Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 75 : Hampir Saja


__ADS_3

"Ba-bantuin apa mas?" tanya Agistha gugup.


"Bantuin menuntaskan sayang," jawab Reza dengan suara yang serak.


"Menuntaskan bagaimana mas? aku gak paham," tanya Agistha polos.


"Ini sayang," jawab Reza sambil mengarahkan tangan Agistha menyentuh senjatanya.


"Astaghfirullah apa itu mas?" tanya Agistha terkejut sambil menarik kembali tangannya.


"Itu senjata aku sayang, supaya nanti bisa ada adik bayi di perut kamu," jawab Reza membuat Agistha langsung paham.


"Ta-tapi aku belum siap mas, aku belum lulus sekolah, maaf," kata Agistha sambil menundukkan wajahnya.


Reza pun terdiam sejenak sambil menormalkan kembali tubuhnya yang sudah merasa panas, sementara Agistha malah menangis di depan Reza.


"Sayang kenapa kamu menangis? kalau kamu belum siap tidak masalah sayang kan masih bisa dengan cara lain. Sudah.. sudah," tanya Reza kemudian memeluk Agistha dengan penuh kasih sayang dan mengecup pucuk kepalanya.


"Maafin aku ya mas," ucap Agistha sambil membalas pelukan Reza sangat erat.


"Sudah hentikan tangisnya nanti cantikmu bisa luntur , lalu lipstik dan bedak yang kamu pakai barusan bisa hilang dan menempel di jasku sayang," goda Reza sambil mengelus lembut kepala Agistha dan seketika Agistha pun melepaskan pelukannya dan menuju meja rias. Kemudian memoles ulang makeup nya yang sudah luntur tadi.


Reza hanya terkekeh melihat tingkah istri kecilnya tersebut.


"Sayang bisa membantuku memasangkan dasi?" tanya Reza lembut seraya menghampiri Agistha, dan Agistha pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dari cermin.


Agistha membalikkan tubuhnya, dan dirinya naik ke atas kursi kecil untuk mensejajarkan tinggi badannya dengan Reza. Agistha mulai memasangkan dasi ke kemeja Reza.


Reza menatap Agistha begitu lekat.


"MasyAllah sangat cantik istriku ini, rasanya tak ingin kemana-mana hari ini," ucap Reza dalam hatinya.


"Sayang nanti kamu selesai jam berapa?" tanya Reza pada Agistha yang masih telaten memasangkan dasi di kerah Reza.


"Kalau kata pak Johan itu bisa sampai malam mas. Soalnya nilainya akan diberikan hari ini juga," jawab Agistha dan Reza pun hanya menggangguk.


Reza hanya berbasa-basi saja, karena tak ingin rencananya diketahui oleh Agistha.

__ADS_1


"Selesai," lanjut Agistha saat telah selesai memasangkan dasi Reza.


"Mas tunggu sebentar ya, aku mau mengambil tasku dan juga tas milikmu," sambung Agistha.


Lalu keduanya pun turun ke bawah untuk menikmati sarapan bersama.


"Yaampun pengantin baru mesra banget bikin adek baper," ledek Riko yang baru saja sampai di kediaman Navanka melihat Reza dan Agistha bergandengan tangan saat menuruni tangga.


"Apa sih ko, lu iri?" tanya Reza ketus dan ia pun langsung duduk di kursi makan. Agistha dengan sigap mengambilkan makanan untuk Reza tak lupu juga teh hijau hangat.


"Maafkan saya yang mulia," jawab Riko sambil memberikan tanda hormat layaknya kepada seorang raja.


Semua orang yang di ruang makan pun tertawa melihat perbincangan dua orang laki-laki itu.


"Riko, apa kamu sudah sarapan?" tanya Rachima.


"Belum nyonya," jawab Riko.


"Ya sudah mari sarapan bersama, Reza sama Agis juga baru turun," ajak Rachima saat dirinya baru saja menyelesaikan sarapannya begitu juga dengan Yusti, Vino dan juga Rukman.


"Kalau begitu papah berangkat sekarang ya mah, ada meeting pagi ini," ucap Rukman seraya bangun dari duduknya kemudian Rachima mencium punggung tangan Rukman.


