Jodoh Takkan Kemana

Jodoh Takkan Kemana
Part 44 : Baikan


__ADS_3

Setelah mengurus kepulangan Kania dari rumah sakit, Agistha tak kembali lagi ke kamar rawat Reza karena ingin memberi Reza pelajaran. Agistha memilih ikut pulang bersama Rachima dan Kania ke rumahnya.


Tak lupa mereka berpamitan pada Yusti saat bertemu di kantin rumah sakit.


~Kediaman Navanka


Mobil yang ditumpangi Rachima, Agistha, dan Kania pun telah sampai di halaman rumah kediaman Navanka.


Mereka pun masuk ke dalam, Kania diantarkan ke dalam kamar milik Alika dulu yang sudah direnovasi ulang, saat Rukman dan Rachima memutuskan untuk mengangkat Kania jadi anak mereka.


Agistha melihat sosok Alika yang sedang berdiri disamping ranjangnya sambil tersenyum. Wajah Alika yang selalu Agistha rindukan, ingin sekali rasanya Agistha memeluk kakak perempuannya itu. Namun dunia mereka kini berbeda. Agistha hanya ikut membalas senyuman Alika.


"Kania, ini kamarmu. Dulu ini adalah kamar Alika. Namun barang-barang Alika sudah dipindahkan semua ke dalam kamarnya Alfian," ucap Rachima lembut.


"Makasih banyak tante, udah anggap aku sebagai anak tante sendiri. Tak heran jika Agis sangat menyayangi tante yang lembut seperti ini, makasih banyak sekali lagi tente. Semoga Allah senantiasa membalas kebaikan kalian semua," ucap Kania dengan penuh haru.


"Aamiin, sama-sama sayang, panggil tante mamah ya sama seperti Agis memanggil tante," kata Rachima tersenyum.


"Oh iya Kania jadi sekarang setiap malam kita bisa belajar bersama, seneng deh jadinya," ucap Agis antusias.


"Iya benar kamu Gis, bahagia banget aku punya sahabat sekaligus saudara seperti kamu," kata Kania dan mereka pun berpelukan.

__ADS_1


"Duh para anak gadis mamah, ya sudah sekarang mamah mau mandi dulu ya, sebentar lagi paling papah pulang. Kalian jangan lupa mandi dulu ya setelah itu kita makan malam," ucap Rachima sambil berdiri dari duduknya.


"Emangnya papah kemana mah?" tanya Agistha penasaran


"Tadi katanya mau ketemuan sama papih Vino terus ke rumah ustadz Fahri setelah itu ke makam om Andre," jawab Rachima.


"Oh seperti itu mah, oke deh mah, Kania hayo kamu mandi ya. Baju kamu sudah ada di lemari. Aku juga mau ke kamarku, mau mandi lengket," ucap Agistha terkekeh saat mencium aroma tubuhnya sendiri.


"Iya Agis, oke," jawab Kania.


Setelah Rachima dan Agistha keluar dari kamar Kania saat ini. Kania pun begitu penasaran soal bajunya sudah ada di lemari. Padahal seingat Kania, ia ke sini tidak membawa apa-apa.


Kamar Agistha


Agistha menatap layar diponselnya ternyata Reza menghubunginya sangat banyak sekali. Tiba-tiba ponselnya berdering kembali, tanda panggilan masuk dari Reza. Agistha pun menjawabnya dengan sikap dingin.


"Assalamualaikum," ucap Agistha.


"Alhamdulillah, waalaikumsalam, Agis kok kamu gak kembali lagi kesini? aku kan mau minta maaf sama kamu Agis," jawab Reza dengan penuh kekhawatiran membuat Agistha tertawa kecil.


"Mas, kok jadi kayak anak kecil ingin minta belikan permen gitu sih," ledek Agistha membuat Reza mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Habisnya gak enak tau diambekin sama kamu seharian," kata Reza.


"Lagian siapa juga ngerjain aku sampai pura-pura amnesia, kalau sampai amnesia beneran gimana hayo?" pekik Agistha.


"Emangnya kamu mau aku amnesia?" tanya Reza santai.


"Ya enggak lah, " jawab Agistha spontan.


"Makanya maafin aku ya calon istriku," ucap Reza membuat pipi Agistha merona sambil tersenyum setiap kali Reza menyebutnya dengan sebutan calon istri.


"Iya aku sudah maafin kamu kok mas, udah dulu ya aku mau mandi lengket banget badan aku," ucap Agistha.


"Yasudah, nanti malam aku telepon lagi ya," kata Reza.


"Iya mas kalau aku belum tidur ya," ucap Agistha.


"Ya sudah aku tutup teleponnya ya, assalamualaikum," ucap Reza.


"Waalaikumsalam," jawab Agistha dan sambungan telepon pun terputus.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2