Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 98 : Kembali ke Jakarta


__ADS_3

~Yogyakarta


Keesokan harinya, Reza dan Agistha sudah siap untuk kembali ke Jakarta dengan penerbangan pagi karena Reza harus segera ke kantor. Riko pun mengambil cuti hari ini, jadi Reza akan bekerja lembur selama Riko cuti.


"Sudah mas," ucap Agistha saat dirinya telah selesai memasangkan dasi untuk Reza.


"Makasih sayangku," ucap Reza sambil memeluk hangat Agistha.


"Sam-sama sayang," jawab Agistha dan keduanya pun bertatapan sambil tersenyum.


"Yuk, kita berangkat sebelum ketinggalan pesawat," ajak Agistha namun saat Agistha akan pergi dengan cepat tangan Reza meraih lengan Agistha.


Seketika Agistha pun menoleh kemudian mengerutkan kedua alisnya.


"Kita belum morning kiss sayang," ucap Reza sambil bernada sedikit merengek pada Agistha.


CUP.. Agistha memberanikan diri mengecupnya terlebih dahulu. Reza pun merasa senang, ia pun langsung menekan tengkuk leher Agistha dan terjadilah pautan panas di pagi hari yang sejuk ini.


TOKTOKTOK (suara ketukan pintu kamar)


Reza dan Agistha pun melepaskan pautan mereka lalu menormalkan kembali deru nafas mereka.


"Mas Reza, Agis apa kalian sudah selesai?" teriak Kania dari luar kamar.


"Sudah selesai? apa dia tahu yang baru saja kita lakukan mas?" tanya Agistha yang kesadarannya belum terkumpul.


"Ya gak mungkinlah sayang, mungkin maksud Kania kita sudah selesai belum bersiapnya gitu," jelas Reza membuat Agistha mengangguk paham sambil ber oh ria.


Keduanya pun keluar kamar, "sudah kok Kan," ucap Agistha sambil tersenyum.


"Ayok sarapan dulu," ajak Kania kemudian mereka lun pergi ke ruang makan.


"Nyenyak kah tidurnya semalam Za, Gis?" tanya Riko dengan nada meledek.


"Nyenyak banget Ko, thanks ya," jawab Reza.


"Sama-sama," ucap Riko terkekeh.


"Oh iya tadi aku udah izin papah dan juga mamah dan mereka mengizinkan aku untuk tetap disini sampai hari minggu," ucap Kania.


"Yasudah tidak apa-apa, tetap jaga kesehatan ya. Mas Riko awas loh jangan macem-macem, inget belum halal!" kata Agistha pada Kania dan memberi ancaman pada Riko.

__ADS_1


Reza hanya menahan tawanya saat Agistha mengancam Riko seolah tak ingin ikut campur. Akhirnya Reza dan Agistha pun pamit dan pergi ke bandara di antar oleh Riko dan Kania.


~Jakarta


2 jam kemudian pesawat yang Reza dan Agistha tumpangi telah berhasil mendarat dengan sempurna.


"Mas kita sarapan terlebih dahulu ya," ucap Agistha dan Reza pun mengangguk.


"Sayang kita langsung ke kantorku saja ya, nanti sarapannya biar di kantor," ucap Reza.


"Tapi mas pakaianku apa tidak terlalu sederhana untuk dipakai ke kantor?" tanya Agistha ragu.


"Sayang, kamu selalu terlihat cantik dimataku. Tak apa kok," jawab Reza membuat Agistha tersipu malu.


Keduanya pun naik mobil mang Ujang yang telah menunggunya dari setengah jam lalu. 2 jam perjalanan, merekapun tiba di kantor Reza.


Kedua resepsionis yang masih sama seperti dulu saat Agistha magang begitu terkejut melihat Agistha digandeng tangannya oleh Reza.


"Selamat pagi pak, bu," ucap kedua resepsionis itu.


"Selamat pagi mbak," sapa Agistha ramah sementara Reza memasang wajah dinginnya.


Setelah Agistha dan Reza naik ke dalam lift. Kedua resepsionis itu pun saling bertukar pandang.


"Iya kamu benar, tapi kalau dilihat mereka cocok sekali ya. Aku juga senang dengan Agis, gak sombong walaupun ayahnya juga orang terkaya di kota ini," kata resepsionis 2.


"Eh tapi bukankah seharusnya sekarang Agistha masih kelas 3 SMK ya, kok bisa menikah sih. Kalah dong aku sudah masuk umur 26 tahun masih betah menjomblo," timpal resepsionis 1.


"Aku juga tidak tahu, tapi selama tidak dibawah 17 tahun setahu aku sih bisa-bisa saja. Makanya cari pacar dong kamu, anakku saja sudah 2," ucap resepsionis 2 sambil terkekeh.