"Iya sayang," jawab Rukman kemudian mencium kening Rachima dengan penuh kasih sayang.


Agistha dan Reza pun juga ikut mencium punggung tangan Rukman.


"Oh iya kami juga mau pulang jeng, aku juga mau langsung ke butik sama Vino," pamit Yusti pada Rachima.


"Seperti itu jeng? yasudah hati-hati ya kalian," ucap Rachima pada Yusti dan keduanya pun langsung cipika cipiki.


"Za, jagain Agis ya," ucap Yusti pada Reza.


"Siap bos!" ucap Reza mantap sambil mencium punggung tangan Yusti dan Vino begitupun dengan Agistha.


"Hati-hati ya mih, pih," ucap Agistha.


Rachima pun mengantar Rukman, Yusti dan juga Vino sampai ke teras rumah. Setelah mereka pergi, Rachima masuk kembali ke dalam rumah.

__ADS_1


"Dihabiskan sarapannya, oh iya kalian nanti selesai UKOM jam berapa?" ucap Rachima kemudian bertanya pada Agistha dan Kania.


"Kemungkinan malam mah, soalnya nilainya diberikan hari ini juga, kami juga belum tau pengujinya siapa mah," jawab Kania karena mulut Agistha masih dipenuhi makanan.


"Kok bisa? gak ada bocoran dari pihak sekolah tentang pengujinya?" tanya Rachima yang sudah duduk di sebelah Kania.


"Tidak ada yang spesifik mah, hanya diberitahu kalau pengujinya dari salah satu perusahaan tersukses dikota ini," jawab Agistha sambil terus memakan sarapannya.


Reza dan Riko pun saling bertukar pandang dan berkomunikasi lewat tatapan mata. Rachima melihat gelagat Reza dan Riko merasa curiga namun ia tidak terlalu menanggapi.


"Apa jangan-jangan pengujinya Reza, bisa seru nih kalau Reza yang jadi penguji Agistha. Semoga saja Agistha tidak salah tingkah dan tidak melakukan banyak kesalahan," kata Rachima dalam hatinya.


Reza, Agistha, Kania dan Riko pun telah menyelesaikan sarapannya. Mereka pun pamit pada Rachima. Setelah kepergian mereka, Rachima membantu bi Niah di dapur sambil mengecek persediaan makanan.


"Bi setelah mencuci piring, bantu saya mengecek bahan makanan di dapur kotor ya," ucap Rachima dan bi Niah pun mengangguk, "iya nya."


"Bi, anak bibi ada yang sudah menikah belum?" tanya Rachima sambil duduk dipantry.


"Sudah semua nya, dan cucu saya juga sudah 5," jawab bi Niah sambil mencuci piring kotor.


"Sepi ya bi rasanya, anak-anak sudah ikut sama suami mereka masing-masing," ucap Rachima membuat bi Niah merasa iba.


Bi Niah sudah bekerja di kediaman Navanka sejak Rukman dan Rachima menikah. Jadi ia tahu persis apa yang di alami oleh Rachima. Dari mulai kehilangan kedua anaknya sampai sekarang Agistha sudah menikah. Walaupun awalnya Rachima merasa berat hati menikahkan Agistha diusianya yang sangat muda tapi demi kebaikan Agistha mau tak mau Rachima pun harus ikhlas.


Mobil Reza


Sepanjang perjalanan dua pasang sejoli pun terselimuti keheningan.


"Agis, kita nyanyi yuk? semalem suara kalia bagus banget loh," ajak Kania memecah keheningan yang duduk didepan bersama Riko sedangkan Reza dan Agistha di kursi belakang.


Agistha pun memandang ke arah Reza, sedangkan Reza hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Boleh, mau nyanyi lagu apa nih?" tanya Agistha.


"Lagunya Bruno Mars aja yang Marry You, bagaimana?" usul Kania kemudian bertanya pada Agistha.


"Boleh juga," jawab Agistha kemudian Kania pun menyalakan musik dan mereka pun bernyanyi bersama.

__ADS_1


Awalnya Reza hanya terdiam menyimak begitupun dengan Riko, tapi karena terbawa suasana akhirnya mereka berempat bernyanyi dengan riang.


Bersambung..


__ADS_2