Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 99 : Ke suatu tempat?


__ADS_3

Setelah menikmati makan siangnya, keduanya pun memilih ke kantor Reza terlebih dahulu karena Reza masih mengecek beberapa laporan yang akan ia tanda tangani.


Andara Corp.


Sesampai diruangan, Reza langsung duduk di kursi kebersarannya kemudian fokus pada berkas-berkas yang sudah menumpuk di atas meja. Agistha dengan setia menunggu Reza sambil memainkan ponselnya.


"Oh iya sayang aku hampir lupa, papah udah pulang ke rumah loh," ucap Agistha yang sekarang mulai membiasakan diri memanggil Reza dengan sebutan 'sayang'.


"Aku sudah mendengarnya sayang sewaktu kamu telepon mamah," jawab Reza namun matanya masih fokus kepada berkas-berkas.


"Bukankah tadi kamu masih memejamkan mata ?" tanya Agistha penasaran.


"Iya, tapi setelah kamu keluar, aku langsung bangun dan memakai pakaianku," jawab Reza dan Agistha pun hanya ber oh ria.


Karena terlalu lama menunggu, Agistha pun tertidur di sofa.


"Akhirnya selesai juga," ucap Reza sambil merapihkan kembali berkas-berkas tersebut.


Reza menoleh kepada Agistha, ia pun langsung menyunggingkan senyumannya. Reza pun menghampiri Agistha dan berjongkok lalu mengelus lembut kepala Agistha.


"Sayang bangun yuk, kita pulang ke rumah," ucap Reza sambil mengecup seluruh wajah Agistha.


"Sayang ih ja.. hemmpp," dengan cepat Reza pun membungkam bibir ranum Agistha dengan bibirnya. Agistha tidak bisa menolak dan ia pun begitu menikmatinya. Lama-lama pautan itu semakin menuntut lebih.


TOKTOKTOK (ketukan pintu)


Reza dan Agistha seketika langsung melepaskan pautan mereka, hingga nafasnya pun masih tersengal-sengal. Agistha merapihkan kembali pakaiannya begitupun dengan Reza.


Setelah rapih, Reza pun membuka pintu ternyata bu Nadin.


"Iya bu, ada apa?" tanya Reza memasang wajah dingin.


"Ini pak saya mau ngasih laporan terakhir untuk bulan ini," jawab bu Nadin.


Mata bu Nadin pun tertuju pada Agistha yang berada di ruangan Reza, Agistha memberikan senyum ramah pada bu Nadin begitupun dengan bu Nadin. Ia menatapnya dengan penuh kebingungan. Reza yang menyadari tatapan bu Nadin langsung memperkenalkan Agistha.


"Oh iya bu, kenalin ini Agistha tentu ibu kenal dengannya. Dia istri saya," ucap Reza membuat bu Nadi tercengang.


"MasyaAllah, pak Reza kok menikah gak bilang-bilang sih, selamat ya atas pernikahan kalian semoga pernikahan kalian sakinah, mawaddah dan warohmah," ucap bu Nadin.


"Aamiin aamiin, kami baru akad nikah saja bu. Nanti resepsinya insyaAllah setelah Agistha lulus. Ibu datang ya," ucap Reza memberi penjelasan singkat pada bu Nadin.

__ADS_1


"InsyaAllah pak jikalau saya diundang saya akan usahakan untuk datang ke pernikahan bapak dan juga Agis. Saya senang akhirnya bapak bisa menemukan tambatan hati yang tepat seperti Agis," kata bu Nadin sopan.


"Iya bu, oh iya laporannya ada lagi tidak?" tanya Reza.


"Kalau dari bagian saya sudah selesai pak, tapi katanya dari bagian pak Sisto paling lambat hari senin pagi sudah ada di meja bapak," jawab bu Nadin dan Reza pun mengangguk.


"Baiklah kalau seperti itu saya tunggu hari senin," ucap Reza kemudian bu Nadin pun undur diri dari ruangan Reza.


Reza menutup pintunya kembali sambil melihat dan mengecek laporan tersebut. Lalu kembali ke kursi kebesarannya.


"Sayang tunggu sebentar lagi ya," ucap Reza sambil melihat Agistha dan tersenyum.


"Iya sayang," jawab Agistha yang juga tersenyum.


~Kediaman Navanka


"Bagaimana mah Agis sudah kembali ke Jakarta?" tanya Rukman sambil menonton televisi di kamarnya.


"Sudah pah, dia bilang sekarang lagi di kantor Reza," jawab Rachima kemudian duduk di sebelah Rukman.


"Mah, kemarin mereka ke dokter jadi?" tanya Rukman pada Rachima.


"Lalu kata dokter Dina apa mah?" tanya Rukman.


"Agis bilang kalau dia sudah benar-benar siap untuk hamil, dia bisa konsultasi kembali ke dokter Dina soal program kehamilan," jawab Rachima.


