
Orang tua pasti akan melakukan berbagai cara untuk kebahagiaan sang anak. Perjuangan orang tua, baik ibu maupun ayah dalam merawat dan mendidik sang anak, dilakukannya tanpa ada keluhan sedikit pun.
Agar menjadi anak yang berbakti sekaligus berguna bagi bangsa dan agama, para orang tua juga tak lupa memberikan ajaran, nasihat, sekaligus doa-doa terbaiknya.
Begitulah yang dialami oleh Gadhing. Selama lima tahun belakangan. Ia benar-benar menikmati masa merawat kedua putra nya sendiri.
Memandikan, memberi makan, mengajari menulis dan membaca. Tak jarang kedua anaknya ikut ke Rumah Sakit.
Sekarang, lebih banyak lagi mengidolakan seorang Gadhing yang berstatus duda beranak dua. Apalagi sangat jelas perhatian pria itu kepada anak nya membuat para wanita atau ibu-ibu yang menawarkan diri dan anak-anak mereka untuk dinikahi olehnya.
Tetapi Gadhing hanya membalas dengan senyuman karena sudah tidak ingin menikah lagi.
Entahlah jika ke depan nya.
Yang pasti untuk saat ini ia hanya fokus pada pertumbuhan kedua putranya.
Jika ditanya, apakah ada wanita yang sedang dekat dengan nya? tentu saja ada.
Tetapi sekali lagi Gadhing tekan kan jia untuk saat ini belum memikirkan untuk berumah tangga kembali.
__ADS_1
"Ayah..!" pekik Emier berlari menuju gerbang dimana Gadhing telah menunggu bersama Asnan.
Gadhing tersenyum lalu berjongkok serta merentangkan tangan menyambut pelukan anak sulungnya, lalu meraih Asnan dan mendekapnya juga.
"Ayo kita makan siang," ajak Gadhing membuat kedua putranya mengangguk lalu bersorak gembira.
"Emier mau ayam goreng," tutur Emier yang sudah berusia 7 tahun.
"Betul-betul-betul," sambung Asnan berusia 5 tahun meniru kebiasaan kartun yang diidolakan banyak anak termasuk author juga suka.
Gadhing dan Emier terkekeh mendengar Asnan menirukan gaya bicara seperti kartu itu.
Mereka menuju restoran KFC yang tidak jauh dari Rumah Sakit.
"Hai Dhing. Hai Emier, Asnan!" sapa seorang wanita bernama Dena.
Dena adalah salah satu pasien Gadhing satu tahun lalu. Ia seorang janda tanpa anak. Dena bercerai karena dinyatakan mandul dan mantan ibu mertua nya menyuruh mantan suami nya untuk menceraikan nya.
Gadhing tersenyum disertai anggukan. "Sendiri?" tanya Gadhing ramah seperti biasa.
__ADS_1
Dena mengangguk kemudian mereka berempat duduk dalam satu meja. Dena adalah wanita yang dekat dengan Gadhing 6 bulan belakangan.
Emier dan Asnan berubah menjadi diam saja ketika ada Dena diantara mereka. Karena akan seperti itu jika ada wanita itu.
Dena lebih sering mengajak Gadhing mengobrol dari pada memperdulikan mereka.
Gadhing melayani Asnan ketika pesanan mereka telah tiba.
"Ayah. Jangan nakal, nanti di marah mami!" tegur Emier yang masih sering berhubungan dengan Nasya.
Gadhing dan Dena menoleh menatap Emier. Gadhing tentu tahu bila Emier sering mengadu tentang apa saja termasuk dirinya juga terdaftar sebagai seseorang yang diadukan Emier kepada Nasya.
"Mami? Emier sudah punya mami baru?" tanya Dena terkejut dan baru mengetahui jika Gadhing telah dekat dengan wanita lain selain dirinya.
"Bukan_," sayang sekali. Ucapan Gadhing terpotong oleh ucapan Emier.
"Iya. Mami cantik. Jangan dekat ayah, nanti di marah mami!"
Gadhing tercengan begitu juga dengan Dena.
__ADS_1
"Sudah. Lebih baik kita makan dulu," ucap Gadhing tidak ingin Dena menanyakan sesuatu yang menyangkut pribadi nya.