
Humaira Adelia Tsabita
Nama lengkap yang disematkan untuk anak perempuan Gadhing dan Nasya. nama Humaira Adelia Tsabita memiliki arti seorang anak perempuan berpipi kemerahan yang cantik seperti seorang putri bangsawan, dan memiliki hati yang teguh.
Suara tangis haru menghiasi ruang persalinan. Gadhing terus mengucapkan kata terimakasih kepada Nasya yang Sudi mengandung anak darinya dan melahirkan bayi yang sangat lucu.
Gadhing memilih nama Humaira karena saat baru pertama kali bayi itu lahir terlihat sangat merah.
Kelahiran Humaira ialah sebagai obat atas kesedihan yang dilanda keluarganya atas meninggalnya Bunda Fadia karena sakit asam lambung dan dua bulan kemudian disusul meninggalnya Buya Niko karena sakit diabetes dan selalu merasa sedih atas kehilangan istri tercintanya.
Semua anak bunda Fadia sangat terpukul atas kepergian orang tua mereka. Lebih menyakitkan Gadhing dan Nasya tak dapat kembali pulang ke Indonesia karena kehamilan yang sudah mendekati hari lahir.
Hanya melalui panggilan video saja keduanya melihat prosesi pemakaman kedua orang tua mereka.
*
*
Gadhing baru saja selesai mengumandangkan adzan untuk putrinya. Walau sudah pernah melakukan nya kepada kedua putranya, tetap saja merasa gugup.
Nasya juga sudah selesai dibersihkan dan sudah berada di ruang rawat inap. Gadhing mendekati istri tercintanya itu lalu melabuhkan kecupan di dahi.
"Terimakasih, Nasyama. Mas sangat bahagia," ungkap Gadhing seraya menunduk menatap Humaira yang sedang melahap sebongkah wadah berisi asupan gizi selama dua tahun kedepan.
"Aku juga berterimakasih pada mas yang telah menjadi suami dan ayah untuk kami berlima dan sekarang sudah enam."
__ADS_1
Gadhing tidak lagi fokus pada pembicaraan penuh haru itu karena matanya menatap wadahnya yang membesar.
"Mas. Jangan dilihat begitu," sentak Nasya mengetahui arti tatapan Gadhing.
Gadhing menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Mas berpikir apa akan sanggup menahan diri sampai 2 tahun kedepan, sayang. Kenapa kamu begitu seksii sekarang? Astaghfirullah.. Godaan," gerutu Gadhing membuat Nasya tertawa.
*
*
Kebahagiaan dalam sebuah keluarga bukan berarti semata-mata hanya faktor finansial. Keluarga bahagia sering dilekatkan dengan sebuah perjuangan dan kerja keras. Tak hanya Ayah, Ibu dan Buah Hati pun juga sama-sama berjuang dalam menciptakan suasana rukun serta hangat dalam keluarga.
pengertian keluarga bahagia menurut Islam yaitu keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah, atau keluarga yang damai, penuh harapan dan kasih sayang. Hal ini juga senada dengan perbuatan Nabi Muhammad SAW yang mengingatkan keluarganya untuk berbuat baik, serta menghabiskan waktu bersama keluarga.
Humaira tampak cantik dengan rok tutu berwarna merah muda dan mahkota kecil yang menghiasi kepalanya.
Hari ini adalah acara syukuran bertambahnya usia Humairah yang ke 2 tahun. Gadhing dan Nasya mengundang para anak dari salah satu panti asuhan di negara Jerman.
Gadhing dan Nasya juga mengundang Daffa dan Daffi beserta istri. Daffi akhirnya menikah dengan sahabatnya karena orang tua gadis bule yang mengejarnya tidak merestui.
Daffa masih langgeng dengan kedua istrinya. Dimas dan Amanda juga datang membawa anak semata wayang nya, Reza.
Tidak lupa pula Rispan dan Novi turut hadir beserta Rafael.
Rafael sendiri sudah didoktrin sedari kecil menjadi pelindung, pengawas, dan pendamping Azzam dalam dunia kerja.
__ADS_1
Acara syukuran itu berjalan lancar dan penuh hikmat. Tidak adalagi dendam, tangis kesedihan, dan saling menyimpan rasa.
Semuanya hidup bahagia dengan cinta dan keluarga masing-masing.
Yang kita ketahui, jika sesuatu yang diawali dengan dendam dan kebencian justru tak akan berakhir bahagia. Sama seperti yang dirasakan Gadhing diawal dahulu.
Rasa benci itu menutup hati Gadhing sehingga selalu menepis kata cinta yang sudah tersemat di hati sejak lama.
Sehingga takdir membuat Nasya pergi dan menemukan pria yang begitu mencintainya.
Gadhing merangkul bahu Nasya seraya menatap kedepan dimana kelima anaknya sedang bermain dengan anak-anak lain nya.
"Aku harap perlakuan Emier kepada Azzura hanya sebatas Abang dan adik," kata Gadhing melihat bagaimana posesif dan menjadi pelindung bagi Azzura.
Nasya mengangguk setuju. "Aku takut kisah kita terulang kembali," sahutnya membuat keduanya hening namun memerhatikan kedua anak mereka itu.
"Makasih sudah mau menerimaku lagi, Nasyama. Aku sangat bahagia," ungkap Gadhing membuat Nasya mengangguk dan tersenyum.
"Aku nggak tahu harus bersyukur atau apa. Tapi yang pasti, aku sangat berterimakasih kamu akhirnya sendiri lagi dan mau menikah denganku. Aku nggak pernah memaksa ataupun memintamu untuk melupakan Pak Jimmy. Karena aku tahu dia sangat spesial dihatimu. Aku juga gak akan melarangmu untuk selalu menyimpan dia dihatimu," ungkap Gadhing membuat Nasya menangis haru.
"Makasih, mas. Kamu adalah cinta terakhirku," ungkap Nasya memeluk Gadhing.
❤️
TAMAT
__ADS_1