Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 63 : Berziarah


__ADS_3

~Kediaman Navanka


Rukman beserta istri dan anak-anaknya sedang menikmati sarapan mereka di ruang makan. Terlepas dari masalah kemarin kini Rukman benar-benar seperti bisa menghirup udara segar.


"Agis, Kania nanti sepulang sekolah kalian mamah sama papah akan menjemput kalian, kita akan ziarah ke makam. Jadi tunggu kami jemput ya," ucap Rachima saat ia telah menyelesaikan makanannya.


"Siap bos!" ucap Agistha dan Kania bersamaan.


Setelah menyelesaikan sarapan mereka, Agistha dan Kania pun lebih dulu berangkat ke sekolah karena Rukman berangkat ke kantor agak siangan.


"Pah, bagaimana semalam lancar?" tanya Rachima karena semalam ia sudah tertidur pulas bahkan Rukman pulangpun ia tidak menyadarinya.


"Alhamdulillah lancar mah, berkat bantuan ustadz Fahri, para anggota polisi dan orang-orang suruhan kita, dan tentunya atas seizin Allah," jawab Rukman dengan raut bahagia di wajahnya.


Rachima pun langsung memeluk Rukman hangat.


"Aku bersyukur kita masih dikelilingi orang-orang baik dan jujur ya pah," ucap Racima dan Rukman pun mengangguk.


"Mah kamu tau gak?" tanya Rukman dan Racima pun menggelengkan kepalanya.


"Mata batinku terbuka lagi," bisik Rukman di telinga Rachima membuat Rachima merinding.


"Apa papah sekarang melihat sesuatu?" tanya Rachima penasaran.


"Tuh didepan kita ada Alika dan Alfian sedang ikut sarapan," jawab Rukman jujur dan Rachima pun langsung menangis memeluk erat Rukman.

__ADS_1


"Loh kok mamah nangis sih?" tanya Rukman khawatir.


"Aku sedih gak bisa liat Alika sama Alfian, aku kangen banget sama mereka pah," jawab Rachima yang menangis tersendu-sendu.


"Cup,cup,cup jangan sedih ya mah kalau mamah rindu, mamah doakan Alika dan Alfian supaya mereka bahagia di surga," bujur Rukman menbuat tangisan Rachima perlahan berhenti.


~Kediaman Andara


"Pih nanti sore kita ziarah ke makam ya, sekalian mamih kangen sama anak kembar mamih pih," ucap Yusti saat dirinya telah menyelesaikan sarapannya.


"Iya Reza nanti ikut, sebelum ke makam Reza mau jemput Agistha dulu ya mih,pih biar yang jadi supirnya Riko saja," kata Reza terkekeh pada Yusti dan Vino.


"Iya, awas loh kalau nyetir sendiri! mamih belum izinin!" tegas Yusti membuat nyali Reza menciut akibat mendapat tatapan tajam dari Yusti.


~SMK Betari


"Oh iya aku sampai lupa ngasih tahu kamu Kania, minggu depan kita UKOM loh," ucap Agistha membuat Kania seketika panik.


"Kok mendadak? kenapa dimajukan jauh sekali dari tanggal awalnya Agis?" tanya Kania.


"Aku juga gak tau, kemarin pak Johan yang ke kelas memberikan informasinya dan ini selembaran yang dikasih pak Joha kemarin," jawab Agistha kemudian memberikan selembaran dari pak Johan.


"Yaampun benar-benar ekstra kerja keras ini ya," ucap Kania sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Beberapa jam kemudian, jam perlajaran terakhir pun telah usai. Semua murid dikelas Agistha bersiap untuk pulang ke rumah.

__ADS_1


Agistha dan Kania menunggu di lobby. Tak lama yang menghampiri mereka adalah dua orang pria tampan yang berstatus masih single. Mereka adalah Reza dan Riko.


"Kok mas Reza yang ke sini?" tanya Agistha namun belum sempat Reza menjawab, Agistha melihat ke gerbang sekolah ada mobil yang dikendarai Rukman pun masuk kedalam halaman sekolah.


"Papah juga jemput, jadi kita sama siapa nih Kania?" tanya Agistha pada Kania.


Rukman dan Rachima menghampiri Agistha dan juga Kania.


"Reza? Riko? kalian jemput Agistha ternyata?" tanya Rachima sambil memandang Reza dan Riko bergantian.


"Iya mah, jadi Agistha sama Kania boleh bareng kita gak?" tanya Reza pada Rachima.


Sementara Rachima dan Rukman pun saling bertukar pandang kemudian mengangguk.


~Tempat Pemakaman


Rukman, Rachima, Vino, Yusti, Reza,Agistha, Riko dan juga Kania telah berkumpul di depan pusaran makam alm. Andre Irgandara. Mereka memanjatkan doa untuk alm. Andre bersama-sama dipimpin oleh Vino.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka berdiri untuk ke makam orang-orang yang mereka sayangi lainnya terkecuali Riko dan Kania.


Kania terlihat sedih dan Riko pun menggenggam tangan Kania.


"Ayah, kenalin aku Riko Anggara. Aku meminta izin sama ayah. Berikan kami restu ya yah, karena restu ayah sangat berarti buat kami. Ayah, aku janji akan menjaga dan membahagiakan putri cantik ayah satu-satunya ini. Didepan makam ayah, aku melamar Kania dengan setulus hatiku," ucap Riko dengan sepenuh hatinya membuat hati Kania begitu terharu mendengarnya.


Kania langsung memeluk Riko sangat erat ditengah tangisannya.

__ADS_1


"Terimakasih banyak mas atas semuanya," ucap Kania.


Bersambung..


__ADS_2