Ruang Reza


Agistha masih mencari posisi nyamannya saat duduk karena perutnya terasa lapar sekali. Tak lama pintu ruangan Reza pun ada yang mengetuk. Dengan cepat Agistha langsung membukakan pintunya.


Matanya langsung berbinar saat seorang OB membawakan makanan dan juga minuman kesukaan Agistha.


"Biar saya saja, makasih ya," ucap Agistha langsung mengambil makanan dari tangan OB itu dan membawanya masuk ke dalam.


Tiba-tiba saat akan menutup pintu tangan kekar Reza sudah memeluk Agistha dari belakang.


"Apa kamu sudah sangat lapar sayang?" bisik Reza di telinga Agistha. Seolah merasa terhipnotis, Agistha pun mengangguk.

__ADS_1


"Kalau aku mau memakanmu sekarang boleh gak ?" tanya Reza dengan tangannya yang terus menyentuh Agistha. Agistha merasa terbuai. Namun sebelum ia menjawab pertanyaan Reza, perutnya sudah berbunyi terlebih dahulu.


Agistha pun tersenyum sambil memperlihatkan giginya yang putih, bersih serta rapih, "maaf mas, perutku minta diisi terlebih dahulu," ucap Agistha sementara Reza hanya menghela nafasnya dan membiarkan Agistha mengisi perutnya. Reza pun ikut makan bersama Agistha.


Setelah makan, seolah Reza tidak memberi kesempatan kepada Agistha untuk berjauhan darinya. Gairah Reza sudah di puncak dan sudah tidak tertahankan lagi.


Akhirnya mereka pun menyatukan diri mereka. Hanya suara lirih yang terdengar di ruangan rahasia itu. Setelah cukup lama dan mencapai puncaknya. Reza mencium kening istrinya sekilas. Dan merebahkan tubuhnya di samping Agistha.


"Makasih sayang," ucap Reza tersenyum.


"Sama-sama sayang," kata Agistha.


Akhirnya mereka pun tertidur. Sementara ponsel Agistha yang tertinggal di sofa terus berbunyi karena Rachima meneleponnya.


Beberapa jam kemudian, keduanya lun terbangun dilihatnya jam dinding yang berada dikamar itu sudah pukul 2 siang. Perut Agistha pun kembali berbunyi.


"Sayang aku lapar," ucap Agistha sambil menggoyang-goyangkan tubuh suaminya yang masih tertidur pulas setelah pergulatan mereka.


"Iya sayang, kamu pakai baju duluan sana ya setelah itu baru kita keluar membeli makan," ucap Reza yang masih memejamkan kedua matanya.


Agistha pun langsung turun dari tempat tidur dan membersihkan dirinya di toilet kemudian memakai bajunya kembali. Agistha keluar ruangan tersebut, ia meraih ponselnya yang berada di sofa.


"Astaghfirullah, mamah ada apa ya? sampai ada 15x panggila tak terjawab gini," ucap Agistha bermonolog dan ia pun langsung menelepon balik Rachima.


Telepon pun tersambung dan langsung diangkat oleh Rachima.


"Assalamualaikum mah, ada apa? papah gak apa-apa kan?" ucap Agistha khawatir sambil mundar-mandir seperti setrikaan.


"Waalaikumsalam, alhamdulillah gak apa-apa sayang. Tadi mamah mau kasih tau Agis sama Reza kalau papah sudah pulang ke rumah. Ini lagi makan sama mamah," jawab Rachima, Agistha pun langsung menghela nafasnya.


"Alhamdulillah, syukurlah mah. Agis juga sudah sampai Jakarta tadi pagi terus langsung ke kantor mas Reza, ini mau keluar makan siang mah," ucap Agistha.


"Yasudah kamu jangan telat makan ya, oh iya kemarin kamu ke dokter kandungan juga ya? terus apa kata dokter Dina?" tanya Rachima.


"Kok mamah tau? apa dokter Dina bertemu dengan mamah?" tanya Agistha kembali.


"Iya sayang, dokter Dina ketemu mamah terus bilang kalau kamu habis checkup dengannya. Lalu kamu sudah pemeriksaan lagi belum nak?" jawab Rachima kemudian bertanya pada Agistha.


"Kata dokter Dina, kalau Agis sudah siap hamil baru bisa langsung pemeriksaan dalam dan melakukan rangkaian program hamil," jawab Agistha.


"Yasudah tidak apa-apa, yang penting sekarang kamu sehat, Reza sehat, sekolah kamu selesai barulah memikirkan soal kehamilan. Sekarang nikmatin aja dulu masa-masa berdua kalian ya," ucap Rachima dan Agistha pun tersenyum.

__ADS_1


"Iya mah, makasih ya selalu bikin hati Agis adem," ucap Agistha kemudian sambungan telepon pun terputus.


Bersambung..


__ADS_2