Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 61 : Penangkapan Diani


__ADS_3

Sebelumnya Vino dan Rukman telah membuat laporan ke pihak polisi terkait manipulasi data yang dilakukan oleh Diani atas kebangkrutan perusahaan Andre. Dengan sigap, polisi langsung membentuk sebuah tim untuk menyeret Diani masuk ke dalam penjara. Tak tanggung-tanggung, hampir semua anggota polisi di Mabes Polri pun dikerahkan dalam pengamanan sekita apartemen Diani.


Kini Rukman dan Vino telah berkumpul di Mabes Polri untuk melakukan briefing. Sementara Riko dan Reza tetap di perusahaan untuk mengecek sistem keamanan data perusahaan. Dan begitu pula dengan Gigih. Mereka saling bekerjasama demi keselamatan perusahaan dan keluarga mereka masing-masing.


~Apartemen Diani


Malam hari saat Diani sedang bersantai di apartemen mewahnya yang diberikan oleh suami sirinya yaitu Mr. Snov, para orang suruhan serta para anggota polisi sudah berkeliling menjaga dan memperketat keamanan.Sementara Mr. Snov yang berada di mansion mewahnya sedang melakukan ritual di ruang pribadinya.


Rukman dan Vino serta komandan polisi masuk kedalam apartemen mewah tersebut. Sebelumnya Riko telah berhasil mendapatkan kode pintu masuk ke apartemen Diani.


"Lapor komandan! tempat parkir aman," ucap salah satu anak buah polisi lewat HT nya yang menjaga di sekitar parkir apartemen.


Rukman, Vino dan komandan polisi pun bergerak cepat dengan menggunakan APD lengkap masuk ke dalam apartemen. Setelah sampai di lantai unit Diani, ketiganya berjalan dengan perlahan.


~Kediaman ustadz Fahri


Seperti yang diutarakan kemarin oleh ustadz Fahri, kini ia membantu Rukman dan Vino untuk menyelesaikan masalah mereka. Setelah tadi sore Andi sudah mulai dididik tegas sampai ia berubah menjadi lebih baik.

__ADS_1


Ustadz Fahri melihat Rukman, Vino dan salah satu anggota polisi sudah dikelilingi makhluk yang berbagai macam bentuknya. Namun ada lima makhluk tersebut yang memegang pisau yang terbuat dari timah bakar mendekat ke arah Rukman,Vino dan juga anggota polisi tersebut.


Dengan cepat ustadz Fahri pun menghadang mereka dengan sebuah dinding tebal untuk melindungi para sahabatnya.


~Apartemen Diani


Vino telah berhasil membuka pintu apartemen Diani tersebut. Mereka berpencar ke setiap ruangan namun tak kunjung menemukannya. Kemudian Rukman merasa ada yang janggal saat televisi menyala namun tidak ada orangnya.


Padahal Mr. Snov telah membuat Diani tidak bisa terlihat oleh siapapun kecuali ia yang memiliki kemampuan mata batin. Rukman dengan keyakinan hatinya mencoba milihat kembali sambil meminta pertolongan kepada Yang Maha Kuasa.


Qadarullah, Rukman bisa melihat Diana disana sedang asik bersantai sambil merebahkan tubuhnya. Vino dan komandan polisi pun menghampiri Rukman.


"Kamu benar Rukman perlahan saya bisa melihatnya," ucap Vino dan komandan polisi pun ikut mengangguk.


"Kita hampiri dia, kalian tetap disebelah saya sampai saya bisa menarik tangannya, karena setelah saya tarik maka yang menyelimuti Diani akan terlepas dan dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi," kata Rukman dan ketiganya pun langsung bergerak cepat.


Rukman menarik tangan Diani dengan satu hentakan, dan benar saja Vino serta komandan polisi itu melihat Diani dengan jelas. Komandan polisi pun langsung mengeluarkan borgol dan mengikat kedua tangan Diani dengan borgol tersebut.

__ADS_1


"Lepaskan! bagaimana bisa kalian melihat saya!" teriak Diani berusaha memberontak.


"Sudah diam saja! kamu harus mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu!" tegas Vino.


"Andre sudah mati! kalian gak bisa menangkap saya seenaknya!" kata Diani dengan mata yang sudah memerah.


"Kamu benar! tapi semua bukti sudah berjalan dijalur hukum dan kamu harus menerima konsekuensinya!" tegas Rukman.


"Mari pak kita harus segera bawa tersangka ke kantor polisi," ajak komandan polisi.


Tak sampai disitu, Rukman yang terbuka kembali mata batinnya begitu terkejut saat melihat banyak sekali makhluk tak kasat mata yang sedang berusaha menerobos dinding tersebut.


Sementara Vino dan komandan polisi tidak melihat apapun namun hanya melihat pintu lift yang sudah terbuka. Kemudian Rukman seperti mendapat bisikan.


"Tutup matamu, berjalan lurus dan jika kamu sudah merasakan hawa dingin barulah buka matamu dan masuk ke dalam lift," ucap seseorang yang Rukma yakin itu adalah suara ustadz Fahri.


Rukman pun mengikuti arahan ustadz Fahri saat ia melangkah, ia merasakan hawa yang sangat panas namun ia tetap berjalan. Dan setelah ia merasakan hawa dingin, Rukman membuka matanya. Merekapun masuk ke dalam lift dan turun ke bawah.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2