
Nasya bersyukur selama Rispan sudah pindah ke Jerman dan membantu nya selama mengurus Perusahaan. Sudah dua Minggu ia bersama kedua pria yang tak lain Rispan dan Murad.
Murad yang memiliki Perusahaan otomotif tentu saja sangat membutuhkan Perusahaan Jimmy yang dipimpin oleh Nasya.
"Apa kamu sehat, Sya? kamu terlihat pucat akhir-akhir ini," terang Murad dalam bahasa Inggris. Ia sudah memerhatikan Nasya tampak kurang sehat dan tidak berselera makan.
"Hem," dehem Nasya kemudian menyeruput lemon teh karena merasa perutnya tidak enak beberapa hari ini.
"Aku yakin proyek kita akan berjalan lancar," ungkap Nasya dan disetujui oleh Rispan dan Murad.
Nasya permisi hendak ke kamar mandi namun tubuhnya limbung. Beruntung Murad sigap menangkap tubuh Nasya.
"Sya..," panggil Murad panik.
Begitu juga dengan Rispan. Kedua pria itu membawa Nasya yang tak sadarkan diri keluar dari Restoran dan masuk ke dalam mobil.
Rispan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi karena khawatir dengan Nasya. Ia sangat tahu bila wanita itu sangat memporsir tenaga agar proyek besar ini segera selesai.
Sudah sering Rispan ingatkan agar istirahat cukup. Namun wanita itu agaknya ingin segera kembali ke Indonesia berkumpul dengan keluarganya.
Sesampainya di Rumah Sakit, Murad menggendong Nasya lagi memasuki Rumah Sakit.
"Suster!!!"
"Tolong!"
Perawat disana langsung sigap membawa brankar untuk Nasya lalu di dorong menuju ruang Instalasi Gawat Darurat.
__ADS_1
Baik Rispan maupun Murad sangat khawatir dengan keadaan Nasya. Tidak lupa Murad juga telah menyelesaikan administrasi.
"Keluarga ibu Nasya," kata seorang dokter keluar dari ruangan tersebut.
Rispan dan Murad langsung mendekati dokter tersebut dan mengikutinya sesuai apa yang diminta.
Di dalam ruang kerja tersebut, sang dokter terlihat menghela nafas panjang. "Pasien sedang hamil muda. Saya harap jangan buat pasien kelelahan," tutur sang Dokter membuat Rispan mengerti tetapi tidak dengan Murad.
Yang diketahui Murad selama mengenal Nasya adalah seorang janda beranak dua ditinggal mati oleh sang suami.
Setelah mendengar penjelasan, kedua pria tersebut keluar dari ruang tersebut. Rispan sendiri merasa bersyukur atas kehamilan Nasya. Pada akhirnya, hubungan Nasya dan Gadhing akan semakin kuat dengan hadirnya sang calon bayi.
"Benarkah Nasya hamil?" tanya Murad setelah menenangkan hatinya.
Rispan menoleh dan mengangguk. "Kamu juga dengan, kan?"
"Ada. Seorang dokter kandungan di Indonesia," jawab Rispan mantap.
Murad menghela nafas panjang. Ia tidak menyangka akan ditikung orang lain. Padahal sudah sangat lama menyukai Nasya dan sayang kepada kedua anak wanita itu.
"Aku kalah," gumam nya.
Rispan tersenyum seraya menepuk pundak Murad. "Aku lebih dulu gagal dan sekarang sudah sembuh karena kehadiran istri dan anak yang selalu setia mendampingiku," tutur Rispan membuat Murad tercengang.
Aura dari Nasya sangat positif sehingga tak dipungkiri dapat membuat pria menjadi jatuh cinta kepada wanita itu.
Beberapa jam kemudian Rispan mengabari Rani-pengasuh si kembar agar membuatkan sup untuk Nasya ketika sudah di rumah.
__ADS_1
Nasya tidak ingin di rawat di Rumah Sakit karena mengkhawatirkan kedua anaknya dan pasti akan membuat Gadhing sedih di sana.
"Terimakasih banyak mas, Murad!" seru Nasya ketika berada di dalam mobil.
"Ya. Kamu harus jaga kesehatan. Mulai besok biar aku saja yang menangani proyek ini, Sya. Kamu sedang hamil muda!" kata Rispan menegaskan dan Nasya menurut.
Nasya bahkan tidak mengetahui kehamilan nya ini karena terlalu fokus dalam bekerja. Ia hanya ingin segera menyelesaikan proyek ini dan segera pulang ke Indonesia.
Nasya memilih tertidur di dalam mobil sambil menunggu sampai ke mansion. Tubuh nya begitu lemah.
Beberapa saat kemudian mobil mereka telah sampai dan Rispan kembali membantu Nasya masuk ke dalam Mansion menuju kamarnya.
Awalnya Nasya ingin menolak, namun tubuhnya kembali limbung sehingga pasrah Rispan membantunya.
"Rani. Kemana si kembar?" tanya Nasya setelah berada di dalam kamar.
"Masih les, Bu!" Rani menyuapi Nasya sup sesuai apa yang di katakan Rispan tadi.
Setelah memastikan Nasya sudah berada di tempat tidur, Rispan dan Murad pamit kembali bekerja.
"Jangan bilang ke anak-anak, Rin!"
❤️
Maaf baru up.
Aku lagi gak enak badan sayang
__ADS_1