Minggu. Sementara Rispan mengalami cedera cukup parah namun tidak berakibat fatal seperti Jimmy.


Ibu Mayang dan Tiara langsung pergi ke Jerman setelah mendapat kabar bahwa anak dan asisten sang anak kecelakaan.


Selama satu Minggu Jimmy mengalami koma dan itu membuat Rispan sangat merasa bersala. Apalagi pria itu mengetahui jika sang bos lumpuh.


Andai ia tidak mengantuk pasti tidak akan selalai ini hingga mengakibatkan Jimmy lumpuh.


Setelah Jimmy sadar dan mengetahui kelumpuhan nya, ia meradang, patah hati, dan putus asa. Harapan dan janji akan kembali untuk menikahi Nasya pupus.


Hingga Jimmy memutuskan agar Rispan mengganti kan nya untuk membahagiakan Nasya, tetapi pemuda itu menolak keras.


Rispan kembali ke Indonesia memilih untuk memutuskan hubungan Jimmy dan Nasya dari pada harus menggantikan posisi Jimmy.


FLASHBACK OFF.


"Sayang.. Katanya kamu janji gak akan kasihank aku," tutur Jimmy.


"Aku nangis karena kebodohan mas, tahu!"

__ADS_1


__ADS_2