"Ya papah hanya bisa berdoa, kalaupun mereka nanti dikasih keturunan tanpa melalui program hamil yang sulit dan menyakitkan itu mah. 3x papah nemenin mamah lahiran aja gak tega loh, apalagi papah baca kalau program hamil untuk penderita PCOS lumayan rumit dan prosedur yang ketat," ucap Rukman.


"Iya sih pah, ya semoga saja ya pah. Toh sekarang Agis masib sekolah dan baru akan lulus beberapa bulan lagi. Biar mereka menikmati waktunya berdua dulu," timpal Rachima dan Rukman pun mengangguk.


"Tapi apa Reza tidak apa-apa mah?" tanya Rukman memastikan.


"Tidak pah, kan sejak awal sudah mamah jelaskan semua pada Reza dan dia bisa menerima itu. Maka mama anggap kedepannya Reza gak boleh menyesalinya," jawab Rachima.


"Oh iya pah ternyata Reza dan Agis sudah..(kikuk)," ucap Rachima sambil memberi kode lewat kedua jemari tangannya dan Rukman pun paham.


"Tak apalah mah, mereka kan sudah halal kali aja mereka buatnya dari sekarang suatu saat PCOS Agis bisa sembuh dengan sendirinya," kata Rukman dengan penuh harap.


"Aamiin pah, oh iya aku dengar Riko juga mau melamar Kania secara resmi. Menurut papah bagaimana?" ucap Rachima kemudian bertanya pada Rukman.


"Tidak masalah mah, toh dirumah kita juga sudah pernah menikahi jadi tidak masalah untuk hal itu. Kapan memangnya Riko aka melamar?" jawab Rukman kemudian bertanya kembali pada Rachima.

__ADS_1


"Mamah juga belum tahu tadi pagi Kania baru memberitahukan tentang rencana itu. Ya sebagai orangtua aku ataupun kamu juga pasti ingin yang terbaik untuk kehidupan anak-anak kita kelak betul kan pah?" ucap Rachima.


"Betul itu mah," jawab Rukman.


Cukup lama Rachima dan juga Rukman berbincang-bincang, tiba-tiba pintu kamarnya pun ada yang mengetuk.


TOKTOKTOK (ketukan pintu kamar)


Rachima pun langsung membuka pintu kamarnya. Ternyata Agistha dan Reza yang terlihat sudah segar dan berganti pakaian.


"Mah, papah bagaimana? apa sudah sehat?" tanya Agistha.


"Ayok masuk biar kamu tanyakan sendiri dengan papahmu," ajak Rachima terkekeh dan keduanya mencium punggung tangan Rachima bergantian lalu masuk ke dalam.


"Papah, apa papah sudah sembuh?" tanya Agistha sambil memeluk manja sang papah.


"Tentu sayang, papah sudah sehat sekarang," jawab Rukman tertawa kemudian membalas pelukan manja Agistha.


"Syukurlah, papah sama mamah harus sehat terus ya. Agis sayang sama kalian berdua," ucap Agistha sambil memeluk Rukman dan Rachima secara bergantian.


"Iya papah sama mamah sehat-sehat ya, biar bisa ngerasain nimang cucu," ucap Reza terkekeh sementara Agistha menatap Reza sambil tersenyum.


Setelah cukup lama berbincang-bincang, Agistha pun pamit ke kamar terlebih dahulu karena ponselnya tertinggal di kamarnya. Sementara Reza masih berbincang-bincang dengan Rukman dan Rachima.


"Mah, pah seminggu yang lalu villa yang baru Reza beli di sekitar Puncak sudah selesai di renovasi. Rencananya pas Agis ulang tahun Reza mau ngajak kalian semua untuk ikut tapi sepertinya belum bisa sekarang. Jadi Reza sama Agis izin pergi duluan ya ke sana, selama 2 hari kedepan. Next time, semoga semuanya sehat. Dan kita bisa liburan ke sana bareng-bareng," jelas Reza.


"Iya nak tidak apa-apa, nikmati saja waktu kalian berdua saat ini. Toh kalian sudah halal ya, cepat susul istrimu kalau mau berangkat sekarang hati-hati dijalan ya," ucap Rukman dan Reza pun mengangguk.


"Kalau begitu Reza sama Agis pamit ya mah, papah dan mamah tetap jaga kesehatan," kata Reza kemudian pergi keluar dari kamar Rukman dan Rachima.


Kamar Agistha


Reza membuka pintu kamar Agistha dengan sangat pelan. Agistha yang sedang asik merapihkan buku pelajarannya tidak menyadari kedatangan Reza.


Reza memeluk Agistha dari belakang. Reza mengecup lembut bahu istrinya.


"Sayang, ikut aku yuk ke suatu tempat," ajak Reza.


"Ke suatu tempat?" tanya Agistha.